Kenaikan harga pada produk Nvidia yang lebih kecil telah menjadi contoh nyata. Pada Februari 2026, Nvidia menaikkan harga eceran yang disarankan atau MSRP untuk DGX Spark Founders Edition dari US$3.999 menjadi US$4.699—kenaikan sekitar 18 persen—dengan alasan keterbatasan pasokan memori di seluruh dunia.
Contoh ini tidak berarti setiap produk Nvidia atau setiap perangkat AI akan mengalami kenaikan yang sama. Namun, langkah tersebut menunjukkan bagaimana kelangkaan memori dapat memengaruhi harga bahkan sebelum dampaknya terlihat pada sistem data center berukuran besar.
Server AI menggunakan memori dalam jumlah yang tidak biasa besar, sementara produsen chip memprioritaskan kapasitas bernilai tinggi seperti HBM dan DRAM server berkapasitas tinggi. Salah satu penilaian industri menyebut biaya DRAM untuk server AI hampir berlipat ganda pada kuartal pertama 2026 dan dapat meningkat lebih jauh sepanjang tahun. Sejumlah laporan lain mengutip pemasok yang tidak memperkirakan pemulihan berarti sebelum 2028. Semua angka tersebut tetap merupakan proyeksi pasar, bukan hasil yang terjamin.
Tekanan juga tidak hanya terjadi pada DRAM. NAND flash—yang digunakan pada SSD dan penyimpanan berbagai perangkat—ikut terdampak karena sebagian kapasitas produksi dialihkan untuk kebutuhan pusat data AI. Perkiraan harga kontrak NAND yang terus meningkat menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar krisis RAM.
Bagi perusahaan, biaya memori yang lebih tinggi dapat berarti:
Pemasok cenderung mengutamakan pelanggan dan produk yang terkait langsung dengan AI, terutama HBM serta DRAM server berdensitas tinggi. Akibatnya, perusahaan yang membeli server standar atau melakukan pengadaan dalam jumlah kecil bisa menghadapi persaingan pasokan yang lebih ketat.
Jika kapasitas DRAM dan NAND terus diarahkan ke pusat data AI, produsen ponsel, PC, TV, dan kartu grafis dapat menghadapi biaya komponen yang lebih tinggi serta persediaan yang lebih ketat. Beberapa produk juga berpotensi hadir dengan kapasitas memori dasar yang lebih rendah untuk menjaga harga awal tetap kompetitif.
Kenaikan harga ritel memang mungkin terjadi, tetapi tidak otomatis. Produsen dapat menyerap sebagian biaya, mengurangi fitur lain, mengubah konfigurasi, atau menerima margin keuntungan yang lebih kecil. Dengan demikian, tekanan biaya komponen tidak selalu langsung terlihat sebagai kenaikan harga dengan persentase yang sama di toko.
Bukti yang tersedia mendukung adanya tekanan harga komponen secara luas, tetapi belum cukup untuk membuat daftar menyeluruh dan terverifikasi mengenai produsen perangkat keras TI tertentu yang sudah menaikkan harga. Klaim tentang kenaikan harga di seluruh industri perlu dibaca dengan hati-hati.
Sejumlah proyeksi industri memperkirakan harga memori server dapat meningkat sangat tajam, bahkan berpotensi mencapai sekitar dua kali lipat secara tahunan pada akhir 2026. Namun, proyeksi harga memori tidak sama dengan prediksi bahwa seluruh harga server akan berlipat ganda. Harga akhir juga dipengaruhi oleh GPU, CPU, jaringan, sistem pendingin, penyimpanan, tenaga listrik, desain rak, serta margin produsen.
Artinya, dampak yang paling masuk akal dalam jangka pendek adalah sistem yang lebih mahal, waktu pengiriman lebih lama, dan pilihan konfigurasi yang lebih terbatas—terutama untuk peralatan yang membutuhkan memori besar.
Pembangunan infrastruktur AI mendorong belanja besar untuk pusat data, chip, listrik, jaringan, dan berbagai input yang pasokannya terbatas. Analisis bank sentral dan lembaga kebijakan ekonomi memperingatkan bahwa lonjakan permintaan ini dapat menaikkan inflasi dalam jangka pendek, meskipun AI pada akhirnya berpotensi meningkatkan produktivitas.
Bank Sentral Eropa mencatat bahwa keyakinan terhadap peningkatan produktivitas permanen dapat mendorong rumah tangga dan perusahaan meningkatkan belanja lebih awal, sebelum manfaat produktivitas benar-benar terealisasi. Bank Nasional Swiss juga menyatakan bahwa AI dapat mendorong inflasi lebih tinggi dalam jangka pendek. Dampak bersih dalam jangka panjang masih belum pasti.
Dalam waktu dekat, biaya perangkat keras yang sarat memori kemungkinan meningkat dan ketersediaannya menjadi lebih terbatas. Server Nvidia berbasis Vera Rubin dan Grace Blackwell menjadi salah satu contoh paling menonjol, dengan kenaikan yang dilaporkan melampaui 15 persen untuk banyak sistem yang dikirim pada awal 2027.
Dampak akhirnya akan bergantung pada seberapa cepat produsen memperluas kapasitas memori dan seberapa luas peningkatan produktivitas AI benar-benar terwujud. Sampai pasokan mengejar permintaan, perusahaan dan konsumen kemungkinan harus menghadapi kombinasi harga yang lebih tinggi, waktu tunggu yang lebih lama, dan kompromi pada spesifikasi perangkat.