Dalam studi fase 1a terhadap 15 orang dengan gangguan lemak darah berat yang sulit diatasi, satu kali infus CTX310 menghasilkan penurunan kadar ANGPTL3, kolesterol LDL, dan trigliserida yang bertahan hingga satu tahun. Pada dosis tertinggi, 0,8 mg/kg, rata rata LDL turun sekitar 53%, trigliserida 48%, dan ANGPTL3 79...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did researchers report at the 2026 European Society of Cardiology Congress and in The New England Journal of Medicine about CRISPR Ther. Article summary: Researchers reported that a single infusion of investigational CTX310 produced durable, large reductions in ANGPTL3, LDL cholesterol, and triglycerides in a small Phase 1a study.. Topic tags: general web, regulation, benchmarks, design, finance. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thum
Peneliti melaporkan data tindak lanjut satu tahun CTX310, terapi penyuntingan gen eksperimental milik CRISPR Therapeutics, pada Kongres European Society of Cardiology (ESC) 2026. Data yang sama juga diterbitkan di The New England Journal of Medicine. 4715
Hasilnya menunjukkan bahwa satu kali infus CTX310 dapat menurunkan kadar protein ANGPTL3, kolesterol LDL, dan trigliserida secara besar serta bertahan hingga satu tahun pada peserta studi fase 1a berukuran kecil. Temuan ini merupakan bukti konsep yang menjanjikan, tetapi belum membuktikan bahwa terapi tersebut mencegah serangan jantung atau stroke, apalagi dapat menggantikan pengobatan penurun kolesterol yang sudah digunakan.
CTX310 diberikan melalui infus intravena. Terapi ini mengemas sistem CRISPR-Cas9 ke dalam nanopartikel lipid—partikel pembawa yang dirancang untuk mengantarkan muatan genetik terutama ke hati. Di dalam sel hati, CRISPR-Cas9 diarahkan untuk membuat perubahan loss-of-function permanen pada gen ANGPTL3, sehingga gen tersebut tidak lagi menghasilkan fungsi normalnya. 23
ANGPTL3 berperan dalam pengaturan lemak di dalam darah. Gagasannya adalah meniru kondisi biologis orang yang sejak lahir memiliki varian alami yang menonaktifkan ANGPTL3. Orang dengan perubahan alami semacam itu diketahui cenderung memiliki kadar lipid lebih rendah dan profil yang berkaitan dengan perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular. Namun, meniru pola biologis tersebut dengan penyuntingan gen buatan tetap perlu diuji dalam studi yang lebih besar dan lebih lama. 25
Uji klinis terbuka dengan peningkatan dosis ini melibatkan 15 orang dewasa dengan dislipidemia berat yang sulit dikendalikan meski telah menerima terapi medis pada dosis maksimal yang dapat ditoleransi. Kelompoknya mencakup hiperkolesterolemia familial, hipertrigliseridemia berat, dan dislipidemia campuran. 135
Sekitar 40% peserta memiliki penyakit kardiovaskular aterosklerotik yang sudah terdiagnosis, dan sebagian memiliki hiperkolesterolemia familial. Studi ini mengevaluasi dosis tunggal antara 0,1 hingga 0,8 mg/kg. Karena jumlah peserta hanya 15 orang dan tujuan utama fase 1a adalah menilai keamanan serta respons awal, hasilnya belum dapat digeneralisasi ke semua pasien dengan kolesterol atau trigliserida tinggi.
