Menurut Wang Xingxing, “momen ChatGPT” robot humanoid terjadi ketika robot dapat ditempatkan di rumah yang sama sekali belum dikenalnya dan menyelesaikan sekitar 80% tugas berdasarkan perintah suara atau teks. Ia memperkirakan tonggak tersebut mungkin tercapai dalam dua hingga tiga tahun jika kemajuan berlangsung ce...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Unitree Robotics founder Wang Xingxing say at the 2026 World Robot Conference about humanoid robots’ potential “ChatGPT moment,” in. Article summary: Wang Xingxing’s message was both ambitious and notably conditional: humanoids’ “ChatGPT moment” would be a robot dropped into an unfamiliar home that can complete roughly 80% of voice or text commanded tasks, but he put . Topic tags: general web, chatgpt, ai, code, security. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts wit
Wang Xingxing, pendiri sekaligus CEO Unitree Robotics, mengatakan industri robot humanoid sedang menuju apa yang ia sebut sebagai “momen ChatGPT” dalam kecerdasan berwujud atau embodied intelligence.
Namun, ukurannya bukan robot yang sekadar dapat berjalan, menari, melakukan salto, atau menyelesaikan demonstrasi yang sudah diatur sebelumnya. Menurut Wang, tonggak sebenarnya adalah ketika sebuah robot bisa ditempatkan di rumah yang belum pernah dilihatnya, menerima instruksi sederhana melalui suara atau teks, lalu menyelesaikan sekitar 80% tugas yang diminta.
Dengan kata lain, robot itu harus mampu menghadapi kondisi rumah yang benar-benar baru—tata ruang, benda, pencahayaan, dan situasi yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi—bukan hanya bekerja di lingkungan pabrik yang terstruktur.
Wang menyampaikan perkiraan yang sengaja dibuat dalam rentang lebar. Dalam skenario optimistis, “momen ChatGPT” robot humanoid dapat tiba dalam dua hingga tiga tahun. Jika perkembangan berlangsung lebih lambat, ia memperkirakan waktunya bisa mencapai lima hingga 10 tahun.
Skenario cepat itu sejalan dengan pandangannya pada 2025 bahwa terobosan besar mungkin terjadi dalam waktu kurang dari lima tahun. Akan tetapi, rentang lima hingga 10 tahun menjadi catatan penting: Wang tidak sedang menawarkan jadwal pasti, melainkan mengakui bahwa persoalan utama—menghubungkan model AI dengan tubuh robot secara andal—belum terselesaikan.
Prediksi ini juga bukan satu-satunya proyeksi di industri. Wang He, pendiri sekaligus CTO Galbot, sebelumnya memperkirakan terobosan serupa dapat terjadi pada akhir 2028, didorong oleh konvergensi model AI dan bertambahnya data pelatihan.
Kemajuan mobilitas robot humanoid terlihat lebih cepat dibanding kemajuan kognisi dan manipulasi. Robot kini dapat berlari, menari, atau melakukan gerakan akrobatik yang menarik perhatian. Namun, kemampuan tersebut belum otomatis membuatnya mampu menyelesaikan pekerjaan rumah secara mandiri dan konsisten.
Hambatan yang lebih sulit adalah perangkat lunak pengambilan keputusan—termasuk world model, yakni model internal yang membantu robot memahami lingkungan, memperkirakan hubungan sebab-akibat, menyusun rencana, memperbaiki kesalahan, dan bertindak dengan aman dalam situasi baru. Unitree disebut berinvestasi besar pada pengembangan model semacam ini karena kemampuan pengambilan keputusan masih membatasi penerapan robot dalam skala besar.
Robot juga masih menghadapi dua masalah mendasar:
Karena itu, membuat robot mampu berjalan hanyalah bagian awal. Tantangan sebenarnya adalah membuatnya memahami apa yang harus dilakukan dan menyelesaikannya berulang kali tanpa membahayakan manusia maupun benda di sekitarnya. Konferensi Robot Dunia 2026 sendiri menekankan pergeseran dari sekadar pameran menuju penerapan nyata di pabrik dan lingkungan kehidupan sehari-hari.
Ada persoalan struktural yang membuat jadwal tersebut sulit dipastikan. Model seperti ChatGPT dapat dilatih menggunakan teks internet dalam skala sangat besar—hingga triliunan token. Dunia robotika belum memiliki padanan yang sama murah, standar, dan mudah diperbanyak untuk data interaksi fisik.
Robot membutuhkan rekaman lintasan gerak, gambar, sentuhan, gaya, kegagalan, dan konteks lingkungan. Data itu harus dikumpulkan dari interaksi nyata dengan berbagai jenis rumah, benda, pencahayaan, tumpukan barang, serta perilaku manusia. Simulasi dan pengendalian jarak jauh (teleoperation) memang membantu, tetapi belum membuktikan bahwa robot akan menggeneralisasi pengalaman tersebut secara aman di dunia nyata.
