Kebakaran yang diikuti ledakan kembali terjadi di depo amunisi milik EMCO di Bulgaria pada malam 11–12 September, hanya sedikit lebih dari sebulan setelah insiden serupa di fasilitas lain milik perusahaan itu. Lokasinya berada dekat Gorni Varpishte/Tsareva Livada, di wilayah Gabrovo, Bulgaria tengah. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa, tetapi penyebabnya belum dipastikan. Otoritas Bulgaria sedang menelaah kemungkinan pembakaran disengaja, sabotase, serta kaitannya dengan kebakaran pada Agustus.
1
6
7
Api menjalar ke tiga gudang
Kompleks tersebut memiliki 11 gudang. Api bermula di satu gudang, kemudian menyebar ke dua gudang yang bersebelahan. Amunisi yang tersimpan di sana meledak dan memicu serangkaian dentuman.
3
7
Menurut EMCO, depo itu menyimpan amunisi dan bubuk mesiu. Dua penjaga berhasil keluar dari area fasilitas dengan selamat. Pihak berwenang menyatakan tidak ada bahaya langsung bagi warga sekitar, properti lain, maupun kawasan hutan, dan api segera dapat dikendalikan.
3
8
10
Meski demikian, sumber api dan pihak yang bertanggung jawab belum diketahui. Kementerian Dalam Negeri Bulgaria menyatakan kemungkinan sabotase dan kaitan dengan insiden Agustus sedang diperiksa. Penyelidik juga tidak mengesampingkan adanya keterlibatan dari luar.
1
17
Insiden 10 Agustus dekat Belitsa
Pada 10 Agustus, kebakaran yang disusul ledakan melanda fasilitas amunisi EMCO lain dekat Desa Belitsa, di Munisipalitas Tryavna. Penyelidikan atas kejadian itu masih berjalan pada awal September; Badan Keamanan Nasional Bulgaria (DANS) ikut dilibatkan dan sedikitnya 11 saksi telah dimintai keterangan.
2
Tim militer kemudian membersihkan area sekitar dari amunisi yang tidak meledak dan serpihan. Dalam laporan tahap pembersihan, ditemukan 53 amunisi yang tidak meledak serta sekitar 1.070 kg serpihan logam.
Insiden terbaru terjadi 33 hari setelah peristiwa di Belitsa. Pengulangan kejadian di lokasi berbeda yang sama-sama dioperasikan EMCO inilah yang memperbesar perhatian terhadap kemungkinan penyebab di luar kecelakaan industri biasa.
7
16
Mengapa dugaan sabotase menguat, tetapi belum terbukti
Kebakaran dan ledakan ini muncul di tengah kekhawatiran yang lebih luas di Eropa mengenai dugaan gangguan terhadap fasilitas dan rantai pasok industri pertahanan, khususnya yang berkaitan dengan dukungan bagi Ukraina. Namun, belum ada bukti publik yang memastikan kebakaran terbaru di EMCO merupakan bagian dari pola tersebut atau dilakukan oleh aktor negara.
EMCO dipimpin pedagang senjata Bulgaria Emilian Gebrev. Jaksa Bulgaria sebelumnya menuduh operatif Rusia pernah menargetkan Gebrev dan fasilitas perusahaannya. Pemerintah di Sofia juga mengaitkan dugaan upaya peracunan terhadap Gebrev pada 2015 dengan GRU, badan intelijen militer Rusia.
17
Pada 2024, Bulgaria menerbitkan surat perintah penangkapan bagi enam warga Rusia yang dituduh terlibat dalam penghancuran depo-depo EMCO pada periode 2011–2020. Gudang-gudang tersebut disebut menyimpan amunisi untuk diekspor ke Ukraina dan Georgia. Jaksa mengatakan ada dasar yang masuk akal untuk melihat hubungan antara ledakan-ledakan itu, dugaan peracunan Gebrev pada 2015, dan ledakan depo amunisi Vrbětice di Ceko pada 2014.
Moskow menolak tuduhan tersebut.
Kesimpulannya: kekhawatiran meningkat, atribusi belum ada
Dua insiden di fasilitas EMCO dalam waktu lebih dari sebulan, riwayat dugaan penargetan terhadap perusahaan, serta belum tuntasnya perkara-perkara sebelumnya memang membuat dugaan sabotase tampak masuk akal. Namun, aparat penyidik maupun pemerintah Bulgaria belum mengonfirmasi bahwa kebakaran September adalah aksi pembakaran atau sabotase, belum mengidentifikasi pelaku, dan belum membuktikan keterlibatan Rusia.
Ketiadaan kesimpulan resmi itulah yang memperbesar kecemasan bahwa industri persenjataan Bulgaria mungkin sedang menjadi sasaran—tetapi sejauh ini, itu masih merupakan kekhawatiran yang belum terbukti.
1
2
4