HSBC menyebut pasar berada dalam fase “super squeeze”: gangguan pasokan terjadi bersamaan dengan permintaan struktural yang kuat dan bantalan persediaan yang menipis. Tembaga LME melampaui US$14.700 per ton, Brent sempat berada di atas US$100 per barel, sementara Bloomberg Commodity Index dilaporkan mencapai level t...
Diterbitkan olehGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What evidence led HSBC to declare that global commodities have entered a prolonged “super bull market” or “super bull” phase, how do its COC. Article summary: HSBC’s case is a “super squeeze”: overlapping supply shocks are meeting structurally stronger demand while usable inventories are thin.. Topic tags: general web, ai, growth, evs, manufacturing. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it u
HSBC menilai pasar komoditas global sedang mengalami “super squeeze”: sejumlah guncangan pasokan datang bersamaan ketika permintaan energi dan logam tetap kuat secara struktural, sementara persediaan yang siap digunakan makin terbatas. Dalam pembacaan bank tersebut, kombinasi ini mendukung kemungkinan fase “super bull”—periode kenaikan harga komoditas yang cenderung lebih panjang daripada siklus bullish biasa.
Namun, istilah itu perlu dibaca secara hati-hati. Sinyal model dan kenaikan harga saat ini bukan bukti pasti bahwa sebuah supercycle jangka panjang akan terjadi. Pasar komoditas tetap sangat dipengaruhi perang, cuaca, kebijakan dagang, produksi tambang, dan kondisi ekonomi global.
Argumen HSBC tidak hanya bertumpu pada satu pasar. Tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) diperdagangkan di atas US$14.700 per metrik ton pada 9 September, setelah mencetak rekor beruntun di tengah ketatnya pasokan jangka pendek dan ekspektasi tarif Amerika Serikat atas impor tembaga olahan. 5
4
Di sisi energi, laporan mengenai pandangan HSBC juga menempatkan minyak Brent di atas US$100 per barel. Bloomberg Commodity Index—indeks yang melacak sekeranjang komoditas—dilaporkan berada pada level tertinggi dalam 14 tahun. Ini penting karena mengisyaratkan tekanan harga meluas dari logam ke energi, bukan sekadar lonjakan sementara pada satu bahan baku. 8
HSBC menggunakan COCCLES, sebuah alat statistik dan pembelajaran mesin yang mencari pola dalam data harga komoditas sepanjang siklus pasar. Sebelumnya, model tersebut disebut menunjukkan peluang yang meningkat bagi peralihan dari fase weak bull ke super bull. Pembacaan terbaru yang dilaporkan menyatakan fase super bull sudah berlangsung. 10
Tetap ada batas penting: COCCLES bukan model yang menjelaskan penyebab langsung, seperti penutupan jalur laut, perang, kegagalan panen, atau tertundanya proyek tambang. Fungsinya lebih sebagai penguat statistik bahwa perilaku harga saat ini menyerupai fase kenaikan komoditas yang historisnya dapat bertahan lebih lama. 10
HSBC melihat guncangan pasokan saling memperkuat. Konflik Iran, risiko penutupan efektif Selat Hormuz, gangguan di rute Laut Merah/Bab el-Mandeb, serta konflik Rusia-Ukraina dan gangguan Laut Hitam berpotensi menghambat pengangkutan energi dan komoditas curah. 6
17
Selat Hormuz sangat krusial karena jalur ini terkait arus energi global. Jika gangguan berlangsung lama, persoalannya dapat berubah dari keterlambatan pengiriman menjadi kekurangan fisik: stok yang tersedia terus dipakai, sementara pasokan pengganti tidak datang cukup cepat. HSBC memperingatkan kemungkinan pasar mencapai “tipping point” apabila selat itu tetap praktis tertutup. 6
Dampaknya dapat menjalar. Harga minyak mentah, gas, diesel, dan ongkos angkut yang lebih tinggi menaikkan biaya penambangan, peleburan, pengiriman, dan produksi pertanian. Karena itu, tekanan energi dapat merembet ke bahan bakar olahan, aluminium, pupuk, sulfur, hingga rantai pasok gandum dan komoditas pangan lain. 17
Persediaan adalah peredam guncangan pasar. Ketika stok komersial, pelepasan cadangan strategis, atau simpanan gas terus berkurang, pembeli tidak lagi mudah mengganti pasokan yang terganggu dengan stok yang sudah tersedia. Mereka harus bersaing mendapatkan pasokan untuk kebutuhan segera—dan harga bisa naik tajam.
