CCIP 2.0 menambahkan kontrol opsional untuk verifikasi, waktu penyelesaian, dan pemeriksaan kepatuhan pada transfer lintas blockchain. Penerbit dapat meminta Cross Chain Verifier tambahan untuk ikut memberikan persetujuan di samping jalur verifikasi bawaan CCIP.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Chainlink’s CCIP 2.0 upgrade, announced at Sibos in Miami, and how do its issuer-run Cross-Chain Verifiers, configurable settlement. Article summary: Chainlink’s CCIP 2.0 is an upgrade to its Cross-Chain Interoperability Protocol, launched for institutions and digital-asset issuers to move tokenized assets and messages between blockchains with more control over verifi. Topic tags: general, documentation, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks,
Chainlink CCIP 2.0 memberi institusi dan penerbit aset digital lebih banyak pilihan saat memindahkan token maupun pesan ant blockchain. Mereka dapat menambahkan verifikasi independen, mengatur waktu penyelesaian transfer, serta menerapkan pemeriksaan kepatuhan. Fitur-fitur ini bersifat opsional, sehingga tidak semua integrasi harus mengadopsinya. 1
2
10
CCIP tetap menyediakan jalur verifikasi bawaannya. CCIP 2.0 menambahkan pengaturan yang bisa dipilih aplikasi jika membutuhkan kendali lebih besar atas risiko transfer. Dengan begitu, kontrol baru tidak otomatis menjadi syarat bagi semua pengguna atau integrasi. 1
3
Penerbit aset atau institusi dapat mewajibkan satu atau lebih Cross-Chain Verifier (CCV) tambahan. Verifier ini dapat dijalankan sendiri atau dipilih dari penyedia independen. Dalam model yang dijelaskan Chainlink, transfer yang memakai pengaturan tersebut harus ditandatangani oleh verifier bawaan serta CCV tambahan yang diwajibkan. 10
Ini menambahkan persyaratan verifikasi untuk transfer yang dikonfigurasi, tetapi bukan jaminan bahwa transfer bebas risiko. Pengembang juga dapat menetapkan syarat verifier tambahan di tingkat token pool—komponen yang mengatur penanganan token—atau penerima. 2
Aplikasi dapat mengatur parameter konfirmasi untuk transfer standar atau transfer yang berjalan lebih cepat daripada menunggu finalitas penuh. Secara bawaan, CCIP menunggu finalitas penuh di blockchain asal. 1
Menunggu finalitas merupakan pilihan penyelesaian yang lebih konservatif, sementara jalur lebih cepat dapat mengurangi waktu tunggu. Penerbit dapat memilih pengaturan sesuai kebutuhannya, tetapi sumber yang tersedia tidak menyatakan bahwa satu pilihan selalu tepat untuk semua jaringan atau transaksi. 1
10
Pengumuman CCIP 2.0 menyebut fungsi kepatuhan bawaan. Liputan peluncuran juga melaporkan bahwa Chainlink ACE dapat mendukung pemeriksaan KYC, antipencucian uang (AML), dan penyaringan sanksi. 1
10
12
13
Kontrol ini dapat membantu penerbit menerapkan aturan kelayakan pada transfer. Namun, penggunaannya sendiri bukan jaminan bahwa aset atau transaksi telah memenuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku.
Token pool dapat mensyaratkan attestasi dari verifier tambahan bila aplikasi membutuhkan pemeriksaan ekstra untuk aset tertentu. 2 Karena fitur baru bersifat opsional dan jalur CCIP bawaan tetap tersedia, integrasi tidak diwajibkan memakai seluruh kontrol tambahan.
1
3
CCIP 2.0 memberi penerbit lebih banyak cara untuk mengatur verifikasi, penyelesaian, dan kelayakan transfer. Attestasi tambahan menambah persyaratan verifikasi; pengaturan finalitas memberi pilihan cara menyelesaikan transfer; sedangkan fungsi kepatuhan mendukung pemeriksaan berdasarkan aturan yang ditetapkan penerbit. 1
2
10
12
Kontrol-kontrol tersebut dapat membantu mengelola risiko tertentu, tetapi bukan perlindungan mutlak terhadap eksploitasi, pembalikan transaksi, atau kegagalan kepatuhan. Manfaatnya bergantung pada cara aplikasi mengatur dan menjalankannya. Transfer lintas blockchain tetap memerlukan penilaian risiko yang cermat.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
CCIP 2.0 menambahkan kontrol opsional untuk verifikasi, waktu penyelesaian, dan pemeriksaan kepatuhan pada transfer lintas blockchain.
CCIP 2.0 menambahkan kontrol opsional untuk verifikasi, waktu penyelesaian, dan pemeriksaan kepatuhan pada transfer lintas blockchain. Penerbit dapat meminta Cross Chain Verifier tambahan untuk ikut memberikan persetujuan di samping jalur verifikasi bawaan CCIP.
Aplikasi bisa memilih proses lebih cepat atau menunggu finalitas penuh di blockchain asal; pengaturan yang tepat bergantung pada kebutuhan dan risiko tiap transfer.