BlackRock menyarankan alokasi Bitcoin sebesar 1%–2% yang diambil dari porsi saham dalam portofolio tradisional 60/40. Analisis historisnya menunjukkan alokasi 2% meningkatkan rasio Sharpe menjadi 0,96 dari 0,81, sementara penurunan maksimum relatif serupa: sekitar −20,9% dibandingkan −20,3%.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did BlackRock’s late-August report, “Re-Underwriting Bitcoin: Still a Portfolio Diversifier,” recommend regarding Bitcoin’s allocation. Article summary: BlackRock’s core message was not to make Bitcoin a large holding: it advocated a measured 1–2% allocation, funded from the equity sleeve of a conventional 60/40 stock-bond portfolio. Its back-test found that this modest . Topic tags: general, general web, user generated, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermark
Dalam laporan terbaru berjudul Re-Underwriting Bitcoin: Still a Portfolio Diversifier After the Pullback?, BlackRock tidak menganjurkan porsi kripto yang besar. Rekomendasinya tetap terbatas: alokasikan 1%–2% dari portofolio tradisional 60/40 ke Bitcoin, dengan dana yang diambil dari porsi saham. 6
Portofolio 60/40 biasanya terdiri dari 60% saham dan 40% obligasi. Dengan memasukkan Bitcoin, komposisinya kira-kira menjadi 59% saham, 40% obligasi, dan 1% Bitcoin. Untuk alokasi 2%, porsinya menjadi sekitar 58% saham, 40% obligasi, dan 2% Bitcoin. 6
9
Pilihan untuk mengurangi porsi saham, bukan obligasi, mencerminkan karakter Bitcoin yang masih sangat volatil. Dengan bobot kecil, dampaknya terhadap risiko total portofolio dapat dibatasi, tetapi investor tetap memperoleh eksposur terhadap potensi kenaikan jangka panjang yang besar. 6
Analisis bergulir selama 10 tahun yang diperbarui BlackRock menunjukkan bahwa alokasi Bitcoin dalam jumlah kecil secara historis meningkatkan imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko pada portofolio 60/40 berbasis Amerika Serikat.
Untuk porsi Bitcoin sebesar 2%, hasil yang dilaporkan adalah:
Temuan tersebut menjadi dasar argumen BlackRock bahwa Bitcoin dapat menambah potensi imbal hasil tanpa meningkatkan penurunan maksimum portofolio secara sebanding—selama bobotnya tetap kecil. Namun, angka ini berasal dari back-test historis, bukan jaminan kinerja di masa depan.
Persentase dana yang dialokasikan ke Bitcoin tidak sama dengan kontribusinya terhadap volatilitas portofolio. Karena pergerakan harga Bitcoin secara historis jauh lebih besar daripada saham maupun obligasi, alokasi 1%–2% tetap dapat menyumbang bagian risiko yang tidak proporsional. 6
Manfaat potensialnya berasal dari korelasi Bitcoin dengan aset tradisional yang relatif terbatas dan tidak selalu stabil. Salah satu ringkasan riset BlackRock menyebut korelasi rata-rata Bitcoin dengan indeks S&P 500 selama 10 tahun sekitar 0,18. 3
Jika hubungan suatu aset dengan saham dan obligasi tidak terlalu kuat, porsi kecil dapat membantu diversifikasi. Syaratnya, investor harus mampu menerima perubahan harga yang tajam. Bitcoin juga dapat bergerak searah dengan aset berisiko ketika terjadi aksi jual paksa atau pengurangan leverage di pasar. 6
16
Inilah ketidakseimbangan yang ditekankan BlackRock: modal yang ditempatkan memang dibatasi oleh alokasi kecil, sementara potensi kenaikannya bisa besar jika adopsi Bitcoin dan tesisnya sebagai alternatif moneter terus berkembang. Potensi tersebut tetap tidak pasti.
BlackRock menggambarkan Bitcoin sebagai alternatif moneter global yang masih berkembang dan kemungkinan lindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang fiat. Argumen ini bertumpu pada pasokan Bitcoin yang dibatasi oleh kode, meningkatnya akses institusional, serta pertumbuhan produk investasi yang teregulasi. 3
6
Kerangka tersebut tidak berarti Bitcoin selalu mengikuti inflasi dalam jangka pendek. Bahkan, BlackRock tidak memosisikannya sebagai aset berisiko rendah atau lindung nilai inflasi yang dapat diandalkan setiap saat.
Bagi BlackRock, koreksi besar baru-baru ini lebih tepat dipandang sebagai alasan untuk meninjau ulang ukuran posisi dan struktur pasar, bukan bukti pasti bahwa Bitcoin telah kehilangan fungsi diversifikasinya. Kesimpulan praktisnya tetap hati-hati: investor dengan horizon panjang dapat mempertimbangkan eksposur, tetapi porsinya perlu terukur.
Produk Bitcoin BlackRock menunjukkan bahwa eksposur terhadap aset ini dapat dibangun dengan pendekatan yang berbeda.
iShares Bitcoin Trust, yang dikenal dengan ticker IBIT, dirancang untuk memberikan eksposur terhadap harga Bitcoin melalui produk yang diperdagangkan di bursa. Bagi investor yang terbiasa menggunakan rekening broker, struktur ini dapat mengurangi kebutuhan untuk mengelola penyimpanan Bitcoin secara langsung dan menangani aspek operasional kustodi sendiri.
