S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite melemah 0,76% pada Senin, sementara Dow Jones naik 0,26% karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama pasar.[19][20] Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,704%, sedangkan imbal hasil 30 tahun turun lebih dari 4 basis...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What drove the global stock-market decline and weaker U.S. futures on Monday as Treasury yields approached multiyear highs; how did the 10-y. Article summary: The Monday weakness reflected a combination of elevated long-term Treasury yields, renewed anxiety about technology and AI-linked stocks, and geopolitical risk surrounding tighter U.S. pressure on Iran. Relief from the T. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
Pasar saham global memulai pekan dengan tekanan pada Senin, 24 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi meski imbal hasil Treasury AS bertenor panjang bergerak turun. Keringanan di pasar obligasi belum cukup untuk menghentikan aksi jual saham teknologi dan semikonduktor, sementara investor juga mencermati tekanan AS terhadap Iran dan besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah AS.
Pelemahan pasar bukan terutama disebabkan lonjakan baru imbal hasil Treasury. Investor justru mulai mempertanyakan seberapa kuat dan berkelanjutan reli saham teknologi yang dipimpin tema kecerdasan buatan (AI).
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite merosot 0,76%, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,26%. Saham-saham Eropa secara umum bergerak mendatar, sementara bursa Asia berakhir beragam ketika pelaku pasar menimbang tekanan di pasar obligasi, volatilitas saham AI, serta perkembangan geopolitik.17
Laporan bahwa Departemen Keuangan AS dapat menggunakan General Account—rekening kas pemerintah AS—untuk membiayai pembelian tambahan obligasi pemerintah mendorong imbal hasil turun pada sesi Senin. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,704%, sementara imbal hasil 30 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi 5,234%.12
Satu basis poin setara dengan 0,01 poin persentase. Karena harga obligasi dan imbal hasil bergerak berlawanan arah, kenaikan harga obligasi biasanya berarti imbal hasil turun.
Penurunan tersebut menjadi pembalikan sebagian dari aksi jual pada pekan sebelumnya. Imbal hasil obligasi 30 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak 2007, dipicu kekhawatiran inflasi, defisit fiskal yang besar, dan meningkatnya pasokan utang pemerintah AS.4
5
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan rencana untuk setidaknya menggandakan pembelian kembali surat utang kupon nominal bertenor panjang menjadi US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas yang lebih besar di pasar obligasi jangka panjang.3
15
Pembelian kembali obligasi dapat memperbaiki likuiditas dan meningkatkan permintaan terhadap surat utang tertentu. Namun, langkah ini tidak menghapus kebutuhan dasar pemerintah untuk mencari pembiayaan. Investor tetap berfokus pada besarnya utang yang harus diterbitkan Departemen Keuangan dan kemampuan pasar menyerap pasokan tersebut pada tingkat imbal hasil yang masih dapat diterima.2
5
Perbedaan inilah yang menjelaskan mengapa reli awal di pasar obligasi cepat memudar. Rencana pembelian kembali mengatasi persoalan likuiditas pasar, bukan kekhawatiran fiskal yang lebih luas. Para pengkritik juga memperingatkan bahwa pengalihan lebih banyak pembiayaan ke surat utang jangka pendek dapat menimbulkan komplikasi bagi inflasi, strategi pendanaan Treasury, dan independensi kebijakan Federal Reserve.13
Imbal hasil jangka panjang yang tinggi berdampak lebih luas daripada sekadar pasar surat utang pemerintah. Suku bunga Treasury menjadi acuan bagi kredit perumahan, kredit konsumen, dan pinjaman korporasi. Perusahaan yang menggelontorkan investasi besar untuk infrastruktur AI juga dapat menghadapi biaya pendanaan yang lebih mahal ketika imbal hasil obligasi meningkat.4
Aksi jual terkonsentrasi pada saham teknologi, chip, dan perusahaan yang terkait dengan AI. Micron Technology turun 5,8%, sementara Coherent dan Lumentum masing-masing merosot lebih dari 4%. ETF semikonduktor SOXX juga turun 2,7%.
Saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi cenderung sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Ketika imbal hasil jangka panjang naik, proyeksi keuntungan di masa depan didiskontokan dengan tingkat yang lebih tinggi. Kondisi itu dapat menekan valuasi perusahaan yang sudah diperdagangkan dengan harga relatif mahal.
Pasar juga menunggu laporan kinerja Nvidia. Hasil perusahaan tersebut dipandang sebagai ujian penting bagi kemampuan reli berbasis AI untuk bertahan di tengah biaya pinjaman yang lebih tinggi dan ketidakpastian ekonomi yang meningkat.4
Perdagangan di Asia menunjukkan pola yang tidak seragam:
Bursa Eropa cenderung lebih stabil. STOXX 600 pan-Eropa ditutup tidak berubah di level 654,21 karena investor memantau perkembangan terkait Iran dan menunggu data ekonomi yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Eropa.
