Pembawa mutasi EGFR T790M turunan memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan. Pada orang yang tidak pernah merokok, risiko yang diperkirakan mencapai 62 kali lipat dibandingkan bukan perokok tanpa varian tersebut.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did a Science study by researchers at Dana Farber Cancer Institute and the 23andMe Research Institute find about the inherited EGFR T79. Article summary: The study found that inherited EGFR T790M is an unusually strong, lung cancer specific risk variant: carriers had about 25 fold higher overall odds of lung cancer, and never smoker carriers had an estimated 62 fold highe. Topic tags: general web, code, privacy, growth, startups. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science oleh tim Dana-Farber Cancer Institute dan 23andMe Research Institute menemukan bahwa mutasi EGFR T790M yang diwariskan merupakan faktor risiko genetik yang sangat kuat dan tampaknya spesifik untuk kanker paru.
Pembawa varian ini memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan dibandingkan orang tanpa varian tersebut. Pada kelompok yang tidak pernah merokok, peningkatan risikonya jauh lebih besar: diperkirakan sekitar 62 kali lipat dibandingkan bukan perokok tanpa mutasi itu. 6
7
Peneliti menggunakan data genetik dan kesehatan dari lebih dari 3,3 juta peserta 23andMe berketurunan Eropa yang menyetujui penggunaan datanya untuk riset. Dalam kohort riset berizin yang lebih luas, tercatat 641 pembawa EGFR T790M. Varian tersebut diperkirakan jauh lebih umum daripada perkiraan sebelumnya dari basis data publik—sekitar sepuluh kali lebih tinggi dalam kohort riset tersebut. 7
10
Hasil subkelompok menunjukkan perbedaan yang mencolok:
Temuan ini penting karena kanker paru sering diasosiasikan dengan rokok, padahal penelitian ini menunjukkan bahwa faktor genetik tertentu dapat memberi risiko yang besar bahkan tanpa riwayat merokok.
Asosiasi kuat tersebut tampak khusus untuk kanker paru. Studi ini tidak menemukan hubungan bermakna antara EGFR T790M dan 17 jenis kanker umum lain yang diperiksa. Pembawa varian yang kemudian mengalami kanker paru juga didiagnosis rata-rata sekitar lima tahun lebih muda daripada nonpembawa.
Analisis genetik dan geografis mengarah pada kemungkinan founder effect: varian ini diduga masuk melalui pemukim dari Britania dan Irlandia pada awal 1700-an, lalu menjadi lebih terkonsentrasi akibat isolasi demografis di wilayah Appalachia Selatan, Amerika Serikat. Varian ini terutama ditemukan pada orang dengan akar keluarga di Alabama, Mississippi, dan Tennessee. 6
Belum ada jadwal skrining CT yang baku dan berbasis bukti khusus untuk pembawa EGFR T790M yang belum sakit. Di Amerika Serikat, kelayakan skrining kanker paru dengan CT dosis rendah saat ini terutama ditentukan oleh usia dan paparan rokok. Karena itu, hasil studi ini mengisyaratkan bahwa pembawa mutasi yang telah terkonfirmasi mungkin perlu dipertimbangkan untuk pengawasan kanker paru meski tidak pernah merokok, dan mungkin pada usia lebih muda.
Namun, ini adalah implikasi riset—bukan rekomendasi skrining populasi yang sudah ditetapkan. Uji klinis INHERIT (NCT05587439) sedang mempelajari individu dan keluarga dengan kerentanan bawaan terhadap kanker toraks, terutama ketika paparan tembakau minimal, untuk memperbaiki penilaian risiko dan mengevaluasi pendekatan personal seperti skrining CT. 4
Bagi seseorang yang diketahui membawa mutasi ini atau memiliki riwayat keluarga kanker paru terkait EGFR T790M, langkah yang paling tepat adalah membahas hasilnya dengan dokter spesialis genetika klinis atau onkologi. Studi ini memperkuat alasan untuk penilaian risiko yang dipersonalisasi, tetapi belum menetapkan kapan maupun seberapa sering CT scan perlu dilakukan. 4
6
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pembawa mutasi EGFR T790M turunan memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan.
Pembawa mutasi EGFR T790M turunan memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan. Pada orang yang tidak pernah merokok, risiko yang diperkirakan mencapai 62 kali lipat dibandingkan bukan perokok tanpa varian tersebut.
Peneliti menganalisis data lebih dari 3,3 juta peserta 23andMe; dalam kohort riset berizin yang lebih luas, 641 pembawa varian teridentifikasi.
