Lonjakan awal Robinhood Chain lebih kuat dijelaskan oleh perdagangan kripto native tanpa izin ketimbang perpindahan pengguna dari aplikasi pialang Robinhood. Pons menjadi mesin utama aktivitas: platform ini memudahkan siapa pun meluncurkan dan memperdagangkan token langsung dari dompet mereka.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How has Robinhood Chain become one of crypto’s fastest-growing Layer 2 networks in less than three months after its July 1 launch—approachin. Article summary: Robinhood Chain’s early growth appears to be driven less by migration of Robinhood brokerage customers than by a highly incentivized, externally sourced onchain trading boom—especially permissionless memecoin issuance an. Topic tags: general, documentation, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks,
Robinhood Chain meluncurkan mainnet publik pada 1 Juli 2026 sebagai Layer 2 yang kompatibel dengan Ethereum dan tanpa izin (permissionless), dengan fokus pada aset keuangan bertokenisasi. Pertumbuhan aktivitasnya memang cepat, tetapi data yang tersedia menunjukkan cerita yang lebih spesifik: merek keuangan konsumen yang kuat dan infrastruktur onchain yang mudah dipakai bertemu dengan siklus perdagangan memecoin yang sangat intens, terutama dari pengguna di luar ekosistem aplikasi pialang.
Pembedaan ini penting. Jumlah transaksi, volume DEX, dan pendapatan biaya yang tinggi dapat membuktikan bahwa sebuah jaringan dipakai untuk berdagang. Namun, angka tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa jaringan itu telah menjadi tempat yang mapan bagi saham bertokenisasi atau penyelesaian transaksi keuangan institusional.
Pendorong paling jelas adalah Pons, platform peluncuran token nonkustodial yang memungkinkan pengguna membuat dan memperdagangkan token dari dompet mereka sendiri. Alih-alih melalui proses pencatatan ala pialang, pengguna dapat meluncurkan token, membentuk likuiditas, lalu memperdagangkannya langsung di blockchain. 10
Pada puncaknya, laporan berbasis data Dune dan DefiLlama memperkirakan Pons menyumbang sekitar 50% hingga 80% aktivitas Robinhood Chain, bergantung pada harinya. Dalam satu periode 24 jam, Pons menghasilkan sekitar US$5,95 juta biaya; pada hari lain, lebih dari 22.000 token baru diluncurkan. 7
9
2
Model ini sangat efektif untuk mendorong pertumbuhan karena setiap token baru dapat memicu aktivitas peluncuran, pertukaran, dan penyediaan likuiditas. Namun, ini juga alasan mengapa metrik awal jaringan perlu dibaca dengan hati-hati: sebagian besar arus aktivitas bersifat spekulatif dan terkonsentrasi pada satu kategori aplikasi.
Robinhood membawa merek yang sudah dikenal, pintu masuk melalui dompet native, serta peta jalan produk keuangan yang mencakup Stock Tokens dan aset dunia nyata lainnya. Dokumentasi Robinhood menyebut Robinhood Chain sebagai Layer 2 tanpa izin untuk ekuitas bertokenisasi, ETF, aset privat, dan instrumen keuangan lain.
Jaringan ini terpisah dari akun pialang dan akun kripto pelanggan Robinhood. Robinhood Wallet mendukungnya tanpa pengaturan manual, sementara dompet lain yang kompatibel dengan EVM juga dapat terhubung.
Arsitektur terbuka tersebut membuat aktivitas awalnya masuk akal berasal dari trader kripto-native, pembuat token, bot, dan pengguna dompet eksternal, bukan semata-mata pelanggan pialang tradisional. Laporan tentang memecoin native menekankan bahwa aset semacam itu dapat diterbitkan lewat kontrak launchpad pihak ketiga dan diperdagangkan di pool automated market maker (AMM), tanpa muncul di aplikasi Robinhood. 6
Belum ada bukti bersumber yang memadai untuk menetapkan porsi transaksi yang berasal dari pengguna aplikasi Robinhood secara presisi. Karena itu, klaim bahwa mereka hanya menyumbang 1%–2% aktivitas sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi yang belum terverifikasi, bukan metrik yang telah pasti.
Robinhood juga menghapus salah satu hambatan awal yang penting: biaya gas untuk swap kripto dan Stock Token yang memenuhi syarat melalui Robinhood Wallet. Penawaran ini mencakup biaya jaringan terkait serta biaya persetujuan ERC-20 satu kali, tetapi bukan subsidi untuk seluruh jaringan—pengguna dompet pihak ketiga tetap membayar gas. 19
18
Hal ini paling berpengaruh di pasar spekulatif berfrekuensi tinggi. Saat mencoba token baru atau melakukan beberapa swap kecil tidak memerlukan biaya di lapisan dompet, eksperimen menjadi lebih mudah. Kebijakan itu kemungkinan membantu mempercepat roda aktivitas launchpad, meski tidak dapat menjelaskan seluruh pertumbuhan.
