Microduck adalah robot bipedal open source setinggi 25 sentimeter dengan harga perkenalan US$399, yang ditujukan untuk eksperimen AI fisik—bukan pekerjaan rumah tangga. Robot ini memiliki 15 motor, kamera, sensor kedalaman, LiDAR, dua IMU, serta paruh artikulasi yang berfungsi sebagai penjepit kecil.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is Hugging Face’s $399 Microduck robot, how successful was its launch commercially, what features and capabilities does it offer—includ. Article summary: Microduck is a $399, duck-shaped open-source biped from Hugging Face’s Pollen Robotics team: a low-cost, desk-sized platform intended to let developers and students experiment with “physical AI,” not a general-purpose ho. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Microduck adalah robot bipedal berbentuk bebek dari Hugging Face bersama tim Pollen Robotics. Dengan harga perkenalan US$399, tinggi 25 sentimeter, dan bobot di bawah 800 gram, robot ini dirancang untuk diletakkan di atas meja dan digunakan oleh pengembang, pelajar, serta penggemar robotika untuk bereksperimen dengan gerak, keseimbangan, penggenggaman, dan perilaku yang dipelajari mesin.
Namun, Microduck bukan robot serbaguna untuk membantu pekerjaan rumah. Nilai jualnya justru terletak pada upaya membuat pengembangan AI fisik—AI yang berinteraksi langsung dengan dunia nyata—lebih terjangkau, menyenangkan, dan dapat diakses di luar laboratorium robotika konvensional.
Microduck merupakan robot bipedal open-source dengan satu kamera mirip mata dan paruh yang dapat digerakkan. Paruh tersebut juga berfungsi sebagai penjepit kecil, sehingga robot bisa mengambil benda tanpa lengan robot tradisional. Pollen Robotics menyebut pengguna dapat melatih sendiri perilaku baru menggunakan reinforcement learning, termasuk melalui simulasi fisika sebelum perilaku itu dipindahkan ke perangkat fisik.
Harga preorder perkenalannya adalah US$399, belum termasuk pajak dan biaya pengiriman. Pollen menargetkan pengiriman awal ke Amerika Utara, Eropa, dan Inggris sebelum Natal 2026.
Untuk ukurannya yang ringkas, Microduck membawa sejumlah perangkat mekanis dan sensor:
Perilaku yang ditawarkan mencakup berjalan dengan gaya bergoyang, duduk, berjongkok, serta bangkit kembali setelah mengalami sejumlah jenis jatuh yang umum. Robot ini juga dapat mengambil benda dan bergerak dengan sepatu roda ketika aksesori tersebut terpasang.
Dengan demikian, fokus Microduck adalah tindakan fisik, bukan sekadar percakapan. Perangkat ini tetap mendukung interaksi audio—perangkat keras yang dilaporkan mencakup mikrofon dan speaker—tetapi keunggulan utamanya adalah kemampuan bergerak, memulihkan keseimbangan, dan memanipulasi benda.
Microduck sudah dilengkapi perilaku yang telah dipelajari sehingga dapat langsung digunakan tanpa mengharuskan pemilik melatih robot dari nol. Contoh yang dipublikasikan Pollen mencakup duduk dan berdiri, berjalan, mengambil benda, serta memulihkan diri setelah jatuh.
Sejumlah demonstrasi dan pemberitaan peluncuran juga memperlihatkan robot ini bernyanyi atau berbicara serta bermain sepatu roda. 12 Kemampuan meluncur dengan sepatu roda memang disebutkan, tetapi informasi yang tersedia belum menjelaskan secara pasti bagaimana aksesori tersebut dikemas dan apakah setiap preorder otomatis menyertakannya. Deskripsi produk Pollen secara khusus menyebut fitur itu tersedia ketika sepatu roda terpasang.
