Scott Bessent dijadwalkan menjelaskan rencana sanksi baru terhadap Iran pada Senin, 24 Agustus pukul 14.00 EDT atau Selasa, 25 Agustus pukul 01.00 WIB. Ujian terbesar bagi Washington adalah apakah sanksi sekunder akan benar benar menargetkan perdagangan minyak, pelayaran, dan keuangan yang terhubung dengan China.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What are the details and likely consequences of U.S. Treasury Secretary Scott Bessent’s planned Monday 2 p.m. EDT announcement of what he ca. Article summary: Bessent’s Monday announcement is expected to formalize a shift toward maximum economic coercion—paired with the existing naval blockade—rather than renewed large-scale U.S. combat. The exact measures have not yet been re. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers
Rencana Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent untuk mengumumkan sanksi baru terhadap Iran diperkirakan akan mengubah ancaman luas pemerintahan Trump menjadi strategi ekonomi yang lebih terperinci. Konferensi pers itu dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus pukul 14.00 waktu Amerika Serikat bagian Timur—atau Selasa, 25 Agustus pukul 01.00 WIB.
Bessent menyebut pendekatan tersebut sebagai kombinasi antara blokade yang sudah berjalan dan “sanksi terberat dalam sejarah”. Ia juga menyiratkan bahwa tekanan ekonomi yang lebih kuat dapat mengurangi kebutuhan Amerika Serikat untuk kembali menjalankan operasi militer berskala besar. 12
Namun, ada catatan penting: paket sanksi itu belum dipublikasikan. Skala, dasar hukum, serta sasaran penegakannya masih belum diketahui.
Berdasarkan pernyataan publik Bessent, langkah baru tersebut kemungkinan menyasar jalur-jalur yang menghubungkan perekonomian Iran dengan perdagangan global, antara lain:
Langkah yang paling berdampak adalah penerapan sanksi sekunder, yakni hukuman terhadap entitas non-Iran yang tetap berbisnis dengan Tehran. Sejumlah laporan mengenai rencana pemerintahan Trump menyebut Washington mendorong negara-negara sekutunya untuk memilih antara bekerja sama dengan Amerika Serikat atau mempertahankan perdagangan dengan Iran. 5614
Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya membatasi lembaga-lembaga Iran. Akses ke sistem keuangan dan pasar yang terhubung dengan Amerika Serikat juga akan dijadikan alat tekanan terhadap mitra dagang Iran.
China kemungkinan menjadi sasaran paling penting. Menurut data yang dikutip Reuters, China membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang dikirim melalui jalur laut. Artinya, kilang, pedagang, bank, perusahaan pelayaran, serta skema pembayaran yang terhubung dengan China akan menjadi titik utama dalam upaya memutus sisa pendapatan minyak Iran.
Beijing tidak mendukung strategi sanksi Washington. Reuters melaporkan bahwa China menilai sanksi tidak akan membantu menyelesaikan konflik, sementara China dan Pakistan mendukung dimulainya kembali perundingan damai. 1
Risiko tersebut sudah mulai memengaruhi perdagangan minyak. Penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli China menurun dan harga naik setelah blokade Amerika Serikat membatasi pengiriman, menurut sumber perdagangan yang dikutip Reuters. Perusahaan pelayaran milik negara China juga dilaporkan menghindari Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb karena meningkatnya risiko keamanan.
Washington kini menghadapi pilihan sulit. Penegakan yang terbatas mungkin gagal mengubah perhitungan Tehran. Sebaliknya, penegakan agresif terhadap perdagangan yang terkait dengan China dapat memicu konfrontasi dengan Beijing, mengganggu pasokan minyak tambahan, dan mempersempit ruang diplomasi.
Rezim sanksi yang lebih ketat akan menambah tekanan terhadap perekonomian Iran yang telah menghadapi pembatasan berat dan blokade laut. Dampaknya dapat berupa berkurangnya akses terhadap valuta asing, kenaikan biaya impor, gangguan perbankan, serta semakin banyaknya transaksi yang berpindah ke jalur informal dan tidak transparan.