Kesenjangan data inilah yang membuat perkiraan kalender—baik dua hingga tiga tahun maupun lima hingga 10 tahun—sangat tidak pasti.
Optimisme terhadap industri terlihat jelas dari debut saham Unitree di Shanghai. Saham perusahaan itu ditutup 460% lebih tinggi dibandingkan harga penawaran umum perdana, setelah sempat melonjak lebih dari lima kali lipat pada hari pertama perdagangan.
Namun, lonjakan tersebut terutama mencerminkan ekspektasi terhadap kemungkinan lahirnya pasar robotika berskala platform. Kenaikan harga saham bukan bukti bahwa robot humanoid sudah siap menangani pekerjaan rumah secara otonom.
Untuk saat ini, sebagian besar permintaan masih datang dari universitas, laboratorium, dan lembaga penelitian, bukan dari armada konsumen atau perusahaan dalam skala luas. Kondisi itu menunjukkan adanya adopsi awal, tetapi belum cukup untuk membuktikan kecocokan produk dengan pasar massal.
Salah satu laporan menyebut China mengirim lebih dari 40.000 robot humanoid pada paruh pertama 2026 dan menguasai 97% pengiriman global. Morgan Stanley juga disebut memperkirakan pengiriman di China mencapai 50.000 unit pada 2026, naik dari 12.000 unit pada 2025.
Akan tetapi, angka-angka tersebut belum tentu dapat dibandingkan secara langsung. Dataset pasar lain menempatkan total pengiriman robot humanoid global pada paruh pertama 2026 di angka 19.100 unit, dengan vendor China menguasai 97% pangsa. Perbedaan ini dapat berasal dari cakupan kategori, definisi “pengiriman” dan “penyerahan”, atau periode serta jenis robot yang dihitung.
Arah trennya cukup jelas: pemasok China mendominasi volume awal. Namun, jumlah pastinya belum dapat dianggap sebagai angka final yang konsisten di semua laporan.
Akses Unitree ke pasar Amerika Serikat juga menghadapi hambatan. Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC menambahkan perangkat robotik canggih buatan luar negeri, termasuk robot humanoid dan robot berkaki empat, ke dalam daftar yang membatasi otorisasi model-model baru. Kebijakan itu dikaitkan dengan risiko keamanan nasional, keamanan siber, dan rantai pasok.
Pelaporan yang tersedia menggambarkan kebijakan tersebut terutama berdampak pada model baru, bukan secara otomatis melarang setiap robot yang sudah berada di pasar AS. Meski demikian, pembatasan ini dapat mengurangi akses Unitree ke salah satu pasar besar dunia dan menghambat “roda gila” skala-data yang diharapkan para pendukung industri.
Ada dasar teknis untuk bersikap optimistis. Biaya perangkat keras menurun, kapasitas manufaktur China besar, dan sejumlah pendiri perusahaan robotika mulai memperkirakan terobosan sekitar 2028.
Tetapi, belum ada bukti bahwa industri telah mencapai konsensus teknis bahwa robot humanoid serbaguna akan memenuhi tolok ukur ketat Wang—menyelesaikan 80% tugas di rumah yang tidak dikenalnya—dalam waktu tersebut.
Kesimpulan yang paling masuk akal adalah: kemajuannya kredibel, tetapi jadwalnya masih spekulatif. Dua hingga tiga tahun merupakan skenario terbaik, bukan ramalan yang sudah mapan. Rentang lima hingga 10 tahun lebih mencerminkan pekerjaan rumah yang masih tersisa dalam perangkat lunak, data, keandalan, keselamatan, keekonomian, dan regulasi.
Jadi, “momen ChatGPT” robot humanoid yang dibayangkan Wang bukan sekadar robot yang tampak mengesankan di panggung. Momen itu baru benar-benar tiba ketika robot dapat masuk ke lingkungan asing, memahami perintah manusia, dan menyelesaikan sebagian besar pekerjaan dengan konsisten—sesuatu yang masih harus dibuktikan di luar laboratorium dan pertunjukan teknologi.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Menurut Wang Xingxing, “momen ChatGPT” robot humanoid terjadi ketika robot dapat ditempatkan di rumah yang sama sekali belum dikenalnya dan menyelesaikan sekitar 80% tugas berdasarkan perintah suara atau teks.
Menurut Wang Xingxing, “momen ChatGPT” robot humanoid terjadi ketika robot dapat ditempatkan di rumah yang sama sekali belum dikenalnya dan menyelesaikan sekitar 80% tugas berdasarkan perintah suara atau teks. Ia memperkirakan tonggak tersebut mungkin tercapai dalam dua hingga tiga tahun jika kemajuan berlangsung cepat, tetapi bisa mundur menjadi lima hingga 10 tahun dalam skenario yang lebih lambat.
Hambatan utama bukan lagi sekadar membuat robot berjalan atau melakukan atraksi, melainkan kemampuan mengambil keputusan, memahami lingkungan baru, menggeneralisasi pengalaman, dan memanipulasi benda dengan presisi.