Deutsche Bank memperkirakan harga tembaga berpotensi mencapai US$22.050 per ton pada kuartal II 2027, didorong stok rendah dan penimbunan di AS serta China. Jika tren penimbunan berlanjut, pasokan yang bebas diperdagangkan dapat menipis tajam pada akhir 2028.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why does Deutsche Bank warn of a potential global copper supply and liquidity crisis, and how do dwindling inventories, U.S. and Chinese sto. Article summary: Deutsche Bank’s warning is about *copper that buyers can actually obtain*, not simply how much copper exists worldwide. It argues that depleted inventories, constrained new supply and stockpiling by the U.S. and China co. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Peringatan Deutsche Bank berfokus pada tembaga yang tersedia untuk dibeli, bukan seluruh tembaga yang sudah ditambang atau tersimpan sebagai cadangan. Menurut analis bank tersebut, persediaan bursa yang rendah, gangguan pasokan, serta penimbunan oleh Amerika Serikat (AS) dan China dapat memperketat pasokan bagi pembeli di negara lain. Harga tinggi dan risiko kekurangan pasokan yang dibahas bank bergantung pada tekanan itu berlanjut—bukan bukti bahwa kelangkaan fisik di seluruh dunia pasti terjadi. 3
8
Data persediaan memberi gambaran tentang tekanan pasar. Pada Juli, stok tembaga di gudang yang dipantau Shanghai Futures Exchange turun lebih dari 80% dibandingkan pertengahan Maret. Persediaan di gudang yang disetujui London Metal Exchange (LME), bursa logam internasional, juga merosot 24% sejak akhir Mei. Reuters melaporkan bahwa impor AS yang terdorong oleh ekspektasi tarif turut mengetatkan pasar di luar AS. 2
Stok hanyalah satu bagian dari persoalan. Deutsche Bank juga menyoroti gangguan pasokan tambang sebelumnya dan risiko terhambatnya pasokan tembaga olahan. Di sisi permintaan, kebutuhan infrastruktur dan perangkat keras untuk mendukung kecerdasan buatan (AI) turut menjadi faktor. Goldman Sachs juga menyebut jaringan listrik dan infrastruktur daya sebagai sumber permintaan tembaga jangka panjang. 3
12
13
Waktu pengadaan ikut berpengaruh. Kekhawatiran bahwa tarif akan diberlakukan dapat mendorong pembeli mendatangkan tembaga ke AS lebih awal. China, sementara itu, telah mengumpulkan cadangan tembaga strategis selama puluhan tahun. Analis Deutsche Bank Daniel Ghali memperkirakan AS dan China bisa menguasai 71% pasokan tembaga global pada akhir 2026. Angka itu merupakan estimasi analis, bukan berarti seluruh tembaga tersebut otomatis tidak dapat digunakan. 3
8
Deutsche Bank memperkirakan harga tembaga berpotensi mencapai US$22.050 per ton metrik—atau US$10 per pon—pada kuartal II 2027. Angka itu hampir 50% di atas tingkat harga yang menjadi acuan proyeksi tersebut. Bank itu juga dilaporkan memperkirakan harga rata-rata US$20.900 per ton pada 2027 dan US$18.500 pada 2028, yang mengindikasikan tekanan dapat mereda setelah puncak proyeksi. 3
Peringatan yang lebih ekstrem bersifat kondisional. Jika tren penimbunan saat ini berlanjut, analisis Ghali memperkirakan persediaan tembaga yang bebas diperdagangkan dapat mendekati habis pada akhir 2028. Akibatnya, sebagian pengguna di luar AS dan China bisa kesulitan memperoleh pasokan. Ini adalah skenario yang bergantung pada berlanjutnya penimbunan, bukan kepastian. 8
Harga yang lebih tinggi juga dapat mendorong sebagian pengguna beralih ke aluminium, jika rancangan produk dan kebutuhan teknisnya memungkinkan. Namun, kedua logam itu tidak bisa saling menggantikan dalam semua penggunaan. Substitusi lebih tepat dipandang sebagai salah satu respons terhadap harga tinggi, bukan solusi yang pasti mengatasi ketatnya pasokan tembaga.
Angka-angka yang dipublikasikan menunjukkan pandangan berbeda, tetapi tidak sepenuhnya sebanding karena merujuk pada waktu dan asumsi yang berlainan:
Intinya, perbedaan utama terletak pada asumsi. Peringatan Deutsche Bank menekankan penimbunan dan ketatnya pasokan yang tersedia di luar AS dan China, sedangkan angka dari bank lain mengacu pada periode atau kondisi risiko yang berbeda. Proyeksi-proyeksi tersebut belum menunjukkan satu jalur harga yang disepakati bersama hingga 2028.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Deutsche Bank memperkirakan harga tembaga berpotensi mencapai US$22.050 per ton pada kuartal II 2027, didorong stok rendah dan penimbunan di AS serta China.
Deutsche Bank memperkirakan harga tembaga berpotensi mencapai US$22.050 per ton pada kuartal II 2027, didorong stok rendah dan penimbunan di AS serta China. Jika tren penimbunan berlanjut, pasokan yang bebas diperdagangkan dapat menipis tajam pada akhir 2028.
Proyeksi Deutsche Bank lebih tinggi daripada sejumlah angka dari Goldman Sachs dan J.P.