Hingga 28 Agustus, otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan 538 orang tewas dan 977 orang hilang; kepolisian kemudian menyebut angka kematian mencapai 553 orang. Lebih dari 500 warga negara asing termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan, termasuk sekitar 90 warga Amerika Serikat.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in the massive flash flood along the Nepal–Tibet border on August 26, 2026—including the reported death toll, numbers of missi. Article summary: The August 26 disaster was a catastrophic, fast-moving flood on the Bhote Koshi/Lhende river system near Nepal’s Rasuwa District and Tibet. A collapse involving ice, mud, and rock—reported as a landslide and possibly a g. Topic tags: general, government, general web, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Banjir bandang pada 26 Agustus 2026 menerjang Distrik Rasuwa di Nepal dan wilayah Tibet yang berdekatan di China. Aliran air bercampur lumpur, batu, dan es masuk ke sistem Sungai Lhende–Bhote Koshi, membentuk gelombang dahsyat yang menyapu permukiman serta infrastruktur penting sebelum bergerak ke hilir melalui koridor Sungai Trishuli. 17
Angka korban berubah cepat karena tim penyelamat terus menemukan jenazah, mengevakuasi korban selamat, dan mencocokkan laporan dari wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Hingga 28 Agustus, otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan 538 orang tewas dan 977 orang hilang di Nepal. Kepolisian Nepal kemudian menyebut jumlah korban tewas mencapai 553 orang. Di wilayah Tibet, China melaporkan lima orang tewas dan 558 orang hilang. Jika digabungkan dalam pemberitaan dari kedua sisi perbatasan, lebih dari 1.500 orang masih dilaporkan hilang. Namun, angka tersebut berasal dari lembaga dan pembaruan data yang berbeda sehingga belum dapat dianggap sebagai jumlah final yang terverifikasi.
Sedikitnya 150 orang yang terluka dibawa ke rumah sakit di Kathmandu dan sejumlah distrik terdampak di Nepal, menurut Associated Press. Laporan yang tersedia belum memberikan jumlah korban luka yang benar-benar terkonsolidasi.
Nepal juga melaporkan 3.253 orang telah diselamatkan menggunakan helikopter hingga 28 Agustus. Jumlah penyelamatan dapat berbeda tergantung waktu dan lokasi pembaruan data, sehingga angka ini merupakan catatan resmi pada saat itu, bukan total akhir operasi.
Banjir menerjang jalur yang biasa digunakan oleh pendaki, peziarah, wisatawan, dan pelintas perbatasan. Laporan menyebut warga dari lebih dari 30 negara termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan. Dalam salah satu pembaruan berikutnya, lebih dari 500 warga negara asing dilaporkan masih belum diketahui keberadaannya.
Sekitar 90 warga Amerika Serikat dilaporkan hilang. Departemen Luar Negeri AS mengatakan lima warga Amerika telah diselamatkan dan pihaknya belum mengetahui adanya kematian warga AS yang telah dikonfirmasi dalam laporan yang dikutip NPR.
Informasi yang tersedia belum dapat memastikan identitas setiap warga Amerika yang hilang maupun menghadirkan kesaksian pribadi yang telah terverifikasi. Putusnya komunikasi, jalan yang tersapu banjir, serta catatan penumpang dan perjalanan yang tidak lengkap menyulitkan keluarga dan pejabat untuk memastikan keselamatan para pelancong.
Kementerian Luar Negeri Nepal membentuk Emergency Control Room, yaitu pusat koordinasi darurat untuk memverifikasi informasi dan memberikan bantuan konsuler bagi warga asing yang terdampak.
Bencana awal berpusat di Sungai Lhende dekat Rasuwa, tidak jauh dari perbatasan Nepal–China. Arus kemudian bergerak melalui sistem Sungai Bhote Koshi dan Trishuli, menghantam komunitas di bantaran sungai serta jalur transportasi di bagian hilir. Pemerintah Nepal menyebut dampak banjir meluas ke Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Gorkha.
Kerusakan mencakup rumah, desa, jalan, jembatan, sekolah, fasilitas perbatasan, dan proyek pembangkit listrik tenaga air. Banyak warga terpaksa mengungsi, perjalanan terganggu, dan sejumlah komunitas terisolasi. Salah satu laporan menyebut sedikitnya 19 jembatan dan sekitar 40 kilometer jalan hancur atau tersapu banjir.
