Marcus Weldon mengklaim jumlah peneliti Bell Labs turun dari lebih dari 1.200 menjadi sekitar 600 sejak ia meninggalkan Nokia pada 2021, tetapi angka itu belum dikonfirmasi Nokia secara terbuka. Weldon memprotes penghapusan gelar “Presiden” untuk pimpinan Bell Labs dan pencopotan plakat para pemimpin sebelumnya, yan...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is behind the dispute between former Bell Labs president and Nokia CTO Marcus Weldon and Nokia over the research institution’s future—i. Article summary: The dispute is fundamentally about whether Nokia is hollowing out Bell Labs’ distinctive, long horizon research culture—or modernizing it into a smaller, commercially focused AI and networking research unit.. Topic tags: general web, prompt engineering, ai, workflow, productivity. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, char
Perselisihan antara Marcus Weldon dan Nokia pada dasarnya bukan hanya soal jumlah pegawai atau perubahan gedung. Intinya adalah perbedaan pandangan mengenai seperti apa Bell Labs seharusnya bertahan di era kecerdasan buatan.
Weldon menilai Nokia sedang mengikis budaya riset Bell Labs yang khas—lintas disiplin, berjangka panjang, dan relatif terlindungi dari tekanan komersial jangka pendek. Sebaliknya, Nokia menggambarkan perubahan tersebut sebagai modernisasi: Bell Labs akan dibuat lebih terarah pada AI, jaringan, dan teknologi yang lebih cepat diterapkan ke produk.
Dalam unggahan di LinkedIn pada 26 Agustus, Weldon—yang pernah menjabat presiden Bell Labs sekaligus chief technology officer (CTO) Nokia—menyebut jumlah tenaga riset di Bell Labs kini kira-kira separuh dibandingkan saat ia meninggalkan jabatannya pada 2021. Menurut perhitungannya, jumlah peneliti yang sebelumnya lebih dari 1.200 orang kini mungkin hanya sekitar 600 orang. Ia menyebut penurunan itu “mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya”. 3
4
Namun, angka tersebut merupakan estimasi Weldon dan belum dikonfirmasi secara terbuka oleh Nokia dalam materi yang tersedia. Laporan mengenai pemangkasan pegawai karena itu perlu dibedakan antara klaim mantan pimpinan Bell Labs dan data resmi perusahaan.
Weldon juga mempersoalkan keputusan untuk tidak lagi menggunakan gelar “President” bagi pimpinan Bell Labs—sebutan yang menurutnya telah digunakan selama lebih dari satu abad. Ia turut menuduh perusahaan mencopot plakat yang mengenang para presiden Bell Labs sebelumnya. Bagi Weldon, perubahan simbolis itu menunjukkan adanya keinginan untuk “menghapus” sejarah organisasi. 16
4
Bagi Nokia, perubahan nama jabatan atau tampilan ruang pamer bisa saja terlihat sebagai keputusan administratif. Tetapi bagi Weldon, simbol-simbol tersebut mewakili status dan otonomi Bell Labs di dalam perusahaan.
Bell Labs secara historis bukan sekadar departemen pengembangan produk. Lembaga ini dikenal sebagai tempat fisikawan, matematikawan, ilmuwan komputer, dan insinyur jaringan bekerja bersama untuk menjawab persoalan mendasar yang hasilnya belum tentu menghasilkan produk dalam waktu dekat.
Warisan Bell Labs mencakup transistor, laser, teori informasi, Unix, serta bahasa pemrograman C dan C++. 9
15 Menurut pandangan Weldon, model lintas bidang seperti inilah yang justru dibutuhkan untuk menghadapi AI. Riset dasar, menurutnya, tidak menjadi usang hanya karena perusahaan kini mengejar kecerdasan buatan.
