Harga minyak turun sekitar 1% pada Senin karena investor mengambil untung setelah reli yang dipicu ketegangan geopolitik, sementara sebagian sanksi baru terhadap Iran dinilai sudah tercermin dalam harga. Dalam perdagangan yang lebih baru, Brent turun 94 sen atau 1% menjadi $93,45 per barel, sedangkan WTI melemah 92...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: Why did oil prices fall about 1% on Monday ahead of U.S. Treasury Secretary Scott Bessent’s expected 2 p.m. EDT announcement of what he call. Article summary: Oil fell because traders locked in profits after a multiweek geopolitical rally and appeared to view the already-signaled sanctions escalation as largely priced in. The decline did not remove the underlying supply risk: . Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
Harga minyak turun sekitar 1% pada Senin ketika investor mengambil untung setelah kenaikan selama dua pekan dan menunggu rincian paket sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan langkah tersebut pada pukul 14.00 EDT. Pasar tampaknya sudah memperhitungkan sebagian eskalasi, tetapi itu belum menutup kemungkinan terjadinya tekanan pasokan baru jika sanksi diterapkan secara luas dan efektif. 10
Dalam pembaruan perdagangan pada Senin, kontrak berjangka Brent turun 94 sen atau 1% menjadi $93,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan harga minyak AS, turun 92 sen atau 1,06% menjadi $86,14 per barel. 10
Pada awal sesi, Brent sempat turun $1,22 atau 1,29% ke $93,17 per barel. WTI juga sempat melemah sekitar $1,20 atau 1,38% ke $85,86. Perbedaan angka tersebut mencerminkan waktu pengambilan data yang berbeda dalam sesi perdagangan, bukan perubahan arah pasar. 8
Penjelasan terdekatnya adalah aksi ambil untung. Brent dan WTI mencatat kenaikan mingguan untuk kedua kalinya secara beruntun pada pekan sebelumnya, masing-masing naik lebih dari 5% ketika peluang perdamaian AS-Iran menyusut dan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap sangat terbatas.
Investor juga sudah mendapat sinyal bahwa Washington menyiapkan eskalasi sanksi besar. Bessent menyebut langkah itu belum pernah terjadi sebelumnya, sedangkan Presiden Donald Trump memperingatkan negara-negara yang memberikan “jalur penyelamat” ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi. Karena arah kebijakan sudah diketahui, sebagian pelaku pasar tidak lagi memiliki alasan untuk terus membeli minyak hanya berdasarkan risiko pemberitaan sebelum rincian penegakannya diumumkan. 12
Situasi ini menjelaskan reaksi pasar pada Senin: sebagian trader mengunci keuntungan, sementara lainnya memilih menunggu untuk melihat apakah sanksi tersebut benar-benar akan menghapus tambahan volume minyak Iran dari pasar.
Penurunan harga terjadi di tengah gangguan pasokan yang jauh dari kondisi normal. Hampir enam bulan setelah konfrontasi AS-Iran dimulai, harapan terobosan diplomatik memudar, produksi minyak Timur Tengah masih berkurang, dan pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu parah. Menurut data yang dikutip Reuters, hanya tujuh kapal komoditas yang melintasi selat tersebut pada Kamis sebelumnya.
Pasar pun semakin memperlakukan gangguan itu sebagai masalah berkepanjangan, bukan kejutan sementara. Pergeseran ekspektasi tersebut membantu menjaga harga minyak mentah di sekitar $90 per barel meski sejumlah pemberitaan sempat memicu penurunan jangka pendek.
Dengan latar belakang itu, penurunan pada Senin lebih tepat dibaca sebagai perubahan ekspektasi dan posisi investor—bukan bukti bahwa ancaman terhadap pasokan fisik telah hilang.
Perubahan kebijakan penting sebelumnya terjadi pada 22 Juni 2026, ketika Departemen Keuangan AS menerbitkan lisensi umum selama 60 hari. Kebijakan itu mengizinkan transaksi minyak mentah, produk minyak bumi, dan petrokimia asal Iran hingga 21 Agustus. Keringanan tersebut dikaitkan dengan komitmen mengenai inspeksi nuklir dan kebebasan transit melalui Selat Hormuz.
Prospek kembalinya lebih banyak minyak Iran ke pasar membantu menekan harga. WTI ditutup di bawah $74 per barel setelah keringanan itu diumumkan, karena trader memperkirakan pasokan minyak Iran bertambah dan arus pelayaran regional membaik.
Namun, efek positif itu hanya sementara. Otorisasi tersebut berakhir pada 21 Agustus, menghilangkan sinyal dukungan pasokan tepat sebelum rencana pengumuman Bessent. Dengan demikian, rangkaian kebijakannya berubah dari keringanan sanksi sementara pada Juni menjadi tekanan baru dan ancaman hukuman terhadap mitra dagang Iran pada Agustus.
