Pejabat setempat melaporkan bahwa serangan kedua terjadi sekitar 30 menit setelah serangan pertama. Karena pola tersebut, sejumlah pejabat Ukraina menggunakan istilah “double tap”, yaitu serangan susulan yang diduga diarahkan ke orang-orang yang datang untuk melakukan penyelamatan. Namun, materi yang ditinjau belum memberikan verifikasi independen mengenai maksud serangan kedua. Posisi Rusia terkait tuduhan tersebut juga tidak tersedia dalam bukti yang dikaji.
Angka korban berubah-ubah seiring petugas membersihkan puing-puing dan mencari korban. Angka terbaru yang dilaporkan Reuters menyebut sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 130 orang terluka. Gubernur wilayah Oleksandr Hanzha mengatakan 22 anak-anak termasuk di antara mereka yang terluka.
Serangan ini menghantam pusat perbelanjaan yang sedang ramai, sehingga menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecamnya sebagai tindakan barbar dan berjanji akan memberikan respons.
Zelenskyy dan pejabat Ukraina menyatakan bahwa gelombang kedua datang setelah petugas darurat tiba di lokasi kebakaran. Mereka menggambarkannya sebagai serangan yang disengaja terhadap penyelamat dan menyebutnya sebagai tindakan teror.
Penting untuk membedakan antara pernyataan dan tuduhan resmi Ukraina dengan fakta mengenai niat serangan yang telah diverifikasi secara independen. Berdasarkan materi yang tersedia, belum ada bukti independen yang cukup untuk memastikan bahwa petugas penyelamat memang menjadi sasaran yang disengaja.
Serangan terhadap pusat perbelanjaan tersebut terjadi ketika Rusia terus melancarkan operasi drone dan rudal terhadap berbagai kota di Ukraina. Sasaran yang terdampak dalam laporan yang tersedia mencakup bangunan sipil serta infrastruktur penting dan energi. Serangan dilaporkan masih berlanjut hingga malam berikutnya.
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Ukraina, Matthias Schmale, mengecam “dampak mematikan terhadap warga sipil” dari serangan Rusia terhadap pusat perbelanjaan yang ramai.
Kaja Kallas, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, menyebut serangan di Kryvyi Rih menunjukkan “kebejatan mutlak dan sepenuhnya” dalam perang yang dilancarkan Moskwa. Ia juga menyebutnya sebagai “teror yang dirancang” dan mengatakan Rusia berupaya membuat kota-kota Ukraina tidak layak dihuni.
Kallas mengatakan akan mengusulkan daftar sanksi Uni Eropa terhadap Rusia yang paling luas sejak invasi skala penuh dimulai. Pembahasan Uni Eropa juga diperkirakan mencakup bantuan tambahan untuk memperkuat pertahanan udara dan rudal Ukraina.
Pada malam 21 Agustus, Ukraina mengatakan telah menyerang kilang minyak Lukoil di Perm, Rusia. Kyiv menyatakan kampanye terhadap infrastruktur energi Rusia ditujukan untuk menekan sumber daya yang membantu membiayai dan mempertahankan perang Rusia.
Pada malam berikutnya, pasukan Ukraina juga melaporkan serangan terhadap kilang minyak Novokuybyshevsk dan pusat logistik Ozon di wilayah Samara. Laporan tersebut menggambarkan sasaran Ukraina sebagai gabungan antara fasilitas energi dan logistik.
Materi yang ditinjau tidak menyediakan bukti yang cukup andal mengenai keputusan khusus atau respons kolektif resmi Dewan Keamanan PBB atas insiden di Kryvyi Rih. Karena itu, pernyataan Koordinator Kemanusiaan PBB tidak boleh dianggap sebagai keputusan Dewan Keamanan.
Pejabat setempat melaporkan bahwa serangan kedua terjadi sekitar 30 menit setelah serangan pertama. Karena pola tersebut, sejumlah pejabat Ukraina menggunakan istilah “double tap”, yaitu serangan susulan yang diduga diarahkan ke orang-orang yang datang untuk melakukan penyelamatan. Namun, materi yang ditinjau belum memberikan verifikasi independen mengenai maksud serangan kedua. Posisi Rusia terkait tuduhan tersebut juga tidak tersedia dalam bukti yang dikaji.
Angka korban berubah-ubah seiring petugas membersihkan puing-puing dan mencari korban. Angka terbaru yang dilaporkan Reuters menyebut sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 130 orang terluka. Gubernur wilayah Oleksandr Hanzha mengatakan 22 anak-anak termasuk di antara mereka yang terluka.
Serangan ini menghantam pusat perbelanjaan yang sedang ramai, sehingga menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengecamnya sebagai tindakan barbar dan berjanji akan memberikan respons.
Zelenskyy dan pejabat Ukraina menyatakan bahwa gelombang kedua datang setelah petugas darurat tiba di lokasi kebakaran. Mereka menggambarkannya sebagai serangan yang disengaja terhadap penyelamat dan menyebutnya sebagai tindakan teror.
Penting untuk membedakan antara pernyataan dan tuduhan resmi Ukraina dengan fakta mengenai niat serangan yang telah diverifikasi secara independen. Berdasarkan materi yang tersedia, belum ada bukti independen yang cukup untuk memastikan bahwa petugas penyelamat memang menjadi sasaran yang disengaja.
Serangan terhadap pusat perbelanjaan tersebut terjadi ketika Rusia terus melancarkan operasi drone dan rudal terhadap berbagai kota di Ukraina. Sasaran yang terdampak dalam laporan yang tersedia mencakup bangunan sipil serta infrastruktur penting dan energi. Serangan dilaporkan masih berlanjut hingga malam berikutnya.
Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Ukraina, Matthias Schmale, mengecam “dampak mematikan terhadap warga sipil” dari serangan Rusia terhadap pusat perbelanjaan yang ramai.
Kaja Kallas, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, menyebut serangan di Kryvyi Rih menunjukkan “kebejatan mutlak dan sepenuhnya” dalam perang yang dilancarkan Moskwa. Ia juga menyebutnya sebagai “teror yang dirancang” dan mengatakan Rusia berupaya membuat kota-kota Ukraina tidak layak dihuni.
Kallas mengatakan akan mengusulkan daftar sanksi Uni Eropa terhadap Rusia yang paling luas sejak invasi skala penuh dimulai. Pembahasan Uni Eropa juga diperkirakan mencakup bantuan tambahan untuk memperkuat pertahanan udara dan rudal Ukraina.
Pada malam 21 Agustus, Ukraina mengatakan telah menyerang kilang minyak Lukoil di Perm, Rusia. Kyiv menyatakan kampanye terhadap infrastruktur energi Rusia ditujukan untuk menekan sumber daya yang membantu membiayai dan mempertahankan perang Rusia.
Pada malam berikutnya, pasukan Ukraina juga melaporkan serangan terhadap kilang minyak Novokuybyshevsk dan pusat logistik Ozon di wilayah Samara. Laporan tersebut menggambarkan sasaran Ukraina sebagai gabungan antara fasilitas energi dan logistik.
Materi yang ditinjau tidak menyediakan bukti yang cukup andal mengenai keputusan khusus atau respons kolektif resmi Dewan Keamanan PBB atas insiden di Kryvyi Rih. Karena itu, pernyataan Koordinator Kemanusiaan PBB tidak boleh dianggap sebagai keputusan Dewan Keamanan.