Bagi calon pembeli, perbedaan ini penting. Kemampuan inti Microduck adalah berjalan, menjaga keseimbangan, bangkit setelah jatuh, dan menggenggam secara sederhana. Sepatu roda merupakan perilaku yang bergantung pada aksesori, bukan bukti bahwa robot ini sudah menjadi mesin otonom serbaguna.
Nilai jangka panjang Microduck seharusnya datang dari hal-hal yang dapat diajarkan pengguna setelah membeli robot tersebut. Pollen mengatakan perilaku baru bisa dipelajari dalam simulator fisika, di komputer pengguna, atau melalui Hugging Face Jobs, lalu diterapkan pada robot.
Model ini berbeda dari gawai konsumen yang sepenuhnya tertutup. Secara teori, setiap perilaku baru dapat menjadi bagian dari perpustakaan keterampilan fisik bersama: seorang pengembang mengerjakan cara berjalan, pengembang lain mengembangkan pemulihan setelah jatuh, sementara yang lain berfokus pada pengambilan benda. Ambisinya adalah membuat eksperimen AI fisik menyerupai pengembangan perangkat lunak open-source, dengan alat dan perilaku yang dapat digunakan ulang serta ditingkatkan komunitas.
Meski demikian, materi yang tersedia belum menunjukkan seberapa besar komunitas tersebut akan berkembang atau seberapa konsisten perilaku yang dilatih dalam simulasi dapat dipindahkan ke lingkungan nyata yang berbeda. Kedua hal itu akan menjadi ukuran penting bagi keberhasilan Microduck setelah perhatian peluncuran mereda.
Sinyal awalnya kuat, tetapi lebih tepat disebut sebagai indikator permintaan awal daripada hasil komersial yang telah diaudit.
Thomas Wolf, Chief Science Officer Hugging Face, mengatakan perusahaan menjual sekitar satu unit Microduck setiap empat detik tak lama setelah peluncuran. 2 Dalam unggahan terpisah, Wolf menyebut lebih dari US$2,6 juta nilai Microduck telah dipesan dalam 24 jam pertama. Jika memakai harga perkenalan US$399, angka tersebut mengindikasikan ribuan pesanan. Namun, pernyataan itu berasal dari eksekutif perusahaan dan tidak menyertakan data penjualan, pendapatan, atau pemenuhan pesanan yang diverifikasi secara independen.
Kesimpulan yang paling hati-hati adalah Microduck memperoleh minat preorder awal yang cukup besar. Data yang tersedia belum membuktikan jumlah penjualan final, seluruh pengiriman yang telah selesai, keuntungan, atau keberlanjutan permintaan. Pelaporan yang disediakan juga belum mendukung klaim adanya antrean pengiriman empat hingga enam bulan atau kepastian bahwa target pengiriman sebelum Natal akan gagal.
Microduck dan Reachy Mini berasal dari ekosistem Pollen Robotics dan Hugging Face yang sama, tetapi dirancang untuk jenis eksperimen berbeda.
Reachy Mini merupakan robot desktop ekspresif yang berfokus pada interaksi manusia dan robot. Desainnya menitikberatkan pada kepala dan tubuh yang dapat bergerak, kamera, mikrofon, speaker, serta perangkat lunak yang dapat diprogram.
Microduck lebih berorientasi pada aksi. Robot ini memiliki kaki, kemampuan berjalan dengan dua kaki, sistem keseimbangan, pemulihan setelah jatuh, dan paruh yang berfungsi sebagai penjepit. Perbandingan teknis menggambarkan Reachy Mini sebagai platform interaksi, sedangkan Microduck berfokus pada gerak dan tindakan fisik.
Secara sederhana:
Keduanya lebih tepat dilihat sebagai produk yang saling melengkapi, bukan pengganti langsung. Pilihan bergantung pada tujuan pengguna: mempelajari cara robot berkomunikasi atau cara robot bergerak dan bertindak di dunia nyata.
