Salesforce menargetkan pendapatan lebih dari US$63 miliar pada tahun fiskal 2030, sekitar US$3,8 miliar atau hampir 6% di atas konsensus LSEG sebesar US$59,2 miliar. Berbeda dari target sebelumnya yang lebih dari US$60 miliar dan belum memasukkan Informatica, kerangka target US$63 miliar plus telah mengakomodasi bis...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What revenue target did Salesforce set for fiscal 2030 at Dreamforce, how did it compare with Wall Street estimates and the inclusion of its. Article summary: Salesforce set a fiscal 2030 revenue target of more than $63 billion at Dreamforce, about $3.8 billion—or roughly 6%—above the $59.2 billion Wall Street consensus compiled by LSEG.. Topic tags: general web, agents, ai, automation, workflow. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnail
Di Dreamforce, Salesforce menetapkan target pendapatan lebih dari US$63 miliar untuk tahun fiskal 2030. Angka itu sekitar US$3,8 miliar, atau hampir 6%, lebih tinggi daripada proyeksi konsensus Wall Street sebesar US$59,2 miliar yang dihimpun LSEG. 4
Target baru ini penting karena cakupannya berubah. Sasaran sebelumnya, yaitu pendapatan lebih dari US$60 miliar pada 2030, secara eksplisit tidak memasukkan Informatica. Dalam pembaruan menjadi US$63 miliar-plus, Salesforce memasukkan kontribusi dari akuisisi perusahaan manajemen data tersebut. 15
Visi CEO Marc Benioff adalah teknologi perusahaan bergerak dari layar aplikasi dan perintah (prompt) yang berdiri sendiri menuju agen AI serta antarmuka yang lebih dinamis. Namun, agen tersebut tetap membutuhkan data pelanggan yang tepercaya, hak akses, alur kerja, logika bisnis, dan tata kelola.
Karena itu, Salesforce berupaya menjadikan CRM sebagai lapisan operasional yang terkelola bagi AI—bukan aplikasi lama yang tersisih oleh AI. Pendekatannya adalah membawa AI ke dalam konteks kerja perusahaan, dengan kontrol atas identitas, keamanan, kepatuhan, dan jejak audit.
Salesforce memperkenalkan AIforce, lapisan antarmuka yang dirancang untuk menghadirkan kemampuan Salesforce di tempat karyawan maupun agen AI bekerja. Perusahaan mengatakan pelanggan dapat menerapkan AI yang berbasis data tepercaya di berbagai kanal atau perangkat tanpa harus membangun ulang tumpukan teknologi mereka.
Di lapisan model, Salesforce juga menampilkan Koa, model penalaran CRM yang dibangun di atas Nvidia Nemotron. Tujuannya adalah memasukkan konteks bisnis khusus CRM agar keputusan dalam interaksi pelanggan dapat dibuat lebih cepat dan lebih relevan. 4
Strategi ini tidak bertaruh pada satu penyedia model AI saja. Melalui Claudeforce, Salesforce menggabungkan kemampuan penalaran Claude dari Anthropic dengan apa yang disebutnya trusted enterprise harness: data, alur kerja, logika bisnis, tindakan, dan tata kelola perusahaan. Kolaborasi dengan Google Cloud dan AWS berada dalam arah yang sama: memungkinkan lapisan data serta alur kerja Salesforce dipakai bersama pilihan model dan lingkungan cloud pelanggan.
Bagi perusahaan besar, tantangan AI bukan hanya membuat model mampu menjawab pertanyaan. Agen AI juga harus dapat mengakses data internal dan menjalankan tindakan bisnis tanpa melanggar izin, kebijakan kepatuhan, atau kontrol keamanan.
Salesforce memosisikan Enterprise AI Harness sebagai jawaban atas masalah tersebut. Jika berhasil, arsitektur ini dapat membuka pendapatan baru dari agen AI dan platform, memperdalam keterikatan pelanggan pada ekosistem Salesforce, sekaligus menjaga peran CRM sebagai sistem pencatatan utama bagi data pelanggan dan proses bisnis.
