Pada awal Agustus 2026, OKX memblokir Claude bagi karyawan yang berbasis di Hong Kong dan staf yang bepergian melalui China setelah akun korporatnya sempat ditangguhkan Anthropic. OKX juga melarang penggunaan VPN untuk melewati pembatasan lokasi dan mengarahkan permintaan dari wilayah terdampak ke penyedia model bah...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What led OKX to bar employees based in or traveling through Hong Kong and mainland China from using Anthropic’s Claude AI—including the brie. Article summary: OKX’s restriction was a compliance-and-continuity response: Anthropic briefly suspended its corporate Claude account after use connected to places where Claude is not supported, prompting OKX to block access for Hong Kon. Topic tags: general, news, general web, user generated, documentation. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, water
Keputusan OKX memblokir Claude merupakan langkah kepatuhan dan kesinambungan operasional setelah akun korporatnya di Anthropic sempat ditangguhkan. OKX kemudian mengidentifikasi bahwa sebagian akses dari Hong Kong kemungkinan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebijakan geografis Anthropic. Akun tersebut akhirnya dipulihkan, tetapi OKX tetap mempertahankan pembatasan regional.
Pada awal Agustus, OKX menghentikan akses Claude bagi karyawan yang bekerja di Hong Kong serta staf yang sedang bepergian melalui China daratan. Pembatasan ini ditentukan berdasarkan lokasi fisik karyawan, bukan semata-mata kantor asal mereka.
OKX juga melarang karyawan menggunakan VPN untuk mengakali kontrol lokasi. Sebagai gantinya, permintaan dari wilayah terdampak akan dialihkan ke penyedia model bahasa besar atau large language model (LLM) lainnya. Langkah ini ditujukan untuk menjaga alur kerja tetap berjalan tanpa melanggar ketentuan akses regional Anthropic.
Bagi perusahaan, pelajarannya cukup jelas: akses ke AI generatif dapat bergantung pada lokasi fisik pengguna. Seorang karyawan bisa kehilangan akses setelah melintasi perbatasan, meskipun tetap memakai akun perusahaan dan perangkat yang sama.
Ketentuan komersial Anthropic mewajibkan pelanggan dan pengguna mematuhi kebijakan mengenai negara serta wilayah yang didukung. Anthropic menyatakan bahwa pembatasan di sejumlah wilayah berkaitan dengan risiko hukum, regulasi, dan keamanan. Perusahaan juga secara khusus menyebut China sebagai salah satu yurisdiksi yang terdampak pembatasan.
Hong Kong dan China daratan tidak termasuk lokasi yang saat ini tercantum sebagai wilayah dengan akses Claude, menurut materi akses regional Anthropic dan laporan mengenai kasus OKX.
Karena itu, penggunaan VPN bukan sekadar solusi teknis. Tindakan tersebut dapat menimbulkan persoalan kepatuhan bagi pelanggan dan meningkatkan risiko gangguan pada akun perusahaan. Respons OKX menunjukkan bahwa perusahaan memilih kontrol berbasis lokasi yang tegas, alih-alih membiarkan karyawan menafsirkan sendiri aturan penyedia layanan.
Pembatasan tersebut menjadi penting karena OKX dilaporkan menghabiskan sekitar US$6 juta hingga US$8 juta setiap bulan untuk berbagai layanan model bahasa besar.
Angka itu menunjukkan seberapa jauh perangkat AI telah masuk ke dalam operasi perusahaan. Bahkan bagi perusahaan dengan anggaran AI yang besar, akses ke model terdepan tertentu tidak otomatis tersedia di semua lokasi kerja atau tujuan perjalanan karyawan.
Rencana OKX untuk mengalihkan permintaan ke penyedia alternatif juga memperlihatkan mengapa infrastruktur multi-model semakin penting. Perusahaan mungkin memilih satu model untuk pemrograman, analisis, atau agen internal, tetapi tetap membutuhkan cadangan ketika kebijakan regional, ketentuan kontrak, atau kontrol akun membuat model tersebut tidak tersedia.