Namun, dampak langsungnya belum tentu berupa penyerahan diri politik. Isolasi ekonomi memang dapat mengurangi sumber daya pemerintah, tetapi juga dapat membebankan biaya lebih besar kepada warga sipil, memperkuat jaringan pasar gelap, dan mendorong para pemimpin Iran menggambarkan tekanan asing sebagai serangan terhadap kedaulatan nasional. Laporan yang tersedia mendukung perkiraan bahwa tekanan ekonomi akan meningkat, tetapi belum membuktikan bahwa sanksi dapat dengan cepat menjatuhkan pemerintahan Iran. 212
Pejabat Iran telah menolak cara Washington membingkai langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut sanksi sebagai “terorisme ekonomi”. Tehran menuntut perundingan yang didasarkan pada rasa saling menghormati, keadilan, dan kehormatan nasional—bukan kesepakatan yang tampak lahir dari paksaan. 2
Pengumuman sanksi ini muncul ketika pelayaran melalui Selat Hormuz sudah sangat terbatas. Reuters melaporkan bahwa lalu lintas kapal nyaris terhenti setelah serangan terhadap kapal dan ancaman Amerika Serikat untuk mempertahankan blokade tanpa batas waktu. Arus minyak melalui selat tersebut—yang sebelum perang rata-rata mencapai sekitar 18 juta barel per hari—turun tajam pada Juli dan tetap jauh lebih rendah pada Agustus, menurut analisis Reuters.
Pejabat Iran telah mengancam akan membalas jika negara-negara tetangga ikut dalam kampanye ekonomi Amerika Serikat. Mohsen Rezaei memperingatkan bahwa Iran dapat menargetkan jalur ekspor minyak di luar Selat Hormuz, selain lalu lintas di dalam selat, jika negara-negara Teluk bergabung dengan upaya sanksi tersebut.
Ancaman itu berpotensi memperluas dampak melampaui ekspor Iran sendiri. Jika kapal tanker, jaringan pipa alternatif, atau infrastruktur energi negara-negara Teluk menjadi sasaran, harga minyak, ongkos angkutan dan asuransi dapat meningkat. Premi risiko atas pasokan energi dari Timur Tengah juga akan membesar. Reuters melaporkan bahwa pasar minyak semakin memperhitungkan gangguan Hormuz sebagai masalah berkepanjangan, bukan guncangan sementara.
Karena itu, dampak praktis sanksi baru akan sangat ditentukan oleh situasi di laut. Jika ekspor Iran sudah sangat dibatasi oleh blokade, hukuman finansial tambahan mungkin hanya memberi pengaruh langsung yang terbatas terhadap volume pasokan fisik. Namun, dampaknya terhadap perusahaan dan negara yang berusaha menghindari pembatasan bisa jauh lebih besar.
Kerangka kesepakatan sementara pada Juni tidak menghasilkan penyelesaian yang bertahan lama. Masa gencatan senjata 60 hari tidak diperpanjang, sementara Washington dan Tehran saling menyalahkan atas kegagalannya serta berbeda pendapat mengenai syarat pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan selat itu akan tetap ditutup sampai Washington mencabut blokade, menghapus sanksi minyak, mencairkan aset Iran, dan menghentikan operasi militer.
China dan Pakistan tetap relevan karena keduanya mendukung jalur diplomatik. Pakistan telah menjajaki kemungkinan pembukaan kembali perundingan Amerika Serikat–Iran setelah dorongan yang diprakarsai China. Namun, pejabat Pakistan mengatakan penghentian serangan terhadap Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya menjadi prasyarat kemajuan.
Paket sanksi yang menyediakan pengecualian, ruang negosiasi, atau mekanisme pelayaran yang diawasi masih dapat mempertahankan jalur diplomasi. Sebaliknya, kampanye yang memperlakukan semua mitra dagang utama Iran sebagai musuh akan menyulitkan mediasi dan memperkuat argumen Tehran bahwa Washington menginginkan penyerahan diri, bukan kesepakatan yang dinegosiasikan.
Rhetorika akan kalah penting dibandingkan detail pelaksanaannya. Beberapa pertanyaan kunci adalah:
Hasil strategisnya akan ditentukan oleh penegakan, bukan oleh frasa “sanksi terberat dalam sejarah”. Washington mungkin sedang berusaha menggantikan atau membatasi pertempuran berskala besar dengan isolasi ekonomi. Namun, keberhasilan kebijakan itu akan bergantung pada respons China, kemampuan Iran menghindari pembatasan, serta apakah tekanan tersebut menghasilkan perundingan atau justru konfrontasi yang lebih luas di kawasan Teluk.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Scott Bessent dijadwalkan menjelaskan rencana sanksi baru terhadap Iran pada Senin, 24 Agustus pukul 14.00 EDT atau Selasa, 25 Agustus pukul 01.00 WIB.
Scott Bessent dijadwalkan menjelaskan rencana sanksi baru terhadap Iran pada Senin, 24 Agustus pukul 14.00 EDT atau Selasa, 25 Agustus pukul 01.00 WIB. Ujian terbesar bagi Washington adalah apakah sanksi sekunder akan benar benar menargetkan perdagangan minyak, pelayaran, dan keuangan yang terhubung dengan China.
Sanksi dapat memperberat tekanan ekonomi Iran dan mengurangi kebutuhan operasi militer besar, tetapi juga berisiko memperburuk penderitaan sipil serta memicu krisis energi yang lebih luas di sekitar Selat Hormuz.