Dengan demikian, IBIT merupakan instrumen yang lebih sederhana dan langsung. Tujuan utamanya adalah mencerminkan kinerja harga Bitcoin sebelum biaya dan pengeluaran dana.
iShares Bitcoin Premium Income ETF, dengan ticker BITA, menggunakan pendekatan berbeda. Produk ini berupaya memberikan eksposur terhadap Bitcoin sekaligus menghasilkan pendapatan dari premi opsi melalui strategi covered call yang dikelola secara aktif.
Menurut ringkasan produk BlackRock, BITA menulis opsi covered call atas sekitar 25%–35% aset portofolionya dan menyalurkan pendapatan secara bulanan.
Struktur ini menciptakan pertukaran yang perlu dipahami investor. Premi covered call dapat memberikan pendapatan, tetapi opsi tersebut juga berpotensi membatasi sebagian kenaikan ketika harga Bitcoin melonjak. Karena itu, BITA tidak sama dengan dana yang hanya memberikan eksposur langsung terhadap Bitcoin: investor menukar sebagian potensi kenaikan dengan strategi yang berorientasi pada pendapatan.
Robert Mitchnick, kepala aset digital BlackRock, berpendapat bahwa CLARITY Act lebih tidak krusial bagi Bitcoin dibandingkan bagi segmen lain di pasar kripto. Menurut pandangannya, Bitcoin sudah memiliki tingkat penerimaan regulasi dan jalur investasi institusional yang relatif mapan melalui produk yang diperdagangkan di bursa.
Sebaliknya, DeFi—atau keuangan terdesentralisasi—dan kategori aset digital yang lebih kompleks masih menghadapi ketidakpastian lebih besar terkait klasifikasi, perantara, serta aturan operasional.
Rancangan undang-undang tersebut tetap penting bagi pasar secara luas. Data Congress.gov mencatat bahwa RUU itu telah disahkan oleh House of Representatives, dengan tindakan prosedural di Senat pada 8 Agustus 2026. Reuters kemudian melaporkan bahwa pembahasannya tersendat di Senat, sehingga sebagian kerangka aturan masih berpotensi dibentuk oleh regulator dan prospek legislasi tetap belum pasti. 17
18
Untuk Bitcoin, inti argumen Mitchnick adalah bahwa legislasi tambahan dapat menjadi katalis positif, tetapi bukan prasyarat utama bagi tesis investasi institusionalnya. Bagi DeFi dan aset digital kompleks lainnya, kejelasan aturan mungkin jauh lebih mendasar.
Reli Bitcoin baru-baru ini juga sejalan dengan narasi makro yang disoroti BlackRock. Meningkatnya perhatian terhadap utang Amerika Serikat dan defisit fiskal yang terus berlangsung mendorong sebagian investor melihat Bitcoin dan emas sebagai alternatif terhadap mata uang fiat serta surat utang pemerintah.
Kekhawatiran tersebut menguat setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat memperluas program pembelian kembali obligasi jangka panjang. Reuters melaporkan bahwa harga emas naik lebih dari 3% dan Bitcoin meningkat 13% dalam dua hari setelah pengumuman tersebut. Investor menilai imbal hasil jangka panjang yang ditekan dapat memberi tekanan pada dolar dan menghidupkan kembali kekhawatiran tentang penurunan nilai mata uang.
Kenaikan mingguan Bitcoin juga dilaporkan mencapai sekitar 22%, dengan harga menyentuh kisaran $77.000. CNBC mengaitkan pergerakan itu dengan gabungan intervensi Treasury di pasar obligasi, membaiknya sentimen regulasi, dan pulihnya optimisme investor—bukan satu penyebab mekanis tunggal.
Pembedaan ini penting. Reli tersebut mungkin mencerminkan kembalinya apa yang sering disebut debasement trade, yaitu perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih tahan terhadap pelemahan mata uang. Namun, arus dana ETF, aksi tutup posisi short, kondisi likuiditas, serta ekspektasi kebijakan kripto juga dapat memperkuat kenaikan tersebut.
Narasi Bitcoin sebagai lindung nilai makro dapat meningkatkan permintaan, tetapi tidak mencegah aset ini mengalami penurunan tajam berikutnya.
Pesan BlackRock dapat diringkas menjadi: alokasi kecil, horizon panjang, dan toleransi tinggi terhadap volatilitas.
Jadi, laporan tersebut lebih merupakan argumen untuk eksposur yang terukur daripada ajakan membeli Bitcoin secara membabi buta. BlackRock juga mengingatkan bahwa materinya tidak boleh diperlakukan sebagai riset atau nasihat investasi untuk investor, dana, atau sekuritas tertentu. 15
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
BlackRock menyarankan alokasi Bitcoin sebesar 1%–2% yang diambil dari porsi saham dalam portofolio tradisional 60/40.
BlackRock menyarankan alokasi Bitcoin sebesar 1%–2% yang diambil dari porsi saham dalam portofolio tradisional 60/40. Analisis historisnya menunjukkan alokasi 2% meningkatkan rasio Sharpe menjadi 0,96 dari 0,81, sementara penurunan maksimum relatif serupa: sekitar −20,9% dibandingkan −20,3%.
Bitcoin dipandang sebagai diversifikator strategis jangka panjang dan kemungkinan alternatif moneter, bukan aset berisiko rendah atau lindung nilai inflasi jangka pendek yang andal.