Tom Barrack menyebut serangan Israel pada 18 Agustus ke pangkalan udara Abu al Duhur di Suriah sebagai eskalasi tak perlu yang mungkin dipengaruhi kalkulasi politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilu... Barrack mengatakan intelijen AS tidak menemukan bukti bahwa Turki sedang bersiap membangun kehadi...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did U.S. Special Envoy to Syria and Ambassador to Turkey Tom Barrack allege about Israel’s August 18 airstrike on Syria’s Abu al-Duhur. Article summary: Barrack portrayed the Abu al-Duhur strike as an unnecessary and exceptionally dangerous escalation, not a clearly established act of self-defense. He suggested it may have reflected Netanyahu’s domestic political calcula. Topic tags: general, news, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers,
Serangan Israel pada 18 Agustus ke pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah bukan hanya menimbulkan kerusakan pada fasilitas militer. Operasi itu juga membuka perbedaan tajam antara Israel dan utusan Washington untuk Suriah mengenai alasan serangan—serta memperlihatkan betapa cepat sebuah operasi di dekat perbatasan Turki dapat berubah menjadi konflik yang lebih luas.
Tom Barrack, duta besar Amerika Serikat untuk Turki sekaligus utusan khusus presiden untuk Suriah, menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi yang tidak perlu” dan tidak membantu stabilitas kawasan. Ia mengatakan keputusan Israel sulit dipadukan dengan komunikasi yang masih berlangsung di antara pihak-pihak terkait.
Barrack menyebut salah satu kemungkinan adalah operasi itu dimaksudkan untuk “memancing” Turki masuk ke dalam konfrontasi. Ia juga mengisyaratkan bahwa politik domestik mungkin berperan, karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi pemilu Israel pada 27 Oktober. PT
Namun, Barrack tidak menyajikan dugaan tersebut sebagai fakta yang telah terbukti. Ia mengatakan tidak mengetahui motif Israel secara pasti dan menyebutnya sebagai salah satu dari beberapa skenario yang mungkin. Dengan demikian, laporan yang tersedia mendukung adanya dugaan kalkulasi politik—bukan kesimpulan terverifikasi bahwa Netanyahu memerintahkan serangan demi kepentingan elektoral. CET
Israel menyatakan serangan itu didasarkan pada alasan keamanan. Menurut pejabat Israel, Suriah hampir mengizinkan pasukan Turki ditempatkan di Abu al-Duhur, yang dipandang Israel sebagai ancaman dan pelanggaran terhadap status quo keamanan antara Israel dan Suriah. Israel juga mengatakan telah berulang kali memperingatkan Suriah dan bertindak setelah menerima informasi mengenai rencana aktivitas Turki. AM
Barrack membantah penjelasan tersebut. Ia mengatakan badan-badan intelijen AS menelaah informasi yang dibagikan Israel, tetapi tidak menemukan bukti bahwa Turki sedang bersiap mengerahkan pasukan ke pangkalan udara itu. AM
Perbedaan ini membuat pertanyaan utama mengenai serangan Abu al-Duhur masih belum terjawab:
Tidak ada sumber yang tersedia di sini yang secara independen memastikan penilaian mana yang benar.
Peringatan Barrack yang paling mendesak berkaitan dengan minimnya komunikasi operasional. Ia mengatakan Turki tidak diberi tahu sebelumnya bahwa pesawat Israel sedang menuju pangkalan Suriah tersebut maupun apa misi pesawat-pesawat itu. Pasukan Turki kemudian dilaporkan melihat pesawat yang terbang ke arah utara, menuju wilayah mereka, dan secara masuk akal dapat bersiap mengambil tindakan. RI
Dalam situasi seperti itu, pilot Turki bisa saja mengerahkan jet tempur karena mengira pasukan atau wilayah mereka sedang diserang. Pesawat Israel dan Turki—yang merupakan anggota NATO—kemudian dapat berhadapan dalam eskalasi yang berlangsung sangat cepat, sementara Suriah ikut terseret ke dalam krisis. Barrack mengatakan serangan itu membawa “risiko nyata” terjadinya konfrontasi militer langsung antara Israel, Turki, dan Suriah. YI
Jadi, bahayanya bukan hanya terletak pada sasaran yang hendak dihancurkan. Operasi tanpa pemberitahuan di dekat Turki dapat disalahartikan dalam hitungan menit. Karena itu, Amerika Serikat mengatakan sedang mengupayakan mekanisme pencegahan konflik (deconfliction) antara Turki, Israel, dan Suriah untuk mengurangi risiko salah perhitungan militer. RH