Salesforce juga menampilkan penerapan agen AI di Air India sebagai contoh penggunaan dalam operasi layanan pelanggan berskala besar, bukan hanya demonstrasi produk.
Benioff mengatakan Hunter, agen AI Salesforce untuk penjualan keluar (outbound sales), telah membangun US$500 juta pipeline dalam satu kuartal. 31
Namun, angka itu perlu dibaca hati-hati. Pipeline berarti nilai peluang penjualan potensial, bukan pendapatan, pemesanan (bookings), ataupun kas yang sudah terealisasi. Salesforce tidak mengungkap tingkat konversi Hunter, tahapan transaksi, nilai kontrak rata-rata, waktu hingga penutupan, metodologi atribusi, atau pendapatan aktual yang dihasilkan.
Artinya, klaim tersebut dapat menjadi indikasi potensi agen AI dalam menghasilkan permintaan penjualan, tetapi belum membuktikan imbal hasil finansial. Untuk mewujudkan target 2030, Salesforce masih perlu menunjukkan bahwa penggunaan AI menghasilkan adopsi berbayar yang bertahan lama dan pendapatan tambahan yang terukur.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Salesforce menargetkan pendapatan lebih dari US$63 miliar pada tahun fiskal 2030, sekitar US$3,8 miliar atau hampir 6% di atas konsensus LSEG sebesar US$59,2 miliar.
Salesforce menargetkan pendapatan lebih dari US$63 miliar pada tahun fiskal 2030, sekitar US$3,8 miliar atau hampir 6% di atas konsensus LSEG sebesar US$59,2 miliar. Berbeda dari target sebelumnya yang lebih dari US$60 miliar dan belum memasukkan Informatica, kerangka target US$63 miliar plus telah mengakomodasi bisnis manajemen data tersebut.
Strategi AI Salesforce bertumpu pada data pelanggan, izin akses, alur kerja, logika bisnis, dan tata kelola—bukan sekadar model AI atau antarmuka percakapan.
Salesforce menargetkan pendapatan lebih dari US$63 miliar pada tahun fiskal 2030, sekitar US$3,8 miliar atau hampir 6% di atas konsensus LSEG sebesar US$59,2 miliar. Berbeda dari target sebelumnya yang lebih dari US$60 miliar dan belum memasukkan Informatica, kerangka target US$63 miliar plus telah mengakomodasi bis...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What revenue target did Salesforce set for fiscal 2030 at Dreamforce, how did it compare with Wall Street estimates and the inclusion of its. Article summary: Salesforce set a fiscal 2030 revenue target of more than $63 billion at Dreamforce, about $3.8 billion—or roughly 6%—above the $59.2 billion Wall Street consensus compiled by LSEG.. Topic tags: general web, agents, ai, automation, workflow. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnail
Di Dreamforce, Salesforce menetapkan target pendapatan lebih dari US$63 miliar untuk tahun fiskal 2030. Angka itu sekitar US$3,8 miliar, atau hampir 6%, lebih tinggi daripada proyeksi konsensus Wall Street sebesar US$59,2 miliar yang dihimpun LSEG. 4
Target baru ini penting karena cakupannya berubah. Sasaran sebelumnya, yaitu pendapatan lebih dari US$60 miliar pada 2030, secara eksplisit tidak memasukkan Informatica. Dalam pembaruan menjadi US$63 miliar-plus, Salesforce memasukkan kontribusi dari akuisisi perusahaan manajemen data tersebut. 15
Visi CEO Marc Benioff adalah teknologi perusahaan bergerak dari layar aplikasi dan perintah (prompt) yang berdiri sendiri menuju agen AI serta antarmuka yang lebih dinamis. Namun, agen tersebut tetap membutuhkan data pelanggan yang tepercaya, hak akses, alur kerja, logika bisnis, dan tata kelola.
