Netanyahu mengatakan serangan dari Teheran ke Israel bisa menjadi “salah satu keputusan terakhir mereka”, sebuah peringatan penangkalan terhadap kemungkinan serangan balasan Iran. Pernyataan itu disampaikan ketika Operasi Roaring Lion milik Israel dan Operation Epic Fury milik Amerika Serikat telah berubah menjadi k...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu say during his September 2026 visit to the Afiki Daat Hesder Yeshiva in Sderot about Iran. Article summary: Netanyahu said that a Tehran attack on Israel could be “one of their last decisions.” It was a deterrent threat: Israel was signaling that any renewed Iranian retaliation would bring a potentially regime threatening Isra. Topic tags: general web, prompt engineering, ai, workflow, security. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, waterma
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa serangan dari Teheran terhadap Israel bisa menjadi “salah satu keputusan terakhir mereka.” Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi Afikei Daat Hesder Yeshiva di Sderot pada September 2026. 1
Kalimat tersebut merupakan pesan penangkalan. Netanyahu menyiratkan bahwa jika Iran kembali menyerang, Israel dapat merespons dengan tindakan yang mengancam keberlangsungan rezim di Teheran. Namun, sumber yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci bentuk respons yang dimaksud.
Pernyataan Netanyahu datang ketika konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran kembali memanas. Kampanye gabungan yang dimulai pada 28 Februari 2026 dikenal sebagai Operation Roaring Lion oleh Israel dan Operation Epic Fury oleh AS. Serangan awal menyasar kepemimpinan Iran, fasilitas terkait nuklir, infrastruktur rudal balistik, pertahanan udara, serta pusat komando militer. 2
Setelah sekitar satu bulan tanpa aksi militer besar, pasukan AS mengatakan mereka melakukan tindakan terbatas terhadap persiapan peluncuran roket Iran dan dugaan penempatan ranjau di sekitar Selat Hormuz. Iran kemudian meluncurkan rudal dan drone, termasuk ke arah posisi-posisi AS di Yordania. 3
4
Dalam konteks itu, ucapan Netanyahu dapat dibaca sebagai upaya untuk:
Namun, perkembangan tersebut juga memperlihatkan bahwa strategi penangkalan belum mengakhiri konflik. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan tetap meningkatkan risiko salah perhitungan serta perluasan perang.
Dalam pernyataannya, Netanyahu juga menekankan bahwa Israel masih memiliki jangkauan operasional di Gaza. Ia merujuk pada operasi 1 September di Kota Gaza, ketika pasukan khusus Israel menangkap kepala aparat keamanan internal Hamas.
Menurut Netanyahu, pejabat tersebut terlibat dalam upaya memulihkan pemerintahan Hamas di Gaza dan menutupi ketidakpatuhan terhadap proses demiliterisasi. 5 Laporan lain menyebut serangan udara yang digunakan untuk mendukung penarikan pasukan Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, berdasarkan keterangan otoritas kesehatan setempat.
6
Netanyahu juga menjadikan tewasnya sejumlah tokoh Hamas dan Hizbullah—termasuk Yahya Sinwar, Mohammed Deif, dan Hassan Nasrallah—sebagai bagian dari argumen bahwa Israel telah melemahkan jaringan yang bersekutu dengan Iran.
Materi yang tersedia belum memberikan dasar independen untuk mengonfirmasi angka 10.800 serangan Israel, 28 pemimpin senior Iran yang tewas, atau karakterisasi bahwa tujuan utama kampanye tersebut adalah perubahan rezim. Angka dan klaim itu sebaiknya diperlakukan sebagai belum terverifikasi kecuali didukung oleh sumber militer atau pemerintah utama, atau oleh laporan independen yang saling menguatkan.
Hal serupa berlaku untuk sejumlah klaim lain yang disebut dalam pertanyaan, termasuk harga minyak sekitar 120 dolar AS per barel, penilaian IMF mengenai dampak perang dan optimisme AI, kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Mesir, peringatan perjalanan terbaru Departemen Luar Negeri AS, memorandum Islamabad pada 18 Juni, ketegangan Turki-Israel, serta perdebatan kebijakan nuklir di Iran. Bukti yang tersedia belum cukup untuk memasukkan hal-hal tersebut sebagai fakta yang telah dipastikan.
Konsekuensi strategis yang paling jelas saat ini adalah meningkatnya risiko eskalasi di sekitar Selat Hormuz dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Pertempuran kembali terjadi meskipun Washington sebelumnya tampak bergeser ke tekanan ekonomi dan rencana sanksi sekunder, alih-alih melancarkan eskalasi militer besar lainnya. 7
Dengan demikian, arah konflik masih belum pasti. Amerika Serikat dan Israel dapat memilih serangan balasan terbatas untuk mempertahankan penangkalan, mengambil risiko perang yang lebih luas, atau mengandalkan sanksi dan tekanan ekonomi untuk menaikkan biaya bagi Teheran. Peringatan Netanyahu di Sderot menunjukkan bahwa opsi militer tetap menjadi bagian penting dari strategi tersebut—tetapi belum membuktikan bahwa konflik akan segera berakhir.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Netanyahu mengatakan serangan dari Teheran ke Israel bisa menjadi “salah satu keputusan terakhir mereka”, sebuah peringatan penangkalan terhadap kemungkinan serangan balasan Iran.
Netanyahu mengatakan serangan dari Teheran ke Israel bisa menjadi “salah satu keputusan terakhir mereka”, sebuah peringatan penangkalan terhadap kemungkinan serangan balasan Iran. Pernyataan itu disampaikan ketika Operasi Roaring Lion milik Israel dan Operation Epic Fury milik Amerika Serikat telah berubah menjadi konflik berkepanjangan tanpa hasil akhir yang jelas.
Pertempuran kembali pecah setelah jeda sekitar satu bulan. Amerika Serikat menyerang sasaran pertahanan udara, radar, aset maritim, dan kemampuan peletakan ranjau Iran, lalu Iran meluncurkan rudal dan drone ke sejumla...