Dari jumlah tersebut, sekitar US$101 juta dialokasikan sebagai hadiah uang turnamen. USTA juga menyiapkan US$2 juta untuk program dukungan pemain baru, sementara sisanya berasal dari berbagai bentuk kompensasi dan tunjangan pemain lainnya.
Kenaikan ini tidak hanya diberikan kepada pemain yang melaju hingga final. Distribusi hadiah meningkat di berbagai babak dan nomor pertandingan, termasuk nomor ganda serta tenis kursi roda.
Juara tunggal putra dan tunggal putri US Open 2026 masing-masing akan menerima US$5,5 juta—hadiah terbesar dalam sejarah Grand Slam. Nilai tersebut naik dari US$5 juta yang diterima juara pada tahun sebelumnya.
Pemain yang kalah pada putaran pertama babak utama tunggal tetap memperoleh US$140.000, juga menjadi rekor bayaran putaran pertama dalam tenis. Pemain yang mencapai perempat final mendapatkan US$780.000, semifinal US$1,45 juta, sedangkan runner-up menerima US$2,8 juta.
Untuk babak kualifikasi, hadiah putaran pertama nomor tunggal putra dan putri naik menjadi US$32.000, meningkat 16 persen. Sementara itu, juara nomor ganda putra, putri, dan campuran memperoleh US$1 juta per tim.
Dalam tenis profesional, sorotan terbesar biasanya tertuju pada juara. Akan tetapi, bagi pemain yang tersingkir lebih awal, biaya perjalanan, pelatih, akomodasi, dan tim pendukung dapat menjadi beban besar. Karena itu, kenaikan bayaran putaran pertama dan dukungan di luar hadiah utama memiliki arti penting bagi kelompok pemain yang tidak rutin mencapai pekan kedua turnamen.
USTA juga meluncurkan U.S. Open Player Support Program senilai US$2 juta. Dana tersebut dirancang untuk membantu kebutuhan pemain di pertengahan karier serta masa transisi ketika mereka meninggalkan tenis profesional. Program ini dibagi rata antara tur putra dan putri dan dimaksudkan untuk melengkapi manfaat pensiun yang telah ada.
Kenaikan hadiah ini berlangsung di tengah tuntutan pemain agar mereka memperoleh porsi pendapatan Grand Slam yang lebih besar serta suara yang lebih kuat dalam keputusan turnamen. Kelompok pemain dilaporkan menginginkan hadiah uang Grand Slam mencapai 22 persen dari pendapatan turnamen pada 2030.
Ketegangan memuncak di French Open 2026. Sejumlah pemain terkemuka mengurangi kewajiban media mereka, termasuk meninggalkan konferensi pers setelah sekitar 15 menit, sebagai bentuk protes terhadap persoalan kompensasi dan tata kelola.
Sebagai tanggapan, Australian Open, French Open, Wimbledon, dan US Open sepakat membentuk Grand Slam Player Advisory Council. Dewan ini menjadi saluran formal agar pemain dapat menyampaikan pandangan mengenai hal-hal yang memengaruhi empat turnamen terbesar dalam tenis.
Pembentukan dewan tersebut merupakan konsesi tata kelola yang penting, tetapi kewenangannya masih terbatas. Laporan awal menyebutkan bahwa fokus utamanya kemungkinan berada pada persoalan olahraga yang berlaku lintas-Grand Slam. Isu kompensasi dapat dibawa ke forum tersebut, tetapi keputusan mengenai pembagian pendapatan tetap akan ditangani oleh masing-masing turnamen.
Respons pemain cenderung menyambut baik kenaikan hadiah dan keterwakilan yang lebih resmi, tetapi belum berarti semua tuntutan telah terpenuhi. Jannik Sinner mengatakan para pemain belum menerima penghormatan yang layak, sedangkan Aryna Sabalenka memperingatkan bahwa opsi boikot suatu saat dapat kembali dipertimbangkan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal besarnya cek untuk juara. Pemain juga menuntut sistem yang lebih jelas untuk pembagian pendapatan, perlindungan kesejahteraan, manfaat jangka panjang, serta keterlibatan dalam keputusan yang memengaruhi kalender dan penyelenggaraan turnamen.
Paket US$108 juta membuat US Open 2026 menjadi tolok ukur baru dalam kompensasi tenis. Bayaran US$140.000 untuk peserta babak utama dan program dukungan karier juga memperluas manfaat ke pemain yang tidak berada di puncak peringkat.
Namun, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah Grand Slam akan menyepakati formula pembagian pendapatan yang lebih besar dan berkelanjutan, atau hanya menaikkan hadiah secara bertahap setiap tahun? Untuk saat ini, US Open telah menawarkan lebih banyak uang dan ruang dialog, tetapi sengketa mengenai porsi pendapatan pemain masih belum benar-benar berakhir.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$101 juta dialokasikan sebagai hadiah uang turnamen. USTA juga menyiapkan US$2 juta untuk program dukungan pemain baru, sementara sisanya berasal dari berbagai bentuk kompensasi dan tunjangan pemain lainnya.
Kenaikan ini tidak hanya diberikan kepada pemain yang melaju hingga final. Distribusi hadiah meningkat di berbagai babak dan nomor pertandingan, termasuk nomor ganda serta tenis kursi roda.
Juara tunggal putra dan tunggal putri US Open 2026 masing-masing akan menerima US$5,5 juta—hadiah terbesar dalam sejarah Grand Slam. Nilai tersebut naik dari US$5 juta yang diterima juara pada tahun sebelumnya.
Pemain yang kalah pada putaran pertama babak utama tunggal tetap memperoleh US$140.000, juga menjadi rekor bayaran putaran pertama dalam tenis. Pemain yang mencapai perempat final mendapatkan US$780.000, semifinal US$1,45 juta, sedangkan runner-up menerima US$2,8 juta.
Untuk babak kualifikasi, hadiah putaran pertama nomor tunggal putra dan putri naik menjadi US$32.000, meningkat 16 persen. Sementara itu, juara nomor ganda putra, putri, dan campuran memperoleh US$1 juta per tim.
Dalam tenis profesional, sorotan terbesar biasanya tertuju pada juara. Akan tetapi, bagi pemain yang tersingkir lebih awal, biaya perjalanan, pelatih, akomodasi, dan tim pendukung dapat menjadi beban besar. Karena itu, kenaikan bayaran putaran pertama dan dukungan di luar hadiah utama memiliki arti penting bagi kelompok pemain yang tidak rutin mencapai pekan kedua turnamen.
USTA juga meluncurkan U.S. Open Player Support Program senilai US$2 juta. Dana tersebut dirancang untuk membantu kebutuhan pemain di pertengahan karier serta masa transisi ketika mereka meninggalkan tenis profesional. Program ini