Direct Drive berpendapat bahwa masalah komersial pertama robot bukan hanya kemampuan berpikir, melainkan kemampuan mencapai lokasi tempat pekerjaan dan pengumpulan data berlangsung. Robot yang tidak mampu melewati ambang, trotoar, tangga, tanjakan, atau tanah berlumpur tidak akan bisa mengumpulkan data interaksi fis...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How does Chinese startup Direct Drive argue that the main bottleneck for embodied AI and general purpose robots is not intelligence but phys. Article summary: Direct Drive’s thesis is that a robot’s first commercial problem is not merely “thinking,” but getting its body into the places where work and data collection occur.. Topic tags: general web, llm, ai, workflow, productivity. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and ti
Bagi Direct Drive, robot serbaguna tidak akan menjadi benar-benar serbaguna hanya karena memiliki model AI yang lebih pintar. Robot itu terlebih dahulu harus mampu hadir di tempat pekerjaan berlangsung.
Gagasan ini menempatkan kemampuan bergerak sebagai “izin masuk fisik” ke dunia nyata. Jika robot tidak dapat melewati ambang pintu, trotoar yang rusak, tanjakan, tangga, tanah berlumpur, atau transisi antara ruang dalam dan luar, maka data interaksi fisik dari lokasi tersebut tidak akan pernah terkumpul. Model AI yang lebih baik tidak dapat menggantikan kemampuan untuk mencapai lokasi itu. 6
7
Lingkungan sehari-hari jauh dari kondisi ideal seperti lantai datar dan jalur yang sudah dirancang khusus. Di lapangan, robot dapat berhadapan dengan:
Menurut Direct Drive, robot beroda konvensional kerap tidak mampu menjangkau lokasi semacam itu. Akibatnya, bukan hanya layanan yang gagal diberikan, tetapi data interaksi fisik yang dibutuhkan untuk melatih sistem embodied AI juga tidak dapat dikumpulkan. 6
Argumen ini menggeser fokus dari persoalan “seberapa pintar otak robot” ke pertanyaan tentang tubuh atau wahana pembawanya. Simulasi tetap memiliki keterbatasan, sementara robot yang tidak pernah masuk ke suatu lingkungan tidak dapat belajar dari lingkungan tersebut—atau menjalankan layanan di sana. 6
7
Karena itu, Direct Drive tidak mengutamakan pendekatan yang memaksa lingkungan menyesuaikan diri dengan robot, misalnya melalui jalur khusus, marka, ramp permanen, atau area operasi yang sangat dibatasi. Ambisinya adalah membuat robot yang dapat beradaptasi dengan lingkungan buatan manusia.
Ini merupakan tesis strategis perusahaan, bukan konsensus yang sudah diterima seluruh industri. Embodied AI tetap bergantung pada manipulasi, keselamatan, persepsi, komputasi, kualitas data, biaya, dan keandalan. Secara umum, embodied AI merujuk pada sistem yang mampu merasakan lingkungan, mengambil keputusan, lalu memengaruhi lingkungan secara fisik melalui aktuator. 3
Roda unggul dalam efisiensi energi, kecepatan, dan pengoperasian di lantai atau jalan yang mulus. Namun, roda murni memiliki keterbatasan ketika menghadapi tinggi anak tangga, celah, permukaan lepas, serta medan yang tidak rata. 6
Kaki lebih mampu melewati rintangan dan menyesuaikan pijakan. Konsekuensinya, sistem berkaki umumnya memerlukan energi, pengendalian, dan biaya yang lebih besar untuk perjalanan rutin jarak jauh. Materi Direct Drive menggambarkan mobilitas berkaki sebagai pilihan yang kurang efisien dan kurang mudah diskalakan dibandingkan mobilitas beroda. 5
Robot roda-kaki mencoba menjadikan menggelinding sebagai mode utama, lalu memanfaatkan kaki berartikulasi ketika medan menuntut kemampuan tambahan. Kaki dapat digunakan untuk:
NVIDIA menggambarkan TITA dengan cara serupa: robot ini menggabungkan kecepatan dan kelincahan roda dengan kemampuan adaptasi kaki melalui sendi direct-drive dan teknologi penggerak motor hub. 4
Secara praktis, desain ini ditujukan agar robot dapat melewati pembatas jalan, permukaan tidak rata, dan tanjakan tanpa harus menghentikan pekerjaan atau mengubah rute. Pendekatan tersebut juga menjelaskan mengapa Direct Drive membayangkan robot rumah tangga dapat memasuki rumah dengan cara “menggelinding” terlebih dahulu, alih-alih langsung meniru pola berjalan humanoid sepenuhnya.
Motor hub direct-drive menggerakkan roda secara langsung. Sementara itu, motor sendi direct-drive atau quasi-direct-drive menyediakan torsi tinggi dan respons cepat yang dibutuhkan untuk mengubah postur, melangkah, serta melewati rintangan. 4
Dengan menghilangkan atau mengurangi komponen transmisi konvensional, rancangan ini ditujukan untuk meningkatkan kendali torsi dan respons gerak seketika. Namun, ada konsekuensinya: motor, sistem termal, kendali, dan struktur robot harus cukup kuat untuk menangani beban yang muncul.