Turki mengecam serangan tersebut dan menyebut klaim Israel mengenai rencana militer Turki di Suriah sebagai “tidak dapat dipertahankan”. Ankara juga menyerukan respons internasional terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi Israel yang semakin meningkat. R
Suriah menyebut serangan itu sebagai tindakan agresi yang tidak dapat dibenarkan serta pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorialnya. Media pemerintah Suriah melaporkan delapan serangan Israel menghantam landasan pacu dan fasilitas penyimpanan di Abu al-Duhur, dekat Aleppo. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. RAP
Respons kedua negara itu menyoroti dua persoalan berbeda: Turki membantah adanya penumpukan atau rencana pengerahan militer yang dituduhkan Israel, sedangkan Suriah menolak hak Israel untuk menyerang infrastruktur di wilayahnya.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menepis pernyataan Barrack sebagai “penuh ketidakakuratan”. Katz mengatakan Israel telah menyampaikan informasi intelijen kepada pihak-pihak yang berwenang di Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa militer Israel berulang kali merekomendasikan serangan terhadap pangkalan tersebut setelah menerima informasi mengenai niat Turki. TM
Menurut versi Katz, Israel juga telah memperingatkan Suriah sebelum operasi dilakukan. Pernyataan itu bertentangan langsung dengan kritik Barrack terhadap dasar serangan dan dengan penilaian intelijen yang ia sampaikan. ET
Perselisihan ini memiliki dampak diplomatik yang lebih luas. Meski Israel dan Amerika Serikat tetap memiliki hubungan dekat, keduanya kini menyampaikan versi publik yang berbeda mengenai bukti di balik serangan dan komunikasi sebelum operasi berlangsung.
Barrack mengatakan Turki, Israel, dan Suriah berkoordinasi setiap malam, dengan keterlibatan AS, untuk memburu anggota ISIS. Ia memperingatkan bahwa kekosongan kekuasaan yang terus berlangsung dapat memberi ruang bagi ISIS untuk bangkit kembali. E
Keterangan ini memperlihatkan kontradiksi penting dalam situasi kawasan. Pemerintah yang sama-sama mengecam atau membela serangan Abu al-Duhur ternyata tetap mempertahankan kontak keamanan praktis untuk memerangi ISIS dan mencegah eskalasi militer yang tidak disengaja.
Koordinasi tersebut bukan berarti Turki, Israel, dan Suriah telah menyelesaikan perselisihan mereka. Hal itu lebih menunjukkan bahwa ketiganya masih dapat bekerja sama secara terbatas dan berfokus pada tugas tertentu ketika memiliki kepentingan langsung yang sama—seperti mencegah kebangkitan ISIS atau menghindari bentrokan tak disengaja—meski tetap berselisih tajam mengenai hak teritorial, pengerahan pasukan, dan kebebasan Israel untuk bertindak di Suriah. RE
Dugaan Barrack adalah bahwa serangan Israel ke Abu al-Duhur merupakan eskalasi yang sebenarnya dapat dihindari dan mungkin memiliki tujuan politik atau strategis di luar alasan keamanan yang disampaikan Israel—termasuk kemungkinan memancing Turki masuk ke dalam konflik. Ia mengatakan intelijen AS tidak membuktikan klaim Israel tentang rencana pengerahan pasukan Turki dan memperingatkan bahwa tidak adanya pemberitahuan kepada Ankara menciptakan risiko nyata terjadinya konfrontasi udara. AT
Israel menolak penilaian tersebut. Katz menyatakan serangan itu didasarkan pada intelijen yang jelas, informasinya telah dibagikan kepada Washington, dan peringatan kepada Suriah tidak mendapat tanggapan. Bukti publik yang tersedia belum menyelesaikan pertanyaan intelijen utama, tetapi menunjukkan dengan jelas adanya celah berbahaya antara koordinasi di balik layar dan tindakan militer terbuka.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Tom Barrack menyebut serangan Israel pada 18 Agustus ke pangkalan udara Abu al Duhur di Suriah sebagai eskalasi tak perlu yang mungkin dipengaruhi kalkulasi politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilu...
Tom Barrack menyebut serangan Israel pada 18 Agustus ke pangkalan udara Abu al Duhur di Suriah sebagai eskalasi tak perlu yang mungkin dipengaruhi kalkulasi politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilu... Barrack mengatakan intelijen AS tidak menemukan bukti bahwa Turki sedang bersiap membangun kehadiran militer di pangkalan tersebut, seperti yang diklaim Israel sebagai alasan serangan.
Karena Turki tidak menerima peringatan sebelumnya, pasukannya berpotensi mengira pesawat Israel sedang menyerang wilayah atau kepentingan mereka dan mengerahkan jet tempur, sehingga memicu konfrontasi langsung.