Goldman Sachs mencapai hasil serupa di Hong Kong melalui proses yang berbeda. Bank tersebut dilaporkan meninjau perjanjiannya dengan Anthropic dan mengambil penafsiran ketat bahwa karyawan di Hong Kong tidak seharusnya menggunakan Claude. Pembatasan berdasarkan lokasi itu juga berlaku bagi staf dari luar negeri yang berkunjung ke Hong Kong.
Laporan yang tersedia tidak menggambarkan keputusan Goldman sebagai akibat dari penangguhan sementara akun korporat. Keputusan itu muncul setelah peninjauan kontrak dan konsultasi mengenai cakupan perjanjian.
Bagi karyawan, hasil akhirnya mungkin tampak sama—sebuah model AI menghilang dari platform internal yang sebelumnya disetujui. Namun, sumber risikonya berbeda:
Kedua kasus ini menunjukkan bahwa tata kelola AI di perusahaan harus memperhitungkan ketentuan penyedia layanan, selain kontrol keamanan siber dan perlindungan data yang sudah umum diterapkan.
Persaingan AI tidak lagi hanya berkutat pada chip, kontrol ekspor, atau strategi nasional. Persaingan tersebut kini turut menentukan alat yang bisa digunakan karyawan dalam pekerjaan sehari-hari.
Bagi perusahaan multinasional, kontrol yang perlu diperhatikan mencakup:
Kondisi ini dapat membuat penerapan AI semakin terfragmentasi. Perusahaan bisa membangun alur kerja menggunakan model pilihan di satu pasar, lalu membutuhkan penyedia atau arsitektur berbeda di wilayah lain.
Hong Kong pada saat yang sama mendorong adopsi AI yang lebih luas dan mengembangkan ekosistem AI lokal. Kebijakan pemerintah menetapkan AI sebagai salah satu industri prioritas serta menekankan penggunaan AI di berbagai sektor.
Namun, pembatasan akses dari penyedia model besar asal Amerika Serikat dapat mengurangi pilihan alat yang tersedia bagi perusahaan multinasional di kota tersebut. Ketegangan ini mungkin mendorong perusahaan melakukan diversifikasi penyedia atau mempertimbangkan alternatif lokal dan non-Amerika Serikat, meskipun laporan yang tersedia belum menunjukkan seberapa luas tren tersebut akan berkembang.
Akibatnya, pasar perusahaan di Hong Kong menjadi lebih rumit: pemerintah dapat mendorong adopsi AI, sementara perusahaan tetap harus merancang operasinya berdasarkan keputusan ketersediaan dari masing-masing pengembang model.
Keputusan OKX bukan sekadar pemblokiran terhadap chatbot populer. Ini merupakan respons terhadap risiko operasional ketika perusahaan bergantung pada model yang ketersediaannya berubah berdasarkan lokasi dan ketentuannya berlaku bagi organisasi maupun penggunanya.
Bagi perusahaan yang menerapkan AI lintas negara, langkah yang perlu disiapkan cukup konkret: periksa wilayah yang didukung sebelum peluncuran, petakan skenario perjalanan karyawan, larang jalan pintas informal, tinjau bahasa kontrak bersama tim hukum dan kepatuhan, serta siapkan alternatif yang telah diuji untuk alur kerja penting.
Pemulihan akun OKX menunjukkan bahwa akses dapat kembali tersedia. Namun, keputusan perusahaan untuk tetap mempertahankan pembatasan regional memperlihatkan bahwa pemulihan akun tidak otomatis menghilangkan risiko mendasar.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada awal Agustus 2026, OKX memblokir Claude bagi karyawan yang berbasis di Hong Kong dan staf yang bepergian melalui China setelah akun korporatnya sempat ditangguhkan Anthropic.
Pada awal Agustus 2026, OKX memblokir Claude bagi karyawan yang berbasis di Hong Kong dan staf yang bepergian melalui China setelah akun korporatnya sempat ditangguhkan Anthropic. OKX juga melarang penggunaan VPN untuk melewati pembatasan lokasi dan mengarahkan permintaan dari wilayah terdampak ke penyedia model bahasa besar lain.
Kasus ini mirip dengan keputusan Goldman Sachs untuk membatasi Claude di Hong Kong, tetapi langkah Goldman berasal dari penafsiran ketat terhadap kontrak, bukan dari penangguhan akun yang dilaporkan.