Nokia membantah tudingan bahwa perusahaan sedang merendahkan nilai atau warisan Bell Labs. Dalam tanggapannya, Nokia mengatakan Bell Labs tetap merupakan bagian penting dari perusahaan dan tetap berfokus pada mengubah riset kelas dunia menjadi teknologi yang bernilai komersial serta mampu membentuk industri. 3
Penunjukan Guru Parulkar sebagai pemimpin baru Bell Labs menandai arah yang lebih tegas pada AI, bukan penghentian kegiatan riset. Nokia menyebut lembaga tersebut sedang membuka “babak baru” dengan menggabungkan tim riset untuk mengembangkan sains dan teknologi terobosan bagi era AI. 3
7
Di sinilah kedua pihak menggunakan kata yang sama—relevansi—dengan makna berbeda. Weldon menganggap Bell Labs tetap relevan jika mempertahankan keluasan ilmiah, kemandirian, dan orientasi jangka panjangnya. Nokia melihat relevansi melalui fokus yang lebih tajam pada AI, jaringan 5G/6G, dan penerapan komersial.
Nokia berencana memindahkan kegiatan Bell Labs dari kampus bersejarah di Murray Hill, New Jersey, ke fasilitas baru di New Brunswick pada 2028. Nokia menyebut lokasi tersebut akan menjadi pusat riset dan pengembangan baru di Pantai Timur Amerika Serikat.
Bagi perusahaan, relokasi dapat dipandang sebagai keputusan fasilitas dan operasional. Namun, bagi para pengkritik, perpindahan ke lokasi yang lebih kecil terlihat sebagai bagian dari pola yang sama: jumlah staf berkurang, gelar bersejarah dihapus, plakat dipindahkan, dan pusat lama ditinggalkan.
Belum ada bukti memadai bahwa relokasi itu sendiri pasti akan menurunkan kemampuan riset Bell Labs. Akan tetapi, jika dibaca bersamaan dengan isu kepegawaian dan perubahan organisasi, langkah tersebut mudah dianggap sebagai tanda penyusutan institusional.
Perdebatan tentang Bell Labs juga berlangsung ketika Nokia mengubah arah teknologi jaringan radionya. Perusahaan tersebut menerima investasi senilai 1 miliar dolar AS dari Nvidia dan berencana membangun perangkat lunak radio access network (RAN) masa depan di atas platform CUDA milik Nvidia. GPU akan menjadi bagian penting dari produk 5G dan 6G Nokia, setidaknya pada tahap awal bersama perangkat keras khusus yang sudah ada.
Strategi ini berbeda dari Ericsson, yang masih mengandalkan application-specific integrated circuit (ASIC) atau silikon khusus yang dirancang sendiri untuk strategi RAN-nya.
Pendekatan berbasis GPU dan CUDA dapat membuat jaringan lebih mudah diprogram, mempercepat penerapan AI, serta menghubungkan Nokia dengan ekosistem pengembang Nvidia. Namun, pendekatan itu juga membuat strategi Nokia semakin bergantung pada platform eksternal dan semakin dekat dengan integrasi produk jangka pendek hingga menengah.
Bagi Weldon, arah tersebut berisiko menggeser Bell Labs dari lembaga riset independen menjadi unit yang terutama mendukung platform dan roadmap produk. Bagi Nokia, AI-RAN dan 6G bukan sekadar pekerjaan rekayasa produk, melainkan persoalan riset mutakhir yang layak menjadi fokus Bell Labs.
Penutupan fasilitas riset dan pengembangan teknologi radio Nokia di Hangzhou, China, pada akhir 2026 dilaporkan akan berdampak pada sekitar 1.600 pekerjaan. Laporan lain juga menyebut kemungkinan perubahan di sejumlah lokasi Nokia lainnya di China, tetapi cakupan seluruh langkah tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi perusahaan.
Karena itu, istilah “keluar sepenuhnya dari China” perlu digunakan dengan hati-hati. Bukti yang tersedia mendukung adanya pengurangan besar pada jejak riset dan operasional Nokia di China, tetapi belum cukup untuk memastikan seluruh operasi di negara itu akan dihentikan.
Restrukturisasi tersebut memperkuat kesan bahwa Nokia sedang memusatkan kembali lokasi, biaya, dan keahlian teknologinya. Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan taruhan pada AI, komputasi terakselerasi, dan jaringan generasi mendatang. Bagi pengamat, kombinasi pengurangan di satu sisi dan investasi strategis di sisi lain membuat perdebatan mengenai masa depan Bell Labs semakin tajam.