Dalam arsitektur seperti ini, AI tetap berperan memilih serta merencanakan gerakan. Akan tetapi, perangkat keras direct-drive menentukan apakah gerakan tersebut dapat dilakukan secara fisik di medan yang tidak beraturan. Di situlah letak inti argumen Direct Drive bahwa persoalan embodiment tidak bisa diselesaikan oleh perangkat lunak saja.
Perkembangan produk Direct Drive memperlihatkan upaya bertahap untuk memperluas kemampuan gerak roda-kaki.
Xingtian, atau Xing Tian, diperkenalkan pada 2021 sebagai robot roda-kaki dua roda direct-drive komersial pertama Direct Drive. Produk ini diposisikan sebagai pembuktian awal bahwa bodi roda-kaki dapat menjangkau lebih banyak medan dibandingkan sasis beroda konvensional. 7
TITA hadir pada 2023 sebagai platform bipedal beroda dengan delapan derajat kebebasan. Robot ini membawa sistem sendi direct-drive yang lebih mampu serta arsitektur perangkat keras dan perangkat lunak yang ditujukan untuk pengembangan. 5
Direct Drive menyebut TITA memiliki delapan aktuator quasi-direct-drive, torsi puncak 120 N·m, delapan derajat kebebasan, baterai hot-swappable, akses ke kernel Linux dan API, serta dukungan ROS 2. 5
Konfigurasi sensor dan AI-nya mencakup NVIDIA Jetson Orin NX 16 GB dengan komputasi yang diklaim mencapai 100 TOPS, sensor ultrasonik, sensor SPAD, dan kamera binokular. Rel pada bagian atas tubuh memungkinkan pemasangan aksesori secara modular. 4
5
Platform ini dirancang untuk inspeksi, logistik, pertanian, dan riset. Pabrikan juga mengklaim TITA memiliki penghindaran rintangan aktif, penyesuaian postur, ketahanan terhadap jatuh, dan kemampuan pemulihan mandiri. 4
5
D1, yang diperkenalkan pada 2025, membawa modularitas lebih jauh. Platform ini dapat menggabungkan beberapa unit robot dan beralih antara konfigurasi roda-kaki dua roda serta konfigurasi merangkak empat roda yang menyerupai robot berkaki empat. 5
Spesifikasi yang dikutip Direct Drive menyebut kemampuan melewati rintangan setinggi maksimum 70 sentimeter dan membawa muatan hingga 100 kilogram dalam mode merangkak. D1 dirancang sebagai arsitektur multiunit yang dapat dikonfigurasi, bukan satu bentuk tubuh yang permanen. 5
Nilainya bukan semata-mata pada tambahan kapasitas angkut. Konfigurasi tunggal dapat diprioritaskan untuk mobilitas perkotaan yang ringkas serta akses ke tangga dan trotoar. Ketika beberapa unit digabungkan menjadi susunan empat roda yang lebih rendah, robot dapat mengutamakan kestabilan, daya angkut, dan kemampuan menghadapi medan yang lebih berat.
Direct Drive menggunakan penerapan produk dan pengiriman komponennya sebagai indikasi bahwa teknologi mobilitas direct-drive tidak berhenti di laboratorium. Namun, angka penggunaan berskala besar dan label seperti “yang pertama di dunia” sebagian besar berasal dari klaim perusahaan atau prospektus, sehingga perlu dibaca secara hati-hati. 5
7
Urutan Xingtian, TITA, hingga D1 menunjukkan perkembangan dari pembuktian mobilitas roda-kaki, menuju platform yang kaya sensor dan terbuka bagi pengembang, lalu menuju robot yang dapat menyesuaikan bentuk serta kapasitasnya dengan tugas. 5
7
Dari sini, urutan kerja yang ditawarkan Direct Drive adalah:
Dengan kata lain, perusahaan ini menilai akses fisik harus diselesaikan sebelum cakupan bisnis dapat diperluas. Kecerdasan tetap penting, tetapi kecerdasan itu baru memiliki nilai di dunia nyata jika robot mampu membawa dirinya sendiri ke tempat yang membutuhkan.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Direct Drive berpendapat bahwa masalah komersial pertama robot bukan hanya kemampuan berpikir, melainkan kemampuan mencapai lokasi tempat pekerjaan dan pengumpulan data berlangsung.
Direct Drive berpendapat bahwa masalah komersial pertama robot bukan hanya kemampuan berpikir, melainkan kemampuan mencapai lokasi tempat pekerjaan dan pengumpulan data berlangsung. Robot yang tidak mampu melewati ambang, trotoar, tangga, tanjakan, atau tanah berlumpur tidak akan bisa mengumpulkan data interaksi fisik dari lingkungan tersebut.
Desain roda kaki berupaya menggabungkan efisiensi roda dengan kemampuan kaki untuk mengangkat, melangkah, menjaga keseimbangan, dan menyesuaikan postur.