Microduck mencerminkan upaya yang lebih luas untuk menghadirkan AI berwujud fisik melalui perangkat keras yang lebih kecil, murah, dan mudah didekati. Alih-alih memulai dari robot humanoid berukuran penuh atau perangkat riset yang mahal, pengembang dan pelajar dapat memakai platform ringkas untuk menguji keseimbangan, pemulihan, dan gerak yang dipelajari di atas meja.
Karena itu, arti penting Microduck bukan hanya pada bentuknya yang menyerupai bebek, melainkan pada siklus pengembangan yang ditawarkannya: membeli platform fisik, melatih perilaku dalam simulasi, mengujinya di dunia nyata, lalu membagikan hasilnya. Pendekatan ini berpotensi memberi lebih banyak orang pengalaman langsung dalam robotika. Namun, bukti yang ada masih terlalu dini untuk memastikan apakah Microduck akan melahirkan ekosistem keterampilan AI fisik yang bertahan lama.
Microduck diluncurkan ketika Reuters melaporkan bahwa The Information, dengan mengutip seseorang yang mengetahui masalah tersebut, menyebut Nvidia telah menyepakati akuisisi Hugging Face senilai US$12,9 miliar. 3 Materi yang tersedia tidak memuat pengumuman bersama yang mengonfirmasi transaksi tersebut. Karena itu, akuisisi ini sebaiknya diperlakukan sebagai kesepakatan yang diberitakan, bukan penutupan transaksi yang telah dikonfirmasi secara independen.
Jika benar-benar terealisasi, akuisisi tersebut dapat memberi Nvidia akses yang lebih dekat ke komunitas pengembang AI open-source, model, serta perangkat lunak robotika Hugging Face. Namun, itu merupakan kemungkinan strategis, bukan alasan transaksi yang telah dikonfirmasi.
Situasi tersebut juga memunculkan pertanyaan tentang netralitas. Daya tarik Hugging Face sebagian berasal dari perannya sebagai pusat terbuka bagi model, alat, dan pengembang dari berbagai pihak. Di sisi lain, Nvidia merupakan salah satu penyedia komersial utama perangkat komputasi yang digunakan dalam ekosistem AI. Kepemilikan Nvidia dapat memperkuat sumber daya Hugging Face di bidang robotika dan infrastruktur, tetapi juga bisa membuat pengguna bertanya apakah platform tersebut akan tetap netral terhadap penyedia perangkat keras dan teknologi pesaing.
Microduck paling tepat dipahami sebagai platform robotika open-source yang terjangkau dengan bentuk yang menyenangkan—bukan bukti bahwa robot rumah tangga canggih sudah hadir. Kekuatan utamanya adalah harga awal US$399, perangkat keras bipedal yang ringkas, perilaku bawaan untuk bangkit dan menggenggam, serta alur kerja reinforcement learning yang terbuka.
Peluncurannya tampak menghasilkan minat preorder awal yang tidak biasa besar, termasuk klaim perusahaan mengenai penjualan sekitar satu unit setiap empat detik. 2 Namun, kinerja pengiriman, angka penjualan yang diaudit, dan ukuran antrean pesanan masih belum jelas. Ujian sebenarnya bagi Microduck adalah apakah perhatian awal ini dapat berubah menjadi perpustakaan keterampilan AI fisik yang berguna dan terus dikembangkan bersama.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Microduck adalah robot bipedal open source setinggi 25 sentimeter dengan harga perkenalan US$399, yang ditujukan untuk eksperimen AI fisik—bukan pekerjaan rumah tangga.
Microduck adalah robot bipedal open source setinggi 25 sentimeter dengan harga perkenalan US$399, yang ditujukan untuk eksperimen AI fisik—bukan pekerjaan rumah tangga. Robot ini memiliki 15 motor, kamera, sensor kedalaman, LiDAR, dua IMU, serta paruh artikulasi yang berfungsi sebagai penjepit kecil.
Daya tarik utamanya terletak pada kemampuan melatih perilaku baru dengan reinforcement learning melalui simulasi, lalu menjalankannya di perangkat fisik dan membagikannya dalam ekosistem open source.