Kedua pihak sepakat bahwa Bell Labs harus beradaptasi dengan era AI. Perbedaannya terletak pada cara beradaptasi.
Weldon menginginkan Bell Labs yang lebih besar, otonom, berkesinambungan secara historis, dan tetap mencakup banyak disiplin ilmu. Ia melihat peneliti dari berbagai bidang sebagai aset utama untuk menghasilkan terobosan yang belum tentu dapat dipetakan langsung ke produk tertentu.
Nokia memilih model yang lebih terfokus: mengarahkan riset pada AI-RAN, jaringan 6G, dan teknologi yang dapat lebih cepat diterapkan oleh operator. Dalam kerangka ini, Bell Labs bukan ditinggalkan, melainkan diposisikan sebagai mesin inovasi untuk strategi jaringan Nokia berikutnya.
Jadi, sengketanya bukan semata-mata tentang apakah Bell Labs masih ada. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah Bell Labs masih akan menjadi institusi riset dengan visi luas seperti warisannya—atau berubah menjadi laboratorium teknologi yang lebih ramping dan berorientasi pada AI serta produk Nokia.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Marcus Weldon mengklaim jumlah peneliti Bell Labs turun dari lebih dari 1.200 menjadi sekitar 600 sejak ia meninggalkan Nokia pada 2021, tetapi angka itu belum dikonfirmasi Nokia secara terbuka.
Marcus Weldon mengklaim jumlah peneliti Bell Labs turun dari lebih dari 1.200 menjadi sekitar 600 sejak ia meninggalkan Nokia pada 2021, tetapi angka itu belum dikonfirmasi Nokia secara terbuka. Weldon memprotes penghapusan gelar “Presiden” untuk pimpinan Bell Labs dan pencopotan plakat para pemimpin sebelumnya, yang ia anggap sebagai upaya menghapus sejarah lembaga tersebut.
Nokia membantah sedang meremehkan Bell Labs dan mengatakan lembaga itu memasuki babak baru di bawah Guru Parulkar, dengan fokus pada terobosan ilmiah untuk era AI.
Marcus Weldon mengklaim jumlah peneliti Bell Labs turun dari lebih dari 1.200 menjadi sekitar 600 sejak ia meninggalkan Nokia pada 2021, tetapi angka itu belum dikonfirmasi Nokia secara terbuka. Weldon memprotes penghapusan gelar “Presiden” untuk pimpinan Bell Labs dan pencopotan plakat para pemimpin sebelumnya, yan...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is behind the dispute between former Bell Labs president and Nokia CTO Marcus Weldon and Nokia over the research institution’s future—i. Article summary: The dispute is fundamentally about whether Nokia is hollowing out Bell Labs’ distinctive, long horizon research culture—or modernizing it into a smaller, commercially focused AI and networking research unit.. Topic tags: general web, prompt engineering, ai, workflow, productivity. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, char
Perselisihan antara Marcus Weldon dan Nokia pada dasarnya bukan hanya soal jumlah pegawai atau perubahan gedung. Intinya adalah perbedaan pandangan mengenai seperti apa Bell Labs seharusnya bertahan di era kecerdasan buatan.
Weldon menilai Nokia sedang mengikis budaya riset Bell Labs yang khas—lintas disiplin, berjangka panjang, dan relatif terlindungi dari tekanan komersial jangka pendek. Sebaliknya, Nokia menggambarkan perubahan tersebut sebagai modernisasi: Bell Labs akan dibuat lebih terarah pada AI, jaringan, dan teknologi yang lebih cepat diterapkan ke produk.
Dalam unggahan di LinkedIn pada 26 Agustus, Weldon—yang pernah menjabat presiden Bell Labs sekaligus chief technology officer (CTO) Nokia—menyebut jumlah tenaga riset di Bell Labs kini kira-kira separuh dibandingkan saat ia meninggalkan jabatannya pada 2021. Menurut perhitungannya, jumlah peneliti yang sebelumnya lebih dari 1.200 orang kini mungkin hanya sekitar 600 orang. Ia menyebut penurunan itu “mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya”. 3
4
Namun, angka tersebut merupakan estimasi Weldon dan belum dikonfirmasi secara terbuka oleh Nokia dalam materi yang tersedia. Laporan mengenai pemangkasan pegawai karena itu perlu dibedakan antara klaim mantan pimpinan Bell Labs dan data resmi perusahaan.
