Trump menolak seruan memperlambat AI frontier, menyebut kekhawatiran bahwa AI dapat menghancurkan umat manusia sebagai “HOAX” dan menilai pembatasan dapat menguntungkan China. Dario Amodei tidak mengusulkan penghentian riset AI, melainkan perlambatan terukur agar pengujian, keselamatan, dan tata kelola dapat mengeja...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did President Donald Trump say about calls to slow artificial-intelligence development and concerns that AI could destroy humanity, why. Article summary: Trump rejected a deliberate AI slowdown, calling fears that AI could “destroy humanity” a “HOAX” and portraying guardrails as a “SICK conspiracy” that would hand China an advantage. His position was strategic rather than. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Presiden AS Donald Trump menempatkan perdebatan AI canggih terutama dalam bingkai persaingan dengan China. Dalam pernyataan publik, ia mengatakan Amerika Serikat harus mempertahankan posisi terdepan karena “siapa yang memenangkan AI, menang.” Trump kemudian menyebut anggapan bahwa AI dapat mengambil alih dunia atau menghancurkan umat manusia sebagai “HOAX”, serta melabeli penolakan terhadap AI dan pusat data sebagai konspirasi “SICK” yang menguntungkan China. 17
19
Respons Trump muncul setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, meminta industri untuk sengaja memperlambat laju peningkatan kemampuan sistem AI paling canggih—sering disebut frontier AI. Keduanya berangkat dari prioritas yang berbeda: Trump menekankan kepemimpinan teknologi AS, sedangkan Amodei berpendapat kemampuan model bisa berkembang lebih cepat daripada praktik keselamatan dan pengawasan yang efektif. 17
Trump juga mengatakan kewenangan pidana dan regulasi yang ada sudah besar, serta presiden yang kuat merupakan pengaman yang dibutuhkan. Kritiknya terhadap Amodei dengan demikian memadukan skeptisisme terhadap peringatan risiko eksistensial dengan kekhawatiran bahwa pembatasan formal akan melemahkan perusahaan AS dibandingkan pesaing dari China. 19
21
Amodei tidak menyerukan penghentian riset AI. Rencana tiga bagiannya meminta perlambatan kenaikan kemampuan yang tidak terkendali agar pekerjaan keselamatan, pengujian, dan tata kelola memiliki waktu untuk menyusul.
Langkah pertama dipaparkan sebagai komitmen langsung Anthropic, bukan sekadar usulan agar pemerintah atau pesaingnya bertindak. 16
CEO OpenAI Sam Altman mengatakan ia setuju bahwa perkembangan AI terdepan perlu diatur lajunya, dan OpenAI juga akan memberi akses kepada evaluator eksternal. Elon Musk, yang menjalankan xAI, turut menyatakan persetujuannya dengan Amodei.
CEO Microsoft Satya Nadella menyambut gagasan perlambatan yang disengaja dan evaluator yang tertanam di dalam perusahaan. Namun, ia mengajukan syarat penting: pengawasan tidak boleh dikendalikan hanya oleh segelintir perusahaan. Menurutnya, setiap upaya mengejar superinteligensi harus bermanfaat bagi manusia dan tetap berada di bawah kendali manusia.
Respons tersebut belum berarti sudah ada rezim regulasi bersama yang lengkap. Tetapi, hal itu menunjukkan sejumlah pemimpin industri mendukung pengawasan yang lebih formal dan berkelanjutan terhadap sistem AI paling maju.
Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic dan OpenAI, mengatakan orang-orang yang membangun sistem ini “benar-benar takut” terhadap masa depan umat manusia. Ia menyambut gagasan perlambatan, tetapi menekankan bahwa langkah itu harus dikoordinasikan dengan China. 1
Di sinilah letak persoalan utama. Perusahaan atau negara yang memperlambat diri secara sepihak bisa khawatir tertinggal dari pesaing yang terus melaju. Kementerian Luar Negeri China menolak seruan Amodei mengenai pembatasan yang memengaruhi kemampuan AI China, dengan melihatnya sebagai upaya AS menahan China, bukan tata kelola keselamatan yang netral. 4
Hasilnya adalah masalah kepercayaan: para pendukung melihat aturan timbal balik sebagai cara mengurangi risiko, sementara pihak yang menolak dapat memandang aturan yang sama sebagai alat untuk mempertahankan keunggulan teknologi pihak lain.
Investor Michael Burry menyebut kampanye perlambatan AI sebagai sesuatu yang “self-serving”, atau menguntungkan kepentingan pihak yang mendorongnya. Kritiknya: pengembangan yang lebih lambat dan kewajiban kepatuhan yang lebih berat dapat membantu perusahaan AI mapan karena membuat pendatang baru lebih sulit bersaing. Ia juga menolak pandangan bahwa model bahasa besar saat ini otomatis berada di jalur menuju kecerdasan umum buatan atau AGI.
Kritik itu tidak dengan sendirinya membantah kekhawatiran soal keselamatan AI. Namun, kritik tersebut menyoroti risiko kebijakan yang nyata: aturan yang dibuat untuk mengamankan pengembangan AI frontier juga dapat memperkuat dominasi perusahaan yang paling mampu memenuhi kewajiban tersebut. Kerangka yang kredibel perlu menangani keselamatan sekaligus konsentrasi kekuasaan.
Trump dan pemimpin China Xi Jinping dijadwalkan membahas tata kelola AI dalam pertemuan yang direncanakan pada 24 September. 4 Pertemuan itu penting karena tantangan terbesar strategi keselamatan AI frontier bukan sekadar menulis aturan untuk satu laboratorium, melainkan menciptakan kesepakatan yang dipercaya negara-negara pesaing sebagai aturan yang timbal balik dan dapat ditegakkan.
Cara Trump membingkai isu ini dengan mengutamakan persaingan China, serta keberatan Beijing terhadap pembatasan pengembangan AI-nya, menunjukkan betapa sulitnya tugas tersebut. Karena itu, perdebatan ini lebih besar daripada pilihan sederhana antara mempercepat atau menghentikan laju AI: pertanyaan sebenarnya adalah apakah perlombaan AI dapat diatur tanpa menjadikan kebijakan keselamatan sebagai medan baru persaingan geopolitik. 17
4
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Trump menolak seruan memperlambat AI frontier, menyebut kekhawatiran bahwa AI dapat menghancurkan umat manusia sebagai “HOAX” dan menilai pembatasan dapat menguntungkan China.
Trump menolak seruan memperlambat AI frontier, menyebut kekhawatiran bahwa AI dapat menghancurkan umat manusia sebagai “HOAX” dan menilai pembatasan dapat menguntungkan China. Dario Amodei tidak mengusulkan penghentian riset AI, melainkan perlambatan terukur agar pengujian, keselamatan, dan tata kelola dapat mengejar peningkatan kemampuan model.
Sam Altman dan Elon Musk mendukung arah umum usulan Amodei, sementara Satya Nadella meminta pengawasan yang tidak dikuasai segelintir perusahaan.