Karena itu, Salesforce berupaya menjadikan CRM sebagai lapisan operasional yang terkelola bagi AI—bukan aplikasi lama yang tersisih oleh AI. Pendekatannya adalah membawa AI ke dalam konteks kerja perusahaan, dengan kontrol atas identitas, keamanan, kepatuhan, dan jejak audit.
Salesforce memperkenalkan AIforce, lapisan antarmuka yang dirancang untuk menghadirkan kemampuan Salesforce di tempat karyawan maupun agen AI bekerja. Perusahaan mengatakan pelanggan dapat menerapkan AI yang berbasis data tepercaya di berbagai kanal atau perangkat tanpa harus membangun ulang tumpukan teknologi mereka.
Di lapisan model, Salesforce juga menampilkan Koa, model penalaran CRM yang dibangun di atas Nvidia Nemotron. Tujuannya adalah memasukkan konteks bisnis khusus CRM agar keputusan dalam interaksi pelanggan dapat dibuat lebih cepat dan lebih relevan. 4
Strategi ini tidak bertaruh pada satu penyedia model AI saja. Melalui Claudeforce, Salesforce menggabungkan kemampuan penalaran Claude dari Anthropic dengan apa yang disebutnya trusted enterprise harness: data, alur kerja, logika bisnis, tindakan, dan tata kelola perusahaan. Kolaborasi dengan Google Cloud dan AWS berada dalam arah yang sama: memungkinkan lapisan data serta alur kerja Salesforce dipakai bersama pilihan model dan lingkungan cloud pelanggan.
Bagi perusahaan besar, tantangan AI bukan hanya membuat model mampu menjawab pertanyaan. Agen AI juga harus dapat mengakses data internal dan menjalankan tindakan bisnis tanpa melanggar izin, kebijakan kepatuhan, atau kontrol keamanan.
Salesforce memosisikan Enterprise AI Harness sebagai jawaban atas masalah tersebut. Jika berhasil, arsitektur ini dapat membuka pendapatan baru dari agen AI dan platform, memperdalam keterikatan pelanggan pada ekosistem Salesforce, sekaligus menjaga peran CRM sebagai sistem pencatatan utama bagi data pelanggan dan proses bisnis.
Salesforce juga menampilkan penerapan agen AI di Air India sebagai contoh penggunaan dalam operasi layanan pelanggan berskala besar, bukan hanya demonstrasi produk.
Benioff mengatakan Hunter, agen AI Salesforce untuk penjualan keluar (outbound sales), telah membangun US$500 juta pipeline dalam satu kuartal. 31
Namun, angka itu perlu dibaca hati-hati. Pipeline berarti nilai peluang penjualan potensial, bukan pendapatan, pemesanan (bookings), ataupun kas yang sudah terealisasi. Salesforce tidak mengungkap tingkat konversi Hunter, tahapan transaksi, nilai kontrak rata-rata, waktu hingga penutupan, metodologi atribusi, atau pendapatan aktual yang dihasilkan.
Artinya, klaim tersebut dapat menjadi indikasi potensi agen AI dalam menghasilkan permintaan penjualan, tetapi belum membuktikan imbal hasil finansial. Untuk mewujudkan target 2030, Salesforce masih perlu menunjukkan bahwa penggunaan AI menghasilkan adopsi berbayar yang bertahan lama dan pendapatan tambahan yang terukur.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Salesforce menargetkan pendapatan lebih dari US$63 miliar pada tahun fiskal 2030, sekitar US$3,8 miliar atau hampir 6% di atas konsensus LSEG sebesar US$59,2 miliar.
Salesforce menargetkan pendapatan lebih dari US$63 miliar pada tahun fiskal 2030, sekitar US$3,8 miliar atau hampir 6% di atas konsensus LSEG sebesar US$59,2 miliar. Berbeda dari target sebelumnya yang lebih dari US$60 miliar dan belum memasukkan Informatica, kerangka target US$63 miliar plus telah mengakomodasi bisnis manajemen data tersebut.
Strategi AI Salesforce bertumpu pada data pelanggan, izin akses, alur kerja, logika bisnis, dan tata kelola—bukan sekadar model AI atau antarmuka percakapan.