Weldon juga mempersoalkan keputusan untuk tidak lagi menggunakan gelar “President” bagi pimpinan Bell Labs—sebutan yang menurutnya telah digunakan selama lebih dari satu abad. Ia turut menuduh perusahaan mencopot plakat yang mengenang para presiden Bell Labs sebelumnya. Bagi Weldon, perubahan simbolis itu menunjukkan adanya keinginan untuk “menghapus” sejarah organisasi. 16
4
Bagi Nokia, perubahan nama jabatan atau tampilan ruang pamer bisa saja terlihat sebagai keputusan administratif. Tetapi bagi Weldon, simbol-simbol tersebut mewakili status dan otonomi Bell Labs di dalam perusahaan.
Bell Labs secara historis bukan sekadar departemen pengembangan produk. Lembaga ini dikenal sebagai tempat fisikawan, matematikawan, ilmuwan komputer, dan insinyur jaringan bekerja bersama untuk menjawab persoalan mendasar yang hasilnya belum tentu menghasilkan produk dalam waktu dekat.
Warisan Bell Labs mencakup transistor, laser, teori informasi, Unix, serta bahasa pemrograman C dan C++. 9
15 Menurut pandangan Weldon, model lintas bidang seperti inilah yang justru dibutuhkan untuk menghadapi AI. Riset dasar, menurutnya, tidak menjadi usang hanya karena perusahaan kini mengejar kecerdasan buatan.
Nokia membantah tudingan bahwa perusahaan sedang merendahkan nilai atau warisan Bell Labs. Dalam tanggapannya, Nokia mengatakan Bell Labs tetap merupakan bagian penting dari perusahaan dan tetap berfokus pada mengubah riset kelas dunia menjadi teknologi yang bernilai komersial serta mampu membentuk industri. 3
Penunjukan Guru Parulkar sebagai pemimpin baru Bell Labs menandai arah yang lebih tegas pada AI, bukan penghentian kegiatan riset. Nokia menyebut lembaga tersebut sedang membuka “babak baru” dengan menggabungkan tim riset untuk mengembangkan sains dan teknologi terobosan bagi era AI. 3
7
Di sinilah kedua pihak menggunakan kata yang sama—relevansi—dengan makna berbeda. Weldon menganggap Bell Labs tetap relevan jika mempertahankan keluasan ilmiah, kemandirian, dan orientasi jangka panjangnya. Nokia melihat relevansi melalui fokus yang lebih tajam pada AI, jaringan 5G/6G, dan penerapan komersial.
Nokia berencana memindahkan kegiatan Bell Labs dari kampus bersejarah di Murray Hill, New Jersey, ke fasilitas baru di New Brunswick pada 2028. Nokia menyebut lokasi tersebut akan menjadi pusat riset dan pengembangan baru di Pantai Timur Amerika Serikat.
Bagi perusahaan, relokasi dapat dipandang sebagai keputusan fasilitas dan operasional. Namun, bagi para pengkritik, perpindahan ke lokasi yang lebih kecil terlihat sebagai bagian dari pola yang sama: jumlah staf berkurang, gelar bersejarah dihapus, plakat dipindahkan, dan pusat lama ditinggalkan.
Belum ada bukti memadai bahwa relokasi itu sendiri pasti akan menurunkan kemampuan riset Bell Labs. Akan tetapi, jika dibaca bersamaan dengan isu kepegawaian dan perubahan organisasi, langkah tersebut mudah dianggap sebagai tanda penyusutan institusional.
Perdebatan tentang Bell Labs juga berlangsung ketika Nokia mengubah arah teknologi jaringan radionya. Perusahaan tersebut menerima investasi senilai 1 miliar dolar AS dari Nvidia dan berencana membangun perangkat lunak radio access network (RAN) masa depan di atas platform CUDA milik Nvidia. GPU akan menjadi bagian penting dari produk 5G dan 6G Nokia, setidaknya pada tahap awal bersama perangkat keras khusus yang sudah ada.
