Harga minyak turun karena pasar melihat risiko kekurangan pasokan dalam waktu dekat mulai berkurang, bukan karena perang telah berakhir. Pengiriman dari Arab Saudi dan pergerakan kapal melalui Selat Hormuz membaik, tetapi perdagangan minyak kawasan belum kembali normal.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-6 SolGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did oil prices fall on Thursday to around $102 a barrel for Brent and $91 for WTI despite the continuing US-Iran war and disruption to t. Article summary: Oil fell to around $102 for Brent and $91 for WTI because traders saw a lower *immediate* risk of shortages: hopes for diplomacy coincided with more Saudi crude moving through a restarted pipeline and renewed tanker move. Topic tags: general, government, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Harga minyak bisa turun sekalipun perang AS-Iran berlanjut karena pasar tidak hanya menilai ada atau tidaknya konflik. Yang juga menentukan harga ialah berapa banyak minyak yang diperkirakan dapat sampai ke pembeli dalam waktu dekat. Harapan akan kemajuan diplomasi, pemulihan sebagian pengiriman Arab Saudi, dan tanda bahwa kapal masih dapat melintasi Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran akan kekurangan pasokan segera.2
3
8
Pertemuan di Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadi perhatian pelaku pasar karena membuka kemungkinan pembicaraan AS-Iran.2
8 Namun, kemungkinan itu belum sama dengan penyelesaian konflik. Risiko pasokan tetap ada; sebuah kapal tanker dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz. Karena itu, harga dapat kembali naik jika upaya diplomasi gagal atau pelayaran kembali terganggu.
7
Rute ekspor alternatif dan meningkatnya kembali pergerakan kapal membantu minyak keluar dari kawasan. Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan hal itu akan mendukung kenaikan produksi Timur Tengah secara bertahap. Namun, EIA juga memperkirakan hambatan ekspor bertahan hingga akhir 2026, sementara produksi kawasan belum kembali ke rata-rata sebelum konflik sampai kuartal II 2027.1 Dengan kata lain, tambahan pengiriman memberi kelonggaran, tetapi belum menghapus kerentanan jalur pasokan.
2
7
Pemulihan di sisi pembeli pun masih terbatas. Berdasarkan data Kpler yang dilaporkan Reuters, impor minyak mentah Asia diperkirakan mencapai 23,96 juta barel per hari pada September, naik dari 23,38 juta pada Agustus dan menjadi yang tertinggi sejak perang dimulai. Angka itu tetap sekitar 13% lebih rendah daripada tingkat sebelum konflik.17
Arah harga berikutnya bergantung pada apakah pengiriman terus membaik dan diplomasi menghasilkan kemajuan nyata. Sebaliknya, gangguan baru di Hormuz dapat menghidupkan lagi kekhawatiran pasar: serangan terhadap pelayaran pada awal September bertepatan dengan lonjakan tajam harga minyak.18
17 Pelayaran yang berisiko atau harus menempuh rute lebih panjang juga dapat menekan biaya pengiriman energi meski harga acuan minyak turun. Jika biaya tersebut meluas menjadi tekanan inflasi, keputusan suku bunga bisa menjadi lebih rumit—tetapi itu risiko, bukan kepastian.
1
7
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Harga minyak turun karena pasar melihat risiko kekurangan pasokan dalam waktu dekat mulai berkurang, bukan karena perang telah berakhir.
Harga minyak turun karena pasar melihat risiko kekurangan pasokan dalam waktu dekat mulai berkurang, bukan karena perang telah berakhir. Pengiriman dari Arab Saudi dan pergerakan kapal melalui Selat Hormuz membaik, tetapi perdagangan minyak kawasan belum kembali normal.
Impor minyak mentah Asia meningkat pada September, meski masih sekitar 13% di bawah tingkat sebelum konflik.