Pada dosis tertinggi, yaitu 0,8 mg/kg, data tindak lanjut 12 bulan menunjukkan rata-rata perubahan dari kondisi awal sebagai berikut:
Angka 52,5% untuk LDL dan 47,8% untuk trigliserida yang beredar dalam pertanyaan merupakan versi yang lebih presisi dari angka yang dibulatkan menjadi 53% dan 48% dalam laporan publik. 67
Penurunan yang tetap terlihat hingga satu tahun menjadi bagian penting dari temuan ini. Secara teori, terapi sekali pemberian dapat mengurangi ketergantungan pada obat harian dan masalah kepatuhan jangka panjang yang kerap muncul dalam pengobatan kronis. Namun, studi ini belum membuktikan bahwa CTX310 memberikan manfaat klinis langsung, seperti menurunkan risiko infark miokard, stroke, atau kematian akibat penyakit kardiovaskular. 26
Tidak ada kejadian serius yang dinilai berkaitan dengan CTX310, dan tidak ditemukan toksisitas pembatas dosis yang berhubungan dengan terapi. 1
Namun, pernyataan bahwa “tidak ada kejadian serius” akan menyesatkan. Dua dari 15 peserta mengalami kejadian serius: satu mengalami herniasi diskus tulang belakang, sementara peserta lain meninggal mendadak 179 hari setelah menerima dosis 0,1 mg/kg. Peneliti tidak mengaitkan kedua kejadian tersebut dengan CTX310. 1
Selain itu, keamanan jangka panjang masih menjadi pertanyaan penting. Penyuntingan gen yang ditargetkan memang dimaksudkan untuk bertahan lama, tetapi efek di luar target, perubahan yang tidak disengaja, dan efek samping langka yang muncul terlambat belum dapat disingkirkan hanya berdasarkan pemantauan satu tahun. Panduan FDA menyebutkan pemantauan jangka panjang hingga 15 tahun dapat diperlukan untuk produk terapi gen tertentu, bergantung pada karakteristik dan risikonya. 3
CRISPR Therapeutics melanjutkan CTX310 ke studi fase 1b dengan prioritas pada hipertrigliseridemia berat dan hiperkolesterolemia yang tidak merespons pengobatan. Uji klinis di Amerika Serikat telah dimulai, sementara kegiatan di luar Amerika Serikat masih berlangsung. Perusahaan menyatakan akan memberikan pembaruan pada paruh kedua 2026. 17
Sumber yang tersedia mendukung adanya pengembangan di Amerika Serikat dan di luar Amerika Serikat. Namun, klaim khusus bahwa studi fase 1b akan merekrut hingga 40 pasien di Amerika Serikat dan Australia tidak dapat diverifikasi secara independen dari materi primer yang tersedia.
Kesimpulannya, CTX310 menunjukkan bahwa penyuntingan satu gen di hati berpotensi menghasilkan penurunan lipid yang tahan lama setelah satu kali pemberian. Tetapi terapi ini masih berada pada tahap pembuktian awal. Manfaat terhadap kejadian kardiovaskular, ketahanan efek setelah masa tindak lanjut saat ini, keamanan jangka panjang, dan posisi CTX310 dibandingkan statin, ezetimibe, penghambat PCSK9, atau terapi lain masih harus ditentukan melalui penelitian berikutnya. 126
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Dalam studi fase 1a terhadap 15 orang dengan gangguan lemak darah berat yang sulit diatasi, satu kali infus CTX310 menghasilkan penurunan kadar ANGPTL3, kolesterol LDL, dan trigliserida yang bertahan hingga satu tahun.
Dalam studi fase 1a terhadap 15 orang dengan gangguan lemak darah berat yang sulit diatasi, satu kali infus CTX310 menghasilkan penurunan kadar ANGPTL3, kolesterol LDL, dan trigliserida yang bertahan hingga satu tahun. Pada dosis tertinggi, 0,8 mg/kg, rata rata LDL turun sekitar 53%, trigliserida 48%, dan ANGPTL3 79%; penurunan ANGPTL3 terbesar mencapai 89%.
CTX310 menggunakan nanopartikel lipid untuk mengantarkan CRISPR Cas9 ke hati dan menonaktifkan gen ANGPTL3 secara permanen, meniru efek perlindungan dari mutasi alami pada gen tersebut.