Jaksa federal AS menuduh William Sarris, pendiri Linqto, menjalankan skema yang menghimpun lebih dari US$450 juta dari lebih dari 13.000 pelanggan melalui investasi saham pra IPO dengan harga yang diduga dinaikkan sec... Joseph Endoso, mantan CEO yang menggantikan Sarris, telah mengaku bersalah atas keterlibatannya...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 TerraGambar dibuat dengan GPT Image 2
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the allegations, charges, guilty plea, investor impact, and bankruptcy developments in the U.S. case against former Linqto CEOs Wil. Article summary: Federal prosecutors allege that Linqto founder William Sarris orchestrated a years long scheme that caused more than 13,000 customers to invest over $450 million in purported pre IPO securities at materially inflated, un. Topic tags: general web, workflow, regulation, growth, startups. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks,
Jaksa federal Amerika Serikat menuduh William Sarris, pendiri Linqto, mengarahkan skema bertahun-tahun yang membuat lebih dari 13.000 pelanggan menanamkan lebih dari US$450 juta pada sekuritas perusahaan privat yang dipasarkan sebagai peluang pra-IPO (pre-initial public offering). Menurut jaksa, harga yang dibayar pelanggan dinaikkan secara material tanpa pengungkapan memadai. Tuduhan terhadap Sarris ini belum merupakan putusan bersalah. Sementara itu, mantan CEO Joseph Endoso telah mengaku bersalah dan dilaporkan bekerja sama dengan jaksa. 1
3
Linqto merupakan platform daring yang menawarkan kepentingan investasi terkait saham perusahaan privat sebelum perusahaan tersebut melantai di bursa. Dalam pasar seperti ini, investor umumnya membeli eksposur terhadap saham yang belum diperdagangkan bebas di bursa efek, sehingga transparansi harga dan struktur kepemilikan menjadi sangat penting.
Jaksa menyatakan bahwa sejak setidaknya 2020 hingga 2025, Sarris menyesatkan pelanggan mengenai harga yang dibayar Linqto untuk memperoleh sekuritas dan harga yang kemudian dibebankan kepada pelanggan. 1
2
Inti dakwaannya: Linqto diduga menggambarkan harga kepada pelanggan sebagai “harga pasar” atau mencerminkan valuasi terkini, tetapi menyembunyikan biaya perolehan sendiri serta menerapkan markup—selisih kenaikan harga—yang dalam beberapa transaksi melampaui 200%. 1
2
Jaksa juga menuduh Sarris menciptakan kesan kelangkaan buatan dan memanipulasi cara nilai sekuritas perusahaan privat disajikan kepada pelanggan. Tujuannya, menurut dakwaan, agar peluang investasi itu tampak lebih bernilai dan lebih sulit diperoleh daripada keadaan sebenarnya. 1
2
Dengan demikian, dugaan kerugiannya bukan semata-mata karena investor membeli aset privat yang memang berisiko. Persoalan yang diajukan jaksa adalah bahwa investor diduga membayar harga yang telah terdistorsi oleh markup tersembunyi dan representasi harga yang tidak benar. Angka US$450 juta adalah jumlah dana yang menurut jaksa dihimpun dari lebih dari 13.000 investor; angka itu belum tentu merupakan perhitungan akhir kerugian ataupun restitusi yang akan ditetapkan pengadilan. 1
3
Menurut ringkasan dakwaan, Sarris diduga menggunakan atau mengarahkan transaksi atas posisi investasi yang telah dialokasikan kepada pelanggan demi menghasilkan pendapatan dan memenuhi target pendapatan Linqto, bukan semata-mata memperlakukan posisi tersebut sebagai investasi milik pelanggan. 2
Teori penuntutan menyebut kontrol platform atas kendaraan investasi tujuan khusus (special-purpose vehicles/SPV) dan kepentingan pelanggan memungkinkan timbulnya biaya atau pendapatan transaksi dari kepemilikan pelanggan. Jaksa berpendapat tindakan itu tidak sejalan dengan informasi yang telah diberikan kepada pelanggan mengenai harga dan kepemilikan mereka. 1
2
Sumber yang tersedia menegaskan bahwa produk Linqto berkaitan dengan sekuritas perusahaan privat atau pra-IPO. Namun, sumber tersebut tidak cukup andal untuk menyusun daftar lengkap semua perusahaan penerbit atau perusahaan portofolio yang terkait dengan perkara ini.
Sejumlah pemberitaan mengenai gugatan pelanggan setelah kebangkrutan menyebut Ripple sebagai salah satu perusahaan privat yang dicari investor melalui platform Linqto. Namun, tidak tepat untuk menyajikan Ripple—atau perusahaan lain—sebagai daftar resmi dan lengkap objek dakwaan tanpa merujuk langsung pada dakwaan lengkap atau daftar aset dalam berkas kepailitan. 3
Pada September 2026, Kantor Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York mengumumkan dakwaan pidana terkait penipuan terhadap Sarris. 1
Endoso, yang kemudian menggantikan Sarris sebagai CEO, mengaku bersalah atas perannya dalam skema tersebut, menurut pengumuman Departemen Kehakiman AS. 1 Reuters melaporkan bahwa Endoso bekerja sama dengan jaksa. Pengacara Sarris menyatakan kliennya tidak bersalah dan berniat melawan dakwaan itu.
3
Sarris tetap berhak atas asas praduga tak bersalah. Dakwaan atau surat tuntutan bukanlah vonis, dan kesalahannya harus dibuktikan di pengadilan.
Proses pailit Linqto terpisah dari perkara pidana terhadap para mantan eksekutifnya, meski dugaan perilaku historis tersebut menjadi latar penting bagi keduanya. Chapter 11 adalah mekanisme restrukturisasi di bawah pengawasan pengadilan AS yang menangani aset, kewajiban, klaim pelanggan/investor, dan potensi pemulihan perusahaan. Perkara pidana, sebaliknya, menentukan tanggung jawab pidana individu. 3
7
Persetujuan rencana Chapter 11 tidak berarti investor pasti menerima pengembalian penuh. Nilai pemulihan pada akhirnya bergantung pada aset harta pailit, perlakuan klaim dalam rencana, hasil litigasi, serta kemungkinan restitusi atau penyitaan aset di kemudian hari. Bukti yang tersedia menunjukkan pemulihan bagi pihak terdampak merupakan tujuan proses tersebut, tetapi tidak menetapkan persentase pengembalian yang pasti. 7
Secara garis besar, manajemen Linqto setelah era Sarris dan harta pailit perusahaan menempuh restrukturisasi yang diawasi pengadilan setelah menemukan potensi masalah kepatuhan. Sarris melawan tuduhan pidana, sedangkan Endoso telah mengakui kesalahan. 3
7
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Jaksa federal AS menuduh William Sarris, pendiri Linqto, menjalankan skema yang menghimpun lebih dari US$450 juta dari lebih dari 13.000 pelanggan melalui investasi saham pra IPO dengan harga yang diduga dinaikkan sec...
Jaksa federal AS menuduh William Sarris, pendiri Linqto, menjalankan skema yang menghimpun lebih dari US$450 juta dari lebih dari 13.000 pelanggan melalui investasi saham pra IPO dengan harga yang diduga dinaikkan sec... Joseph Endoso, mantan CEO yang menggantikan Sarris, telah mengaku bersalah atas keterlibatannya dalam skema tersebut; Sarris membantah tuduhan dan akan melawannya di pengadilan.
Linqto mengajukan perlindungan pailit Chapter 11 pada Juli 2025. Persetujuan rencana restrukturisasi tidak menjamin seluruh investor akan mendapat pengembalian penuh.