Pengadilan banding Sirkuit Ketiga Amerika Serikat mengukuhkan kemenangan Thomson Reuters dalam sengketa hak cipta dengan Ross Intelligence. Ross menggunakan materi yang bersumber dari headnotes Westlaw—ringkasan poin hukum dalam putusan yang disusun editor—untuk mengembangkan alat pencarian hukum berbasis AI yang bersaing dengan Westlaw. Pengadilan banding menolak pembelaan Ross bahwa penggunaan materi tersebut termasuk penggunaan wajar (fair use).
1
2
15
Namun, ada batas penting: ketika putusan dilaporkan, opini pengadilan banding masih disegel. Karena itu, alasan hukum rinci yang dipakai panel belum bisa dijelaskan dengan pasti. Yang dapat dipastikan, pengadilan banding membiarkan putusan pengadilan tingkat pertama tetap berlaku.
2
3
5
Apa yang menjadi sengketa?
Thomson Reuters menuduh Ross memakai materi Westlaw tanpa izin untuk membangun produk riset hukum pesaing. Menurut dokumen pengadilan, Ross memperoleh sekitar 25.000 Bulk Memos dari LegalEase Solutions dan menggunakan memo-memo itu untuk melatih alat pencarian AI-nya. Materi tersebut dirangkum dari headnotes Westlaw.
1
13
Pada Februari 2025, pengadilan federal tingkat pertama memberikan putusan ringkas (summary judgment) yang memenangkan Thomson Reuters dalam isu pelanggaran hak cipta dan penggunaan wajar. Hakim menilai penggunaan Ross bersifat komersial dan tidak cukup transformatif, antara lain karena alat yang dikembangkan Ross bersaing langsung di pasar riset hukum. Inilah dasar putusan tingkat pertama yang kemudian dikuatkan—bukan penjelasan pasti tentang seluruh pertimbangan pengadilan banding yang opininya masih disegel.
1
14
Apa yang terjadi pada Ross?
Ross Intelligence sudah berhenti beroperasi saat perkara ini berlangsung. Pembelaan penggunaan wajarnya gagal di pengadilan tingkat pertama, dan pengadilan banding tidak membatalkan hasil tersebut.
2
13
Mengapa putusan ini menarik perhatian?
Ini merupakan putusan pengadilan banding AS pertama yang dilaporkan membahas penggunaan wajar dalam konteks pelatihan AI. Hasilnya menjadi kemenangan penting bagi pemegang hak cipta dan dapat menjadi rujukan dalam perdebatan hukum AI lainnya.
2
7
Namun, putusan ini tidak otomatis berarti semua penggunaan materi berhak cipta untuk melatih AI melanggar hukum. Ross membuat alat pencarian hukum, bukan AI generatif yang menghasilkan teks atau gambar baru. Perbedaan jenis produk dan fakta perkara penting; cakupan lebih luas dari putusan ini juga belum bisa disimpulkan tanpa membaca opini pengadilan banding yang masih disegel.
2
15