Washington menggambarkan paket itu sebagai kampanye tekanan maksimum untuk mengisolasi Iran secara ekonomi. Bessent menyebutnya sebagai gabungan antara blokade ekspor Iran yang sudah berjalan dan langkah finansial serta perdagangan yang ditujukan untuk memutus pendapatan, pembiayaan, dan dukungan komersial eksternal bagi Teheran. Ia mengatakan tujuannya adalah “meruntuhkan” rezim tersebut sekaligus mengurangi kebutuhan untuk kembali menjalankan operasi militer berskala besar. 17
Peringatan Trump berpotensi memperluas sasaran sanksi hingga di luar entitas Iran. Bank, perusahaan, lembaga pemerintah, dan bisnis lain yang dianggap memberikan “jalur penyelamat” ekonomi kepada Teheran dapat menjadi sasaran tindakan AS, bergantung pada cara kebijakan itu diterapkan. 2
Bagi pasar minyak, pertanyaan utamanya bukan hanya apa yang diumumkan Washington, melainkan seberapa jauh langkah tersebut mampu mencegah atau mengganggu jaringan perdagangan Iran yang masih tersisa.
China sangat penting karena negara itu membeli lebih dari 80% minyak Iran yang dikirim melalui laut, berdasarkan data 2025 dari perusahaan analitik Kpler yang dikutip Reuters. Washington mendorong Beijing untuk bekerja sama, tetapi China menyatakan bahwa sanksi dan tekanan tidak akan menyelesaikan sengketa tersebut dan menyerukan pendekatan politik serta diplomatik. 4
Jika AS menjatuhkan hukuman kepada pembeli, bank, perusahaan asuransi, operator kapal, kilang, atau perantara yang tetap menangani minyak mentah Iran, sebagian pelaku pasar mungkin mengurangi atau menunda pembelian untuk membatasi risiko terhadap akses mereka ke sistem keuangan AS. Langkah itu tidak serta-merta menghilangkan minyak secara fisik, tetapi dapat membuat minyak Iran lebih sulit dijual, dibiayai, diasuransikan, dan dikirimkan.
Akibatnya, jumlah minyak mentah yang benar-benar mudah diakses pasar global dapat menyusut. Inilah alasan sanksi masih bisa mendorong harga naik setelah penurunan awal: pasar mula-mula bereaksi terhadap kebijakan yang sudah diperhitungkan, lalu menilai ulang prospek pasokan fisik ketika penegakan mulai berjalan.
Iran menyebut langkah yang diancamkan tersebut sebagai “terorisme ekonomi” dan mengatakan responsnya terhadap ancaman baru AS akan “menghancurkan”. Teheran juga mengaitkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan konsesi dari AS, termasuk pencabutan blokade ekspor dan sanksi minyak.
Respons itu menciptakan dua risiko berbeda bagi pasar minyak. Sanksi dapat membatasi ekspor Iran melalui tekanan finansial dan komersial, sementara pembatasan yang berlanjut atau meningkat di Hormuz dapat menghambat pengiriman minyak dari kawasan yang lebih luas. Kedua risiko tersebut dapat saling memperkuat jika upaya diplomatik gagal.
Pergerakan harga pada Senin menunjukkan bahwa trader telah memasukkan sebagian besar eskalasi sanksi yang diperkirakan ke dalam harga minyak. Namun, penurunan itu tidak membuktikan bahwa sanksi tersebut akan berdampak kecil.
Ujian berikutnya adalah cakupan dan efektivitas penegakan paket kebijakan tersebut. Jika sanksi menjangkau pembeli utama serta infrastruktur yang menopang ekspor minyak Iran, pasokan global yang efektif tersedia bagi pasar dapat mengetat dan harga berpotensi naik. Sebaliknya, jika sanksinya terbatas, penerapannya tertunda, atau mudah dihindari, penilaian bahwa risikonya sudah “tercermin dalam harga” akan semakin kuat.
Untuk saat ini, kesimpulan paling jelas adalah bahwa harga minyak turun karena trader menjual setelah reli dan menunggu rincian kebijakan—bukan karena risiko pasokan terkait Iran telah menghilang.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Harga minyak turun sekitar 1% pada Senin karena investor mengambil untung setelah reli yang dipicu ketegangan geopolitik, sementara sebagian sanksi baru terhadap Iran dinilai sudah tercermin dalam harga.
Harga minyak turun sekitar 1% pada Senin karena investor mengambil untung setelah reli yang dipicu ketegangan geopolitik, sementara sebagian sanksi baru terhadap Iran dinilai sudah tercermin dalam harga. Dalam perdagangan yang lebih baru, Brent turun 94 sen atau 1% menjadi $93,45 per barel, sedangkan WTI melemah 92 sen atau 1,06% menjadi $86,14.
Sanksi yang menyasar pendapatan Iran serta negara, bank, perusahaan pelayaran, dan perantara yang membantu perdagangan minyaknya—terutama China—tetap berpotensi memperketat pasokan global.