Meta secara terbuka mendorong masa depan AI yang lebih terbuka dan terdesentralisasi, sementara Mark Zuckerberg mengkritik laboratorium AI terkemuka yang dianggap berusaha memusatkan kekuasaan. Di balik kritik itu, para insinyur Meta sangat bergantung pada Claude dan Claude Code.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: How has Meta become both a public philosophical rival and a deeply dependent financial partner of Anthropic in 2026, including its projected. Article summary: Meta’s 2026 relationship with Anthropic is a strategic paradox: it publicly champions a more open, decentralized AI future against the concentrated power of frontier labs, yet its engineers rely heavily on Anthropic’s Cl. Topic tags: general web, openai, ai, workflow, code. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
Hubungan Meta dan Anthropic pada 2026 menunjukkan paradoks strategis di industri kecerdasan buatan: keduanya bisa menjadi lawan dalam perebutan arah masa depan AI, tetapi sekaligus saling membutuhkan secara komersial.
Meta mengusung gagasan bahwa kemampuan AI seharusnya tersebar luas, bukan dikuasai segelintir laboratorium teknologi terdepan. Namun, dalam operasional sehari-hari, karyawan Meta justru menggunakan produk Anthropic—terutama Claude dan Claude Code—dalam skala besar. Pada saat yang sama, Meta tengah membangun infrastruktur komputasi raksasa yang dapat disewakan kepada Anthropic.
Mark Zuckerberg menilai sejumlah laboratorium AI terkemuka berupaya mengonsolidasikan kekuasaan dan menggambarkan masa depan dengan nada yang terlalu suram. Pernyataan itu secara luas dipahami sebagai kritik terhadap Anthropic dan laboratorium AI lain yang menempatkan keselamatan serta pengendalian AI sebagai prioritas utama. 1
Sebagai alternatif, Meta memosisikan strateginya pada distribusi kemampuan AI yang lebih luas, termasuk melalui model dengan bobot terbuka. Dalam pandangan ini, semakin banyak pengembang dan perusahaan yang dapat mengakses teknologi AI, semakin kecil kemungkinan kekuatan tersebut terkonsentrasi pada beberapa institusi besar.
Namun, prinsip tersebut berbenturan dengan kebutuhan praktis di dalam perusahaan.
Claude Code, produk Anthropic untuk membantu pemrograman, digunakan secara intensif oleh para insinyur Meta. Penggunaan yang meluas itu membuat Meta memperkirakan pengeluaran tahunannya untuk teknologi Anthropic dapat mencapai hingga US$10 miliar. 1
Meta kemudian memberlakukan pembatasan penggunaan. Langkah ini memiliki setidaknya dua tujuan: mengendalikan biaya token—satuan pemrosesan yang digunakan model AI—dan mencegah keluaran model pesaing masuk ke data pelatihan Meta.
Kekhawatiran terakhir berkaitan dengan risiko model distillation, yakni kemungkinan kemampuan atau keluaran model pesaing secara tidak sengaja terserap ke dalam proses pengembangan model Meta sendiri. Bagi perusahaan yang mengembangkan keluarga model AI Llama, risiko tersebut memiliki implikasi teknis dan hubungan bisnis yang serius.
Untuk mengurangi ketergantungan itu, Meta mengembangkan asisten pemrogramannya sendiri bernama MetaCode. Produk ini diharapkan dapat mengalihkan pekerjaan rutin dari layanan eksternal, menekan tagihan penggunaan token, dan mengurangi risiko vendor lock-in—situasi ketika perusahaan terlalu bergantung pada satu pemasok.
Pengembangan MetaCode bukan berarti Claude tidak lagi bernilai bagi Meta. Justru sebaliknya, langkah tersebut menunjukkan bahwa Claude cukup berguna hingga ketergantungan terhadapnya menjadi persoalan strategis. Meta tidak ingin alat milik pesaing tertanam terlalu dalam dalam alur kerja harian para insinyurnya.