Pembawa mutasi EGFR T790M turunan memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan. Pada orang yang tidak pernah merokok, risiko yang diperkirakan mencapai 62 kali lipat dibandingkan bukan perokok tanpa varian tersebut.
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did a Science study by researchers at Dana Farber Cancer Institute and the 23andMe Research Institute find about the inherited EGFR T79. Article summary: The study found that inherited EGFR T790M is an unusually strong, lung cancer specific risk variant: carriers had about 25 fold higher overall odds of lung cancer, and never smoker carriers had an estimated 62 fold highe. Topic tags: general web, code, privacy, growth, startups. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science oleh tim Dana-Farber Cancer Institute dan 23andMe Research Institute menemukan bahwa mutasi EGFR T790M yang diwariskan merupakan faktor risiko genetik yang sangat kuat dan tampaknya spesifik untuk kanker paru.
Pembawa varian ini memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan dibandingkan orang tanpa varian tersebut. Pada kelompok yang tidak pernah merokok, peningkatan risikonya jauh lebih besar: diperkirakan sekitar 62 kali lipat dibandingkan bukan perokok tanpa mutasi itu. 6
7
Peneliti menggunakan data genetik dan kesehatan dari lebih dari 3,3 juta peserta 23andMe berketurunan Eropa yang menyetujui penggunaan datanya untuk riset. Dalam kohort riset berizin yang lebih luas, tercatat 641 pembawa EGFR T790M. Varian tersebut diperkirakan jauh lebih umum daripada perkiraan sebelumnya dari basis data publik—sekitar sepuluh kali lebih tinggi dalam kohort riset tersebut. 7
10
Hasil subkelompok menunjukkan perbedaan yang mencolok:
Temuan ini penting karena kanker paru sering diasosiasikan dengan rokok, padahal penelitian ini menunjukkan bahwa faktor genetik tertentu dapat memberi risiko yang besar bahkan tanpa riwayat merokok.
Asosiasi kuat tersebut tampak khusus untuk kanker paru. Studi ini tidak menemukan hubungan bermakna antara EGFR T790M dan 17 jenis kanker umum lain yang diperiksa. Pembawa varian yang kemudian mengalami kanker paru juga didiagnosis rata-rata sekitar lima tahun lebih muda daripada nonpembawa.
Analisis genetik dan geografis mengarah pada kemungkinan founder effect: varian ini diduga masuk melalui pemukim dari Britania dan Irlandia pada awal 1700-an, lalu menjadi lebih terkonsentrasi akibat isolasi demografis di wilayah Appalachia Selatan, Amerika Serikat. Varian ini terutama ditemukan pada orang dengan akar keluarga di Alabama, Mississippi, dan Tennessee. 6
Belum ada jadwal skrining CT yang baku dan berbasis bukti khusus untuk pembawa EGFR T790M yang belum sakit. Di Amerika Serikat, kelayakan skrining kanker paru dengan CT dosis rendah saat ini terutama ditentukan oleh usia dan paparan rokok. Karena itu, hasil studi ini mengisyaratkan bahwa pembawa mutasi yang telah terkonfirmasi mungkin perlu dipertimbangkan untuk pengawasan kanker paru meski tidak pernah merokok, dan mungkin pada usia lebih muda.
Namun, ini adalah implikasi riset—bukan rekomendasi skrining populasi yang sudah ditetapkan. Uji klinis INHERIT (NCT05587439) sedang mempelajari individu dan keluarga dengan kerentanan bawaan terhadap kanker toraks, terutama ketika paparan tembakau minimal, untuk memperbaiki penilaian risiko dan mengevaluasi pendekatan personal seperti skrining CT. 4
Bagi seseorang yang diketahui membawa mutasi ini atau memiliki riwayat keluarga kanker paru terkait EGFR T790M, langkah yang paling tepat adalah membahas hasilnya dengan dokter spesialis genetika klinis atau onkologi. Studi ini memperkuat alasan untuk penilaian risiko yang dipersonalisasi, tetapi belum menetapkan kapan maupun seberapa sering CT scan perlu dilakukan. 4
6
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pembawa mutasi EGFR T790M turunan memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan.
Pembawa mutasi EGFR T790M turunan memiliki peluang kanker paru sekitar 25 kali lebih tinggi secara keseluruhan. Pada orang yang tidak pernah merokok, risiko yang diperkirakan mencapai 62 kali lipat dibandingkan bukan perokok tanpa varian tersebut.
Peneliti menganalisis data lebih dari 3,3 juta peserta 23andMe; dalam kohort riset berizin yang lebih luas, 641 pembawa varian teridentifikasi.