Data berbasis CoinGlass yang dikutip sejumlah laporan kemudian menempatkan total likuidasi 24 jam di sekitar US$2,99 miliar, termasuk sekitar US$2,74 miliar posisi short. Bitcoin menyumbang porsi besar, disusul Ethereum. Namun, angka likuidasi dapat berbeda karena waktu pengambilan data dan jumlah bursa yang tercakup tidak selalu sama.
Klaim mengenai lebih dari 173.000 trader yang terdampak, satu likuidasi BTC-USD senilai US$48,8 juta di Hyperliquid, serta lebih dari US$3,1 miliar likuidasi short dalam periode dua hari belum dapat diverifikasi secara independen dari data primer berotoritas tinggi yang tersedia. Angka-angka itu mungkin merupakan tangkapan data bursa pada waktu tertentu, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai angka definitif tanpa cap waktu dan metodologi CoinGlass atau Hyperliquid yang mendasarinya.
Ethereum naik sekitar 9%–10% pada fase awal reli dan kembali menembus US$2.000. Aset kripto berbeta tinggi lainnya juga ikut menguat.
Token HYPE milik Hyperliquid dilaporkan naik sekitar 23% selama 19–20 Agustus setelah Presiden Donald Trump mengatakan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas atau CFTC sedang berupaya membawa Hyperliquid ke AS “dengan cara yang sepenuhnya patuh dan legal”.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kebijakan yang positif, tetapi bukan izin operasi, pendaftaran, maupun persetujuan resmi untuk peluncuran Hyperliquid di Amerika Serikat. Karena itu, dampaknya lebih tepat dibaca sebagai meningkatnya harapan terhadap jalur kepatuhan bagi platform derivatif berbasis blockchain, bukan sebagai perubahan regulasi yang sudah berlaku.
Reli Bitcoin dan Ether juga mendorong kenaikan lebih luas pada kapitalisasi pasar altcoin. Namun, bukti yang tersedia belum memberikan angka total kapitalisasi pasar altcoin yang dapat diverifikasi.
Pembacaan bullish terhadap reli ini—yang dalam komentar pasar dikaitkan dengan Charles Hoskinson dan Michaël van de Poppe—menilai kombinasi imbal hasil yang lebih rendah, prospek regulasi yang lebih jelas, serta keluarnya Bitcoin dari rentang perdagangan beberapa pekan dapat menandai kembalinya fase risk-on.
Dalam skenario tersebut, likuidasi posisi bearish membersihkan leverage berlebih dari pasar. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level yang baru direbut kembali dan permintaan spot terus membaik, arus dana dapat meluas ke altcoin. Kebijakan Treasury, prospek kejelasan aturan, dan meredanya tekanan dari posisi short semuanya mendukung kemungkinan itu.
Kenaikan intraday belum otomatis berarti level tersebut berubah menjadi support. Rekt Capital menekankan bahwa Bitcoin perlu mempertahankan level yang berhasil direbut kembali, bukan sekadar menyentuhnya dalam pergerakan cepat.
Glassnode juga masih menggunakan kerangka yang lebih berhati-hati. Bitcoin dilaporkan berada di bawah basis biaya pemegang jangka pendek sekitar US$68.500 dan True Market Mean sekitar US$75.800. Rasio profit/loss terealisasi 90 hari berada di sekitar 0,75, masih jauh di bawah ambang pemulihan 2,0.
Indeks Coinbase Premium yang terus negatif juga belum menunjukkan konfirmasi kuat dari pembeli spot Amerika Serikat. Secara definisi, angka premium negatif berarti harga BTC di Coinbase berada di bawah harga gabungan global. Kondisi ini dapat mengindikasikan bahwa reli lebih banyak digerakkan oleh pasar derivatif dan penutupan posisi short daripada permintaan spot AS yang solid.
Risiko kebijakan moneter juga belum hilang. Notulen rapat Federal Reserve pada Juli tidak sepenuhnya bernada dovish. Beberapa pejabat mendukung kenaikan suku bunga, sementara banyak lainnya menyatakan pengetatan tambahan mungkin diperlukan jika inflasi tidak melandai.
Di sisi regulasi, dukungan Trump terhadap CLARITY Act menambah harapan akan kerangka aturan pasar kripto AS yang lebih jelas. Namun, rancangan undang-undang tersebut masih menghadapi hambatan di Senat.
Reli 19 Agustus merupakan lonjakan kuat yang terbentuk dari dua lapisan tekanan: katalis makro dari penurunan imbal hasil Treasury dan positioning pasar yang sangat berat ke posisi short. Ketika harga mulai naik, likuidasi paksa mempercepat gerakan hingga Bitcoin mendekati US$70.000 dan Ether kembali di atas US$2.000.
Namun, reli tersebut belum menjadi bukti pasti bahwa bull cycle baru telah dimulai. Skenario bullish membutuhkan Bitcoin untuk bertahan di atas level yang direbut kembali, permintaan spot AS membaik, serta dukungan lanjutan dari kebijakan dan kondisi makro. Tanpa konfirmasi itu, pergerakan tersebut masih konsisten dengan reli pemulihan sementara yang didorong oleh turunnya imbal hasil obligasi dan aksi penutupan posisi short.