Kenaikan ASP menunjukkan Xiaomi mendorong penjualan produk dengan harga lebih tinggi. Namun, strategi tersebut belum cukup untuk mengimbangi inflasi biaya komponen memori. Sumber yang tersedia juga mengaitkan tekanan pasokan dengan meningkatnya kebutuhan memori untuk pusat data AI, tetapi kontribusi pasti faktor tersebut terhadap biaya Xiaomi tidak dapat diukur secara independen dari bukti yang diberikan.
Di luar ponsel, segmen Smart EV, AI and Other New Initiatives membukukan pendapatan 24,9 miliar yuan pada kuartal tersebut. Xiaomi mengirimkan 104.199 kendaraan selama periode itu.
Meski demikian, segmen ini masih mencatat rugi operasional 2,6 miliar yuan. Kerugiannya memang menyempit dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi menunjukkan bahwa bisnis kendaraan listrik dan inisiatif baru Xiaomi masih berada dalam fase investasi.
Manajemen Xiaomi mengatakan periode terburuk tekanan biaya pada bisnis ponsel kemungkinan telah berlalu. Perusahaan juga memperkirakan laju kenaikan harga memori akan melambat pada paruh kedua 2026.
Perkembangan tersebut dapat membantu memperbaiki margin jika permintaan ponsel dan pengiriman kembali menguat. Namun, hasil kuartal kedua memperlihatkan bahwa kenaikan harga dan pergeseran menuju ponsel premium belum mampu sepenuhnya menutup dampak biaya memori yang tinggi.
Sementara itu, Xiaomi tetap berfokus pada target pengiriman 550.000 kendaraan sepanjang tahun dan berencana meluncurkan SUV SkyNomad pada September. Berdasarkan bukti yang tersedia, detail utama mengenai alasan target tersebut dan jumlah kumulatif pengiriman SU7 belum dapat dipastikan. Reaksi spesifik harga saham Xiaomi setelah laporan keuangan ini juga tidak disebutkan dalam sumber yang tersedia.