Menurut HSBC, semakin lama gangguan Hormuz bertahan, semakin besar persediaan terkuras dan semakin tinggi kemungkinan munculnya titik kritis pada beberapa pasar komoditas. 6 Risiko harga bersifat tidak linear: harga bisa terlihat terkendali selama masih ada stok operasional, tetapi bergerak cepat ketika bantalan itu tidak lagi memadai.
Laporan lain juga menyoroti bahwa cadangan strategis dan persediaan minyak di laut telah membantu menyerap guncangan awal, meski kapasitas penyangga tersebut tidak tanpa batas. 9
Di sisi permintaan, HSBC menilai investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan transisi energi memberi penopang struktural bagi energi dan logam. Pusat data AI membutuhkan listrik, sistem pendinginan, peralatan jaringan, serta transmisi. Sementara itu, kendaraan listrik, energi terbarukan, dan penguatan jaringan listrik membutuhkan material dalam jumlah besar, terutama tembaga dan aluminium. 8
11
Tembaga menjadi sorotan karena pembangunan tambang dan kapasitas pengolahan baru memerlukan waktu panjang, mulai dari perizinan hingga konstruksi. Dalam situasi investasi yang kurang atau proyek yang tertunda, kenaikan permintaan yang tidak terlalu besar pun dapat memicu pergerakan harga yang besar. Rekor harga tembaga terbaru mencerminkan ketatnya pasokan sekaligus ekspektasi tarif. 4
Untuk pertanian, El Niño dan cuaca ekstrem menambah risiko terhadap hasil panen dan logistik. Ketika biaya diesel, pupuk, angkutan, serta pembiayaan naik, guncangan cuaca lebih mudah diteruskan menjadi inflasi pangan. 8
HSBC dilaporkan menaikkan proyeksi kenaikan rata-rata harga komoditas pada 2026 dari 16% menjadi 22%. Revisi itu mencerminkan asumsi bahwa gangguan pasokan lebih persisten dan permintaan lebih kuat daripada perkiraan sebelumnya. 8
Untuk 2027, laporan yang dapat diakses menyebut proyeksi berubah dari penurunan 7% menjadi datar. Artinya, peningkatannya adalah 7 poin persentase terhadap proyeksi sebelumnya, bukan otomatis 14 poin persentase. 8 Ada laporan lain yang menyebut kenaikan 14%, tetapi basis perhitungan atau versi proyeksinya tidak dijelaskan secara memadai.
14
15
Kesimpulannya, dasar utama HSBC adalah kombinasi kenaikan harga yang meluas, model siklus COCCLES, hambatan pasokan lintas jalur pelayaran, persediaan yang menipis, dan permintaan jangka panjang dari AI serta elektrifikasi. Kombinasi tersebut memang membuat pasar lebih rentan terhadap kenaikan harga berkepanjangan—tetapi belum cukup untuk menjamin bahwa super bull akan terus berlangsung tanpa gangguan atau koreksi.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
HSBC menyebut pasar berada dalam fase “super squeeze”: gangguan pasokan terjadi bersamaan dengan permintaan struktural yang kuat dan bantalan persediaan yang menipis.
HSBC menyebut pasar berada dalam fase “super squeeze”: gangguan pasokan terjadi bersamaan dengan permintaan struktural yang kuat dan bantalan persediaan yang menipis. Tembaga LME melampaui US$14.700 per ton, Brent sempat berada di atas US$100 per barel, sementara Bloomberg Commodity Index dilaporkan mencapai level tertinggi 14 tahun.
Model statistik COCCLES HSBC mengindikasikan fase super bull telah berjalan, tetapi itu adalah sinyal berbasis pola harga—bukan kepastian bahwa supercycle akan berlangsung lama.