Strategi ini berbeda dari Ericsson, yang masih mengandalkan application-specific integrated circuit (ASIC) atau silikon khusus yang dirancang sendiri untuk strategi RAN-nya.
Pendekatan berbasis GPU dan CUDA dapat membuat jaringan lebih mudah diprogram, mempercepat penerapan AI, serta menghubungkan Nokia dengan ekosistem pengembang Nvidia. Namun, pendekatan itu juga membuat strategi Nokia semakin bergantung pada platform eksternal dan semakin dekat dengan integrasi produk jangka pendek hingga menengah.
Bagi Weldon, arah tersebut berisiko menggeser Bell Labs dari lembaga riset independen menjadi unit yang terutama mendukung platform dan roadmap produk. Bagi Nokia, AI-RAN dan 6G bukan sekadar pekerjaan rekayasa produk, melainkan persoalan riset mutakhir yang layak menjadi fokus Bell Labs.
Penutupan fasilitas riset dan pengembangan teknologi radio Nokia di Hangzhou, China, pada akhir 2026 dilaporkan akan berdampak pada sekitar 1.600 pekerjaan. Laporan lain juga menyebut kemungkinan perubahan di sejumlah lokasi Nokia lainnya di China, tetapi cakupan seluruh langkah tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi perusahaan.
Karena itu, istilah “keluar sepenuhnya dari China” perlu digunakan dengan hati-hati. Bukti yang tersedia mendukung adanya pengurangan besar pada jejak riset dan operasional Nokia di China, tetapi belum cukup untuk memastikan seluruh operasi di negara itu akan dihentikan.
Restrukturisasi tersebut memperkuat kesan bahwa Nokia sedang memusatkan kembali lokasi, biaya, dan keahlian teknologinya. Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan taruhan pada AI, komputasi terakselerasi, dan jaringan generasi mendatang. Bagi pengamat, kombinasi pengurangan di satu sisi dan investasi strategis di sisi lain membuat perdebatan mengenai masa depan Bell Labs semakin tajam.
Kedua pihak sepakat bahwa Bell Labs harus beradaptasi dengan era AI. Perbedaannya terletak pada cara beradaptasi.
Weldon menginginkan Bell Labs yang lebih besar, otonom, berkesinambungan secara historis, dan tetap mencakup banyak disiplin ilmu. Ia melihat peneliti dari berbagai bidang sebagai aset utama untuk menghasilkan terobosan yang belum tentu dapat dipetakan langsung ke produk tertentu.
Nokia memilih model yang lebih terfokus: mengarahkan riset pada AI-RAN, jaringan 6G, dan teknologi yang dapat lebih cepat diterapkan oleh operator. Dalam kerangka ini, Bell Labs bukan ditinggalkan, melainkan diposisikan sebagai mesin inovasi untuk strategi jaringan Nokia berikutnya.
Jadi, sengketanya bukan semata-mata tentang apakah Bell Labs masih ada. Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah Bell Labs masih akan menjadi institusi riset dengan visi luas seperti warisannya—atau berubah menjadi laboratorium teknologi yang lebih ramping dan berorientasi pada AI serta produk Nokia.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Marcus Weldon mengklaim jumlah peneliti Bell Labs turun dari lebih dari 1.200 menjadi sekitar 600 sejak ia meninggalkan Nokia pada 2021, tetapi angka itu belum dikonfirmasi Nokia secara terbuka.
Marcus Weldon mengklaim jumlah peneliti Bell Labs turun dari lebih dari 1.200 menjadi sekitar 600 sejak ia meninggalkan Nokia pada 2021, tetapi angka itu belum dikonfirmasi Nokia secara terbuka. Weldon memprotes penghapusan gelar “Presiden” untuk pimpinan Bell Labs dan pencopotan plakat para pemimpin sebelumnya, yang ia anggap sebagai upaya menghapus sejarah lembaga tersebut.
Nokia membantah sedang meremehkan Bell Labs dan mengatakan lembaga itu memasuki babak baru di bawah Guru Parulkar, dengan fokus pada terobosan ilmiah untuk era AI.