Berakhirnya penawaran tersebut pada akhir September 2026 menjadi uji penting. Jika perdagangan, pembuatan token baru, dan dompet aktif turun tajam setelahnya, insentif jelas menjadi faktor besar. Bila aktivitas tetap tangguh, Robinhood Chain akan memiliki bukti yang lebih kuat mengenai permintaan yang bertahan. 19
Secara teknis, Robinhood Chain dibangun dengan kerangka Arbitrum Orbit/Dedicated Blockchain, kompatibel dengan EVM, melakukan penyelesaian ke Ethereum, dan memakai ETH sebagai gas. Pilihan tersebut memudahkan pengembang Ethereum, dompet, serta aplikasi terdesentralisasi untuk terhubung ke jaringan. 1
21
Hubungan ini bersifat komersial sekaligus teknis. Dalam skema Arbitrum Expansion Program yang dilaporkan, 10% pendapatan bersih protokol mengalir ke ekosistem Arbitrum—8% untuk kas DAO dan 2% untuk Developer Guild—sementara Robinhood mempertahankan sisanya setelah biaya yang berlaku. 17
20
Struktur tersebut memberi Robinhood alasan ekonomi untuk berinvestasi dalam akuisisi pengguna dan aktivitas: apabila penggunaan bertahan, chain ini dapat menjadi produk penghasil pendapatan, bukan hanya saluran distribusi aset bertokenisasi. Namun, struktur tersebut belum menjawab pertanyaan utama: apakah penggunaan dapat meluas melampaui perdagangan spekulatif.
Sejumlah integrasi memperluas jangkauan dan fungsi Robinhood Chain:
Koneksi-koneksi ini dapat mengurangi fragmentasi dan memperluas jalur likuiditas. Tetapi integrasi tidak sama dengan adopsi: bukti yang tersedia belum mengukur berapa besar TVL, volume, atau penggunaan berulang yang dikontribusikan masing-masing integrasi.
Proposisi jangka panjang Robinhood mudah dipahami. Memecoin dapat menarik trader, likuiditas, dan perhatian; Stock Tokens, stablecoin, serta produk imbal hasil berpotensi memberi likuiditas tersebut tujuan penggunaan yang lebih tahan lama.
Namun, data awal menggambarkan versi yang tidak seimbang. Pada satu hari dengan aktivitas tinggi, sumber pendapatan aplikasi terbesar adalah GMGN, Pons, dan Uniswap; ketiganya menyumbang sekitar 88% pendapatan aplikasi. 3 Dominasi Pons merupakan bukti kuat adanya kecocokan produk-pasar untuk spekulasi tanpa izin. Itu belum membuktikan bahwa ekuitas bertokenisasi telah menjadi penggunaan dominan.
Ini bukan berarti tesis institusionalnya tidak valid. Artinya, tesis tersebut masih menunggu pembuktian melalui likuiditas yang berkelanjutan, harga yang andal, kedalaman pasar, kustodi yang patuh regulasi, serta penggunaan saat pasar tenang maupun bergejolak.
Fase berikutnya dapat dinilai lewat beberapa ukuran praktis:
Robinhood Chain telah memperlihatkan bahwa ia mampu menarik aktivitas onchain dengan cepat. Tantangan yang lebih sulit adalah mengubah ledakan perdagangan yang dipimpin launchpad menjadi jaringan keuangan yang lebih seimbang—tempat aset bertokenisasi dan penggunaan stablecoin dapat berdiri sendiri ketika siklus memecoin dan insentif biaya awal mulai mereda.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Lonjakan awal Robinhood Chain lebih kuat dijelaskan oleh perdagangan kripto native tanpa izin ketimbang perpindahan pengguna dari aplikasi pialang Robinhood.
Lonjakan awal Robinhood Chain lebih kuat dijelaskan oleh perdagangan kripto native tanpa izin ketimbang perpindahan pengguna dari aplikasi pialang Robinhood. Pons menjadi mesin utama aktivitas: platform ini memudahkan siapa pun meluncurkan dan memperdagangkan token langsung dari dompet mereka.
Merek Robinhood, dukungan dompet, Stock Tokens, dan teknologi Arbitrum Orbit menyediakan fondasi, tetapi keberlanjutan akan diuji setelah subsidi biaya swap berakhir.