Kontrak berjangka AS sedikit melemah pada awal perdagangan. Dalam salah satu pembaruan pasar, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% dan kontrak berjangka Dow turun 0,1%.11 Namun, saat penutupan, Dow berhasil berbalik naik 0,26%. Pelemahan saham teknologi tetap membuat S&P 500 dan Nasdaq berakhir di zona merah.
Investor menunggu rincian kampanye tekanan baru AS terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi terhadap lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal yang dikaitkan dengan program nuklir dan rudal Iran, pendapatan minyak, serta operasi siber.18
Rial Iran juga melemah ke rekor terendah, yakni sekitar 2,02 juta rial per dolar AS di pasar informal, menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan pasar.
Meski sanksi meningkat, harga minyak turun lebih dari US$2 per barel. Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi imbal hasil obligasi dan sentimen risiko karena mengurangi kekhawatiran langsung tentang tambahan tekanan inflasi.
Sejumlah agenda berpotensi menentukan arah pasar berikutnya:
Pergerakan pasar pada Senin menunjukkan bahwa penurunan imbal hasil Treasury saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor. Saham teknologi dan semikonduktor masih rentan, sementara pelaku pasar terus mempertanyakan keberlanjutan pembiayaan utang AS dan sensitivitas investasi AI terhadap suku bunga.
Penurunan harga minyak menjadi penyeimbang, tetapi sinyal utama berikutnya kemungkinan datang dari data inflasi, kebijakan Treasury, laporan kinerja Nvidia, serta komentar Kevin Warsh di Jackson Hole.4
5
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite melemah 0,76% pada Senin, sementara Dow Jones naik 0,26% karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama pasar.[19][20]
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite melemah 0,76% pada Senin, sementara Dow Jones naik 0,26% karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama pasar.[19][20] Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,704%, sedangkan imbal hasil 30 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi 5,234% setelah muncul laporan bahwa Departemen Keuangan AS d...
Investor tetap waspada terhadap kebutuhan pembiayaan pemerintah AS, tekanan geopolitik terkait Iran, serta prospek saham berbasis kecerdasan buatan menjelang laporan kinerja Nvidia dan pidato Kevin Warsh di Jackson Ho...
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite melemah 0,76% pada Senin, sementara Dow Jones naik 0,26% karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama pasar.[19][20] Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,704%, sedangkan imbal hasil 30 tahun turun lebih dari 4 basis...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What drove the global stock-market decline and weaker U.S. futures on Monday as Treasury yields approached multiyear highs; how did the 10-y. Article summary: The Monday weakness reflected a combination of elevated long-term Treasury yields, renewed anxiety about technology and AI-linked stocks, and geopolitical risk surrounding tighter U.S. pressure on Iran. Relief from the T. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
Pasar saham global memulai pekan dengan tekanan pada Senin, 24 Agustus 2026. Penurunan ini terjadi meski imbal hasil Treasury AS bertenor panjang bergerak turun. Keringanan di pasar obligasi belum cukup untuk menghentikan aksi jual saham teknologi dan semikonduktor, sementara investor juga mencermati tekanan AS terhadap Iran dan besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah AS.
Pelemahan pasar bukan terutama disebabkan lonjakan baru imbal hasil Treasury. Investor justru mulai mempertanyakan seberapa kuat dan berkelanjutan reli saham teknologi yang dipimpin tema kecerdasan buatan (AI).
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite merosot 0,76%, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,26%. Saham-saham Eropa secara umum bergerak mendatar, sementara bursa Asia berakhir beragam ketika pelaku pasar menimbang tekanan di pasar obligasi, volatilitas saham AI, serta perkembangan geopolitik.17
Laporan bahwa Departemen Keuangan AS dapat menggunakan General Account—rekening kas pemerintah AS—untuk membiayai pembelian tambahan obligasi pemerintah mendorong imbal hasil turun pada sesi Senin. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,704%, sementara imbal hasil 30 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi 5,234%.12
Satu basis poin setara dengan 0,01 poin persentase. Karena harga obligasi dan imbal hasil bergerak berlawanan arah, kenaikan harga obligasi biasanya berarti imbal hasil turun.