Anthropic dilaporkan mencatat annualized revenue run rate lebih dari US$65 miliar pada akhir Juli 2026. Angka ini bukan pendapatan setahun penuh yang sudah dibukukan, melainkan proyeksi tahunan berdasarkan laju penjualan dalam periode yang lebih singkat. 2
Laju tersebut meningkat dari sekitar US$47 miliar pada Mei dan sekitar US$9 miliar pada akhir 2025. Pertumbuhan pesat itu memperkuat posisi Anthropic menjelang kemungkinan penawaran saham perdana pada akhir 2026. 2
Bagi Meta, pertumbuhan Anthropic membuat akses ke Claude semakin penting sekaligus semakin mahal. Semakin banyak pekerjaan internal yang bergantung pada produk tersebut, semakin besar pula biaya dan risiko jika Meta harus berganti layanan.
Ketergantungan itu ternyata berjalan dua arah. Meta dan Anthropic dilaporkan berada dalam pembicaraan awal mengenai rencana Anthropic menyewa kapasitas komputasi dari pusat data Meta dengan nilai hingga US$10 miliar selama dua tahun. Pembayaran dalam skema yang dibahas akan dilakukan secara bulanan. 3
Jika terealisasi, kesepakatan tersebut akan mengubah sebagian infrastruktur AI Meta menjadi sumber pendapatan bergaya layanan komputasi awan. Meta dapat memperoleh pemasukan di luar bisnis iklan sekaligus bersaing dengan penyedia komputasi AI seperti CoreWeave dan Nebius.
Penting dicatat, pembicaraan itu masih bersifat awal dan belum menjadi kesepakatan final. 3
Meta menaikkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi US$130–145 miliar, terutama untuk infrastruktur AI. 4 Investasi sebesar itu mencakup kapasitas pusat data, server, jaringan, serta perangkat keras yang dibutuhkan untuk melatih dan menjalankan model AI.
Menjual sebagian kapasitas tersebut kepada Anthropic dapat membantu Meta memonetisasi infrastruktur yang dibangun terutama untuk ambisi AI-nya sendiri. Dengan kata lain, Meta tidak hanya ingin menjadi pengguna komputasi AI, tetapi juga penyedia kapasitasnya.
Di sinilah kontradiksi bisnisnya terlihat jelas: Meta dapat memperingatkan bahwa laboratorium AI berisiko memusatkan kekuasaan, sambil membangun hubungan komersial yang membantu Anthropic memperluas operasinya.
Hubungan Meta dan Anthropic lebih tepat disebut coopetition—persaingan dan kerja sama yang berlangsung bersamaan—daripada aliansi biasa.
Meta membayar Anthropic karena Claude saat ini menawarkan kemampuan yang dianggap berguna oleh tenaga kerjanya. MetaCode dikembangkan karena ketergantungan tersebut terasa tidak nyaman secara strategis. Sementara itu, Meta menjajaki Anthropic sebagai pelanggan infrastruktur karena pertumbuhan Anthropic dapat mengubah kapasitas AI Meta menjadi sumber pendapatan.
Hasilnya adalah hubungan yang berlapis: Meta dapat menjadi pelanggan Anthropic, calon pemasok pusat data, pesaing dalam pengembangan AI, sekaligus pihak yang berpotensi diuntungkan dari pertumbuhan dan kemungkinan IPO Anthropic. Meta pada akhirnya sedang mendanai—secara langsung maupun tidak langsung—perusahaan yang secara publik diperingatkannya sebagai bagian dari risiko sentralisasi kekuatan AI.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Meta secara terbuka mendorong masa depan AI yang lebih terbuka dan terdesentralisasi, sementara Mark Zuckerberg mengkritik laboratorium AI terkemuka yang dianggap berusaha memusatkan kekuasaan.
Meta secara terbuka mendorong masa depan AI yang lebih terbuka dan terdesentralisasi, sementara Mark Zuckerberg mengkritik laboratorium AI terkemuka yang dianggap berusaha memusatkan kekuasaan. Di balik kritik itu, para insinyur Meta sangat bergantung pada Claude dan Claude Code.
Meta membatasi penggunaan Claude Code dan mengembangkan asisten pemrogramannya sendiri, MetaCode, untuk menekan biaya serta mengurangi ketergantungan pada vendor eksternal.