Sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 130 lainnya terluka, termasuk 23 anak, setelah drone menghantam pusat perbelanjaan terbesar di Kryvyi Rih pada 21 Agustus. Pejabat Ukraina menyebut drone kedua sebagai senjata tipe Shahed bertenaga jet yang terbang rendah dan diduga menyasar tim penyelamat.
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened in the Russian drone attack on a busy shopping center in Kryvyi Rih, President Volodymyr Zelenskyy’s hometown, on Friday—inclu. Article summary: Russia struck Kryvyi Rih’s largest shopping centre on Friday, August 21, in what Ukrainian officials described as a deliberate “double-tap” attack: a second drone struck roughly 30 minutes after the first, when emergency. Topic tags: general, news, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts w
Sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 130 lainnya terluka ketika drone Rusia menyerang pusat perbelanjaan terbesar di Kryvyi Rih pada Jumat, 21 Agustus, menurut pejabat Ukraina dan laporan yang mengutip otoritas setempat. Sebanyak 23 anak termasuk di antara korban luka, sementara tim penyelamat masih menyisir puing-puing bangunan.
Serangan ini menjadi sorotan karena pejabat Ukraina menggambarkannya sebagai serangan “double-tap”—serangan susulan yang dilakukan setelah serangan pertama. Drone kedua menghantam lokasi sekitar 30 menit kemudian, ketika petugas darurat sudah mulai menangani kebakaran dan kerusakan. Para pejabat mengatakan serangan susulan itu menyasar tim penyelamat, tetapi penilaian tersebut masih merupakan tuduhan dan belum terbukti secara independen berdasarkan laporan yang tersedia.
Drone pertama menghantam kompleks ritel yang sedang ramai pada siang hari dan memicu kebakaran. Sekitar setengah jam kemudian, drone kedua yang terbang rendah menyerang lokasi yang sama, menurut pejabat Ukraina. Senjata kedua disebut sebagai drone tipe Shahed bertenaga jet.
Jeda waktu tersebut membuat serangan menjadi sangat berbahaya. Petugas penyelamat dan warga sipil sudah berada di lokasi ketika serangan kedua terjadi. Pusat perbelanjaan itu disebut sebagai kompleks ritel terbesar di Kryvyi Rih, kota asal Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Jumlah korban berubah seiring proses evakuasi dan pencarian berlangsung. Laporan awal menyebut angka yang lebih rendah, sedangkan pembaruan berikutnya dari otoritas Ukraina menyatakan 15 orang tewas dan sekitar 130 orang terluka, termasuk 23 anak. Sebagian korban dilaporkan berada dalam kondisi serius, dan masih ada kemungkinan korban lain terjebak di bawah reruntuhan.
Zelenskyy mengecam serangan siang hari terhadap kota asalnya itu sebagai tindakan yang “sangat sinis dan tercela”, menurut laporan mengenai pernyataannya. Ia juga mengatakan serangan dilakukan dalam dua gelombang dan berjanji akan memberikan respons.
Pejabat setempat mengatakan operasi penyelamatan dimulai ketika pusat perbelanjaan terbakar dan mengalami kerusakan parah. Laporan mengenai drone kedua yang menyerang saat petugas sudah bekerja di lokasi menjadi dasar bagi pejabat Ukraina untuk menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang disengaja dan menyasar personel darurat.
Serangan di Kryvyi Rih terjadi setelah serangan besar pada malam sebelumnya yang menyasar Kyiv dan wilayah sekitarnya. Reuters melaporkan 17 orang tewas dan lebih dari 40 lainnya terluka dalam serangan itu. Sejumlah bangunan sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, ikut rusak.
Serangan lain juga dilaporkan terjadi di kota-kota Ukraina seperti Mykolaiv dan Kharkiv. Secara keseluruhan, rangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa rudal dan drone jarak jauh Rusia terus mengancam kota-kota yang berada jauh dari garis depan.
Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sedikitnya 437 warga sipil tewas dan 2.610 lainnya terluka di Ukraina pada Juli 2026. Menurut misi tersebut, Juli menjadi bulan paling mematikan bagi warga sipil Ukraina sejak bulan-bulan awal perang skala penuh, dengan jumlah korban 30 persen lebih tinggi dibandingkan Juni.
Pejabat Ukraina mengaitkan meningkatnya korban sipil dengan kekurangan amunisi pertahanan udara, terutama rudal pencegat untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat. Setelah serangan di wilayah Kyiv, Zelenskyy mengatakan kegagalan negara-negara sekutu mengisi kembali persediaan Ukraina telah memakan korban jiwa.
Namun, laporan yang tersedia tidak membuktikan bahwa kekurangan tertentu secara langsung menyebabkan serangan di Kryvyi Rih. Laporan itu juga tidak menentukan apakah drone tertentu sebenarnya bisa dicegat. Kekhawatiran yang lebih luas adalah kapasitas pertahanan udara Ukraina terus berada di bawah tekanan ketika Rusia melancarkan serangkaian serangan yang melibatkan drone, rudal jelajah, dan senjata balistik.
Setelah serangan tersebut, Zelenskyy berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengenai korban sipil serta serangan Rusia yang terus berlanjut terhadap infrastruktur pelabuhan dan kapal-kapal Ukraina. Mereka juga membahas potensi dampaknya terhadap ketahanan pangan global.
Pelabuhan dan ekspor hasil pertanian Ukraina memiliki arti penting bagi negara-negara lain. Karena itu, serangan terhadap fasilitas pelabuhan dan pelayaran tidak hanya dipandang sebagai isu keamanan, tetapi juga sebagai ancaman terhadap rantai pasok pangan. Sumber yang tersedia mendokumentasikan kekhawatiran diplomatik tersebut, tetapi tidak menghitung perubahan harga atau ketersediaan pangan global sebagai dampak langsungnya.
Pertemuan kelompok yang disebut Coalition of the Willing juga dijadwalkan berlangsung di Kyiv pada Senin. Para pemimpin negara anggota diperkirakan akan membahas dan menegaskan kembali dukungan mereka bagi Ukraina.
Fakta utama dalam laporan yang tersedia cukup jelas: drone menghantam pusat perbelanjaan yang ramai di Kryvyi Rih pada 21 Agustus; serangan berlangsung dalam dua gelombang; serangan susulan terjadi sekitar 30 menit setelah serangan pertama; dan angka korban terbaru yang dilaporkan mencapai sedikitnya 15 orang tewas serta sekitar 130 orang terluka.
Klaim bahwa serangan kedua secara khusus dimaksudkan untuk membunuh atau melukai petugas penyelamat berasal dari pejabat Ukraina dan keterangan Zelenskyy. Sumber yang tersedia menjelaskan waktu serangan, jenis senjata, dan interpretasi para pejabat, tetapi belum membuktikan secara independen niat pasti pihak penyerang. Pembedaan ini penting ketika menilai laporan korban perang yang masih berkembang.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 130 lainnya terluka, termasuk 23 anak, setelah drone menghantam pusat perbelanjaan terbesar di Kryvyi Rih pada 21 Agustus.
Sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 130 lainnya terluka, termasuk 23 anak, setelah drone menghantam pusat perbelanjaan terbesar di Kryvyi Rih pada 21 Agustus. Pejabat Ukraina menyebut drone kedua sebagai senjata tipe Shahed bertenaga jet yang terbang rendah dan diduga menyasar tim penyelamat.
Serangan tersebut terjadi di tengah gelombang serangan rudal dan drone Rusia, kekhawatiran atas menipisnya rudal pencegat Patriot Ukraina, serta upaya diplomatik terkait perlindungan warga sipil dan ketahanan pangan.