Saham global bergerak campuran hingga melemah pada Senin, dengan tekanan saham teknologi dan ketidakpastian kebijakan sama kuatnya dengan dampak langsung sanksi Iran. Berbeda dari kekhawatiran awal, harga minyak turun lebih dari 2 dolar AS per barel dan imbal hasil Treasury AS ikut merosot.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in global financial markets on Monday after the Trump administration announced sweeping Iran sanctions under Treasury Secretar. Article summary: Global equities were mixed to lower on Monday, but the selloff was driven at least as much by technology weakness and policy uncertainty as by the new Iran measures.. Topic tags: general web, ai, privacy, regulation, benchmarks. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, an
Pasar keuangan global menutup perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, dengan kecenderungan melemah setelah pemerintahan Donald Trump mengumumkan perluasan sanksi ekonomi terhadap Iran. Namun, penurunan tersebut tidak sepenuhnya merupakan reaksi langsung terhadap langkah Washington. Saham teknologi yang tertekan dan ketidakpastian kebijakan juga menjadi pendorong utama aksi jual.
Yang menarik, data penutupan yang tersedia justru bertentangan dengan anggapan bahwa sanksi Iran akan langsung mendorong harga minyak dan imbal hasil obligasi AS naik. Harga minyak turun lebih dari 2 dolar AS per barel, sedangkan imbal hasil Treasury AS ikut melemah. 2
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan Operation Economic Outcast, kampanye sanksi sekunder yang diperluas untuk mengisolasi Iran dan pihak-pihak yang membantu kegiatan komersialnya dari sistem keuangan Amerika Serikat. 4
Sanksi tersebut menyasar jaringan serta saluran keuangan yang terkait dengan Iran, termasuk lima bidang utama:
Langkah ini meningkatkan risiko bagi perusahaan maupun negara yang memfasilitasi hubungan bisnis dengan Teheran. Ketidakpastian juga meningkat di sekitar jalur perdagangan dan pelayaran, termasuk potensi risiko di Selat Hormuz. Meski demikian, reaksi awal pasar minyak berlawanan dengan dugaan umum: harga minyak mentah turun, bukan melonjak. 5
Laporan pasar yang tersedia menunjukkan beberapa perbedaan angka antar-snapshot perdagangan. Berikut angka penutupan yang paling kuat didukung oleh sumber yang tersedia:
Di Amerika Serikat, S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq merosot 0,76%, sementara Dow Jones naik 0,26%. Saham teknologi menjadi beban terbesar sepanjang sesi. 1
Korea Selatan terpukul paling dalam karena indeks utamanya sangat bergantung pada saham semikonduktor dan teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Investor mengurangi risiko menjelang laporan kinerja Nvidia, sehingga tekanan terhadap saham teknologi turut menyeret Kospi. Pelemahan sektor teknologi yang sama juga membebani Nasdaq di AS. 1
Hong Kong ikut melemah tajam karena bursa tersebut memiliki eksposur besar terhadap perusahaan teknologi dan aset yang sensitif terhadap perkembangan ekonomi China. Kondisi ini membuatnya rentan terhadap aksi jual saham teknologi serta kekhawatiran mengenai dampak sanksi terhadap mitra dagang Iran. 5
Jepang dan India mengalami penurunan yang lebih terbatas. Nikkei turun lebih kecil dibandingkan Kospi, sedangkan Sensex hanya melemah 0,22%. Komposisi sektor domestik dan konsentrasi teknologi yang relatif berbeda membantu kedua pasar tersebut bertahan lebih baik pada hari itu. 35
Sebaliknya, Australia menguat. Komposisi S&P/ASX 200 yang lebih banyak ditopang sektor komoditas dan keuangan, ditambah penurunan harga minyak pada hari tersebut, membantu meredakan kekhawatiran langsung mengenai inflasi dan biaya energi impor. 28
India tetap rentan apabila ketegangan geopolitik pada akhirnya mendorong harga minyak mentah naik. Minyak yang lebih mahal dapat memperbesar biaya impor dan tekanan terhadap transaksi berjalan, meningkatkan risiko inflasi domestik, serta mendorong importir membeli lebih banyak dolar AS. Kombinasi faktor tersebut berpotensi menekan nilai tukar rupee.
Namun, ini merupakan risiko ke depan, bukan gambaran kondisi minyak pada Senin. Pada hari itu, harga minyak justru ditutup lebih rendah. 2
Pergerakan berikutnya kemungkinan akan dipengaruhi oleh beberapa katalis penting:
Pesan utama dari pasar pada Senin bukanlah kepanikan, melainkan kewaspadaan. Saham global melemah, bursa Eropa bergerak datar, dan tekanan terutama terlihat pada sektor teknologi. Sanksi baru terhadap Iran menambah risiko geopolitik, tetapi respons awal harga minyak dan obligasi menunjukkan bahwa investor belum memperlakukan langkah tersebut sebagai guncangan pasokan energi yang langsung terjadi. 126
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Saham global bergerak campuran hingga melemah pada Senin, dengan tekanan saham teknologi dan ketidakpastian kebijakan sama kuatnya dengan dampak langsung sanksi Iran.
Saham global bergerak campuran hingga melemah pada Senin, dengan tekanan saham teknologi dan ketidakpastian kebijakan sama kuatnya dengan dampak langsung sanksi Iran. Berbeda dari kekhawatiran awal, harga minyak turun lebih dari 2 dolar AS per barel dan imbal hasil Treasury AS ikut merosot.
Kampanye Operation Economic Outcast menyasar aktivitas terkait Iran di sektor aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.