Penurunan tersebut menjadi pembalikan sebagian dari aksi jual pada pekan sebelumnya. Imbal hasil obligasi 30 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak 2007, dipicu kekhawatiran inflasi, defisit fiskal yang besar, dan meningkatnya pasokan utang pemerintah AS.4
5
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan rencana untuk setidaknya menggandakan pembelian kembali surat utang kupon nominal bertenor panjang menjadi US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan likuiditas yang lebih besar di pasar obligasi jangka panjang.3
15
Pembelian kembali obligasi dapat memperbaiki likuiditas dan meningkatkan permintaan terhadap surat utang tertentu. Namun, langkah ini tidak menghapus kebutuhan dasar pemerintah untuk mencari pembiayaan. Investor tetap berfokus pada besarnya utang yang harus diterbitkan Departemen Keuangan dan kemampuan pasar menyerap pasokan tersebut pada tingkat imbal hasil yang masih dapat diterima.2
5
Perbedaan inilah yang menjelaskan mengapa reli awal di pasar obligasi cepat memudar. Rencana pembelian kembali mengatasi persoalan likuiditas pasar, bukan kekhawatiran fiskal yang lebih luas. Para pengkritik juga memperingatkan bahwa pengalihan lebih banyak pembiayaan ke surat utang jangka pendek dapat menimbulkan komplikasi bagi inflasi, strategi pendanaan Treasury, dan independensi kebijakan Federal Reserve.13
Imbal hasil jangka panjang yang tinggi berdampak lebih luas daripada sekadar pasar surat utang pemerintah. Suku bunga Treasury menjadi acuan bagi kredit perumahan, kredit konsumen, dan pinjaman korporasi. Perusahaan yang menggelontorkan investasi besar untuk infrastruktur AI juga dapat menghadapi biaya pendanaan yang lebih mahal ketika imbal hasil obligasi meningkat.4
Aksi jual terkonsentrasi pada saham teknologi, chip, dan perusahaan yang terkait dengan AI. Micron Technology turun 5,8%, sementara Coherent dan Lumentum masing-masing merosot lebih dari 4%. ETF semikonduktor SOXX juga turun 2,7%.
Saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi cenderung sensitif terhadap ekspektasi suku bunga. Ketika imbal hasil jangka panjang naik, proyeksi keuntungan di masa depan didiskontokan dengan tingkat yang lebih tinggi. Kondisi itu dapat menekan valuasi perusahaan yang sudah diperdagangkan dengan harga relatif mahal.
Pasar juga menunggu laporan kinerja Nvidia. Hasil perusahaan tersebut dipandang sebagai ujian penting bagi kemampuan reli berbasis AI untuk bertahan di tengah biaya pinjaman yang lebih tinggi dan ketidakpastian ekonomi yang meningkat.4
Perdagangan di Asia menunjukkan pola yang tidak seragam:
Bursa Eropa cenderung lebih stabil. STOXX 600 pan-Eropa ditutup tidak berubah di level 654,21 karena investor memantau perkembangan terkait Iran dan menunggu data ekonomi yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Eropa.
Kontrak berjangka AS sedikit melemah pada awal perdagangan. Dalam salah satu pembaruan pasar, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% dan kontrak berjangka Dow turun 0,1%.11 Namun, saat penutupan, Dow berhasil berbalik naik 0,26%. Pelemahan saham teknologi tetap membuat S&P 500 dan Nasdaq berakhir di zona merah.
Investor menunggu rincian kampanye tekanan baru AS terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi terhadap lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal yang dikaitkan dengan program nuklir dan rudal Iran, pendapatan minyak, serta operasi siber.18
Rial Iran juga melemah ke rekor terendah, yakni sekitar 2,02 juta rial per dolar AS di pasar informal, menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan pasar.
Meski sanksi meningkat, harga minyak turun lebih dari US$2 per barel. Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi imbal hasil obligasi dan sentimen risiko karena mengurangi kekhawatiran langsung tentang tambahan tekanan inflasi.
Sejumlah agenda berpotensi menentukan arah pasar berikutnya:
Pergerakan pasar pada Senin menunjukkan bahwa penurunan imbal hasil Treasury saja belum cukup untuk memulihkan kepercayaan investor. Saham teknologi dan semikonduktor masih rentan, sementara pelaku pasar terus mempertanyakan keberlanjutan pembiayaan utang AS dan sensitivitas investasi AI terhadap suku bunga.
Penurunan harga minyak menjadi penyeimbang, tetapi sinyal utama berikutnya kemungkinan datang dari data inflasi, kebijakan Treasury, laporan kinerja Nvidia, serta komentar Kevin Warsh di Jackson Hole.4
5
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite melemah 0,76% pada Senin, sementara Dow Jones naik 0,26% karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama pasar.[19][20]
S&P 500 turun 0,28% dan Nasdaq Composite melemah 0,76% pada Senin, sementara Dow Jones naik 0,26% karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama pasar.[19][20] Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun lebih dari 3 basis poin menjadi 4,704%, sedangkan imbal hasil 30 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi 5,234% setelah muncul laporan bahwa Departemen Keuangan AS d...
Investor tetap waspada terhadap kebutuhan pembiayaan pemerintah AS, tekanan geopolitik terkait Iran, serta prospek saham berbasis kecerdasan buatan menjelang laporan kinerja Nvidia dan pidato Kevin Warsh di Jackson Ho...