Skala gelombang banjir disebut sangat tidak biasa. Di sejumlah lokasi, gelombang air dilaporkan mendekati 30 kaki atau sekitar 9 meter. Di wilayah hilir, ketinggian air bahkan dilaporkan naik hingga sembilan meter hanya dalam waktu 30 menit. Aliran yang membawa material longsoran itu terus menghancurkan wilayah sepanjang beberapa kilometer, bukan hanya area di sekitar lokasi awal bencana.
Rangkaian kejadian secara tepat masih diselidiki. Otoritas Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nasional Nepal menyebutnya sebagai “banjir yang melibatkan gletser”, yang berkaitan dengan longsor sekitar 20 kilometer di timur laut salah satu perlintasan perbatasan Nepal–China. Laporan dari China menyebut longsoran lumpur di Tibet berkaitan dengan runtuhnya gletser.
Penjelasan sementara menyebut sebagian gletser atau massa es dan batu runtuh ke sistem sungai pegunungan. Material tersebut kemungkinan membendung atau memindahkan air dalam jumlah besar secara cepat, lalu mengirimkan gelombang air dan debris yang terkonsentrasi ke hilir. Meski demikian, sumber yang tersedia belum membuktikan pemicu bencana secara sepenuhnya pasti. Gempa bumi sempat menjadi dugaan awal, tetapi analisis berikutnya mempertanyakan penjelasan tersebut.
Pejabat memperingatkan bahwa genangan air di balik sumbatan baru atau danau yang terbentuk akibat longsor dapat memicu banjir tambahan dan risiko jebolnya danau. Nepal dan China terus memantau sistem sungai serta medan yang masih tidak stabil selama operasi tanggap darurat berlangsung.
Nepal mengerahkan kepolisian, militer, tim tanggap bencana, pemerintah daerah, dan layanan kesehatan untuk melakukan pencarian, penyelamatan, evakuasi, perawatan medis darurat, serta distribusi bantuan. Pemerintah juga menyatakan sedang menyiapkan rehabilitasi dan meminta dukungan internasional setelah skala kerusakan mulai terlihat. 17
Otoritas China menjalankan operasi penyelamatan di sisi Tibet, terutama di sekitar Kabupaten Gyirong dan Pelabuhan Perbatasan Gyirong. Mereka juga memantau risiko longsor lumpur dan luapan danau. Endapan lumpur yang sangat tebal serta akses yang rusak menyulitkan tim untuk mencapai sejumlah lokasi.
Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa, mengatakan terus memantau situasi, dan mengirim penasihat tanggap bencana untuk membantu operasi bantuan. Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan bantuan sebesar 500.000 dolar AS melalui Catholic Relief Services. Bantuan tersebut ditujukan untuk tempat penampungan darurat, perlengkapan bantuan, serta dukungan air, sanitasi, dan kebersihan. 4
Bencana ini terjadi di lembah-lembah terpencil di kedua sisi perbatasan internasional. Jalan dan jaringan komunikasi rusak, sementara lembaga yang berbeda menghitung kelompok yang berbeda pula—mulai dari korban tewas yang telah dikonfirmasi, orang yang dilaporkan hilang, wisatawan yang belum diketahui keberadaannya, hingga penduduk atau pekerja yang masih menunggu konfirmasi.
Karena itu, angka awal sebaiknya dibaca sebagai rangkaian laporan resmi yang terus berkembang, bukan satu jumlah final. Laporan Nepal mengenai 538 korban tewas dan 977 orang hilang, angka kepolisian yang kemudian menyebut 553 korban tewas, data terpisah dari China, laporan lebih dari 1.500 orang hilang di kawasan tersebut, serta perkiraan jumlah warga negara asing semuanya menggambarkan keadaan darurat yang masih berlangsung.
Pencarian, evakuasi, dan verifikasi identitas diperkirakan terus mengubah angka tersebut.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Hingga 28 Agustus, otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan 538 orang tewas dan 977 orang hilang; kepolisian kemudian menyebut angka kematian mencapai 553 orang.
Hingga 28 Agustus, otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan 538 orang tewas dan 977 orang hilang; kepolisian kemudian menyebut angka kematian mencapai 553 orang. Lebih dari 500 warga negara asing termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan, termasuk sekitar 90 warga Amerika Serikat.
Banjir bermula di sekitar sistem Sungai Lhende–Bhote Koshi di Distrik Rasuwa dan bergerak ke hilir melalui koridor Sungai Trishuli, menghanyutkan rumah, jalan, jembatan, sekolah, serta infrastruktur pembangkit listrik...