Pada 2 September 2026, Pengadilan Umum Uni Eropa menolak seluruh gugatan Opera dan mempertahankan keputusan Komisi Eropa yang tidak menetapkan Microsoft Edge sebagai gatekeeper DMA. Putusan menegaskan bahwa ambang kuantitatif DMA bukan penetapan otomatis.
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened when Norwegian browser maker Opera challenged the European Commission’s 2024 decision to exempt Microsoft Edge from the EU’s D. Article summary: Opera lost: on 2 September 2026, the EU General Court dismissed its challenge in full and upheld the Commission’s February 2024 decision not to designate Microsoft’s Edge browser a DMA “gatekeeper.” Edge therefore remain. Topic tags: general, government, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Opera gagal memaksa Microsoft Edge masuk ke rezim ketat Digital Markets Act (DMA) Uni Eropa. Pada 2 September 2026, Pengadilan Umum Uni Eropa menolak gugatan Opera Norway secara keseluruhan dan menguatkan keputusan Komisi Eropa pada Februari 2024 untuk tidak menetapkan Microsoft sebagai gatekeeper bagi layanan browser Edge. 1
Bagi pengguna, istilah gatekeeper dapat dipahami sebagai platform digital besar yang menjadi pintu masuk penting bagi bisnis untuk menjangkau pengguna. Status tersebut membawa sejumlah kewajiban khusus dalam DMA, aturan Uni Eropa yang dirancang untuk membatasi praktik tidak adil oleh platform digital berpengaruh besar.
Kasus Edge menegaskan satu hal penting: memenuhi kriteria angka dalam DMA tidak serta-merta membuat sebuah layanan ditetapkan sebagai gatekeeper.
DMA memang menciptakan praduga berdasarkan ambang kuantitatif. Namun, praduga itu dapat dibantah. Komisi Eropa menyimpulkan bahwa Edge bukanlah jalur penting bagi pengguna bisnis untuk menjangkau pengguna akhir, walaupun Microsoft memenuhi ambang angka yang ditetapkan untuk browser tersebut. 1
Pengadilan setuju bahwa Komisi boleh melihat posisi Edge di dunia nyata, bukan hanya angka ambang. Dalam penilaiannya, Komisi dapat mengandalkan skala penggunaan Edge yang rendah serta membandingkannya dengan browser lain untuk mengukur seberapa penting Edge sebagai sarana bisnis menjangkau pengguna. 1
Komisi juga mempertimbangkan tingkat kendali mandiri Microsoft atas sejumlah fitur utama layanan browser, mengingat Edge memakai mesin browser Blink. Selain itu, integrasi Edge dengan ekosistem Microsoft—termasuk pemasangan awal di Windows dan promosi—dinilai belum membuktikan bahwa browser tersebut memiliki posisi cukup penting sebagai gerbang antara bisnis dan pengguna. 1
Opera berpendapat Komisi telah keliru menerapkan kriteria DMA saat menerima bantahan Microsoft terhadap praduga yang timbul dari ambang kuantitatif. Secara khusus, Opera menggugat kesimpulan bahwa Edge bukan gerbang penting bagi pengguna bisnis untuk mencapai pengguna akhir.
Namun, Pengadilan Umum menolak argumen itu. Menurut hakim, Komisi berhak menilai penggunaan aktual Edge dan membandingkannya dengan browser pesaing. Kedua faktor tersebut relevan untuk menentukan arti penting praktis sebuah browser sebagai jalur akses bisnis ke pengguna. 1
Artinya, ambang angka dalam DMA bukan pengganti bagi pengujian substantif. Sebuah layanan bisa saja melewati patokan kuantitatif, tetapi tetap tidak ditetapkan sebagai gatekeeper apabila bukti yang ada cukup kuat untuk menunjukkan bahwa perannya sebagai gerbang tidak signifikan.
Pengadilan menyatakan Microsoft telah mengajukan argumen yang cukup didukung untuk menunjukkan bahwa Edge bukan gerbang penting menurut DMA. 1
Kesimpulan ini penting bagi sengketa penetapan gatekeeper berikutnya. Komisi dapat menerima bukti dari perusahaan untuk membantah praduga DMA apabila bukti tersebut secara langsung menjelaskan peran nyata layanan dalam menghubungkan bisnis dan pengguna akhir.
Untuk Edge, konteks yang dinilai mencakup:
Putusan ini bukan berarti ambang kuantitatif DMA tidak penting. Sebaliknya, putusan tersebut menegaskan bahwa aturan DMA membuka ruang bagi penilaian kontekstual ketika perusahaan dapat menyajikan bukti yang membantah praduga tersebut.
Putusan Pengadilan Umum mempertahankan keleluasaan Komisi Eropa untuk membuat penilaian berbasis bukti dalam pasar platform digital yang kompleks secara teknis maupun komersial. Namun, keputusan Komisi tetap dapat diuji di pengadilan: Opera dapat menggugat keputusan non-penetapan itu, tetapi hakim tidak menemukan kesalahan substantif dalam analisis Komisi. 1
Bagi perusahaan yang ingin menggugat penetapan gatekeeper—atau keputusan untuk tidak menetapkan suatu layanan—persoalan utamanya bukan semata apakah ambang angka telah terlampaui. Pertanyaan yang lebih menentukan ialah apakah Komisi telah menilai secara tepat arti penting nyata layanan itu sebagai penghubung antara bisnis dan pengguna.
Perkara Edge ini melanjutkan sejarah panjang konflik persaingan browser antara Opera dan Microsoft. Pada Desember 2007, Opera mengadukan praktik Microsoft yang membundel Internet Explorer dengan Windows kepada Komisi Eropa. Sengketa itu berujung pada komitmen pilihan browser, yang dimaksudkan agar pengguna diberi layar untuk memilih browser.
Microsoft kemudian didenda €561 juta pada 2013 karena tidak mematuhi komitmen tersebut. 4
Meski melibatkan pihak yang sama, dua perkara ini membahas isu hukum yang berbeda. Sengketa lama berfokus pada perilaku Microsoft terkait Windows dan pilihan browser. Sementara itu, litigasi Edge berpusat pada uji penetapan dalam DMA: apakah Edge, dalam posisi pasarnya saat ini, cukup penting sebagai gerbang bisnis-ke-pengguna untuk memicu kewajiban gatekeeper. 1
4
Untuk saat ini, jawabannya adalah tidak. Edge tetap berada di luar kewajiban DMA yang melekat pada penetapan gatekeeper untuk layanan browser tersebut. 1
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 2 September 2026, Pengadilan Umum Uni Eropa menolak seluruh gugatan Opera dan mempertahankan keputusan Komisi Eropa yang tidak menetapkan Microsoft Edge sebagai gatekeeper DMA.
Pada 2 September 2026, Pengadilan Umum Uni Eropa menolak seluruh gugatan Opera dan mempertahankan keputusan Komisi Eropa yang tidak menetapkan Microsoft Edge sebagai gatekeeper DMA. Putusan menegaskan bahwa ambang kuantitatif DMA bukan penetapan otomatis. Skala penggunaan Edge yang rendah, perbandingannya dengan browser pesaing, kendali teknis, serta dampak nyata integrasi ekosistem dapat diperhi...
Perkara ini berbeda dari sengketa Opera pada 2007 soal Internet Explorer dan Windows, yang berujung denda €561 juta bagi Microsoft pada 2013 karena tidak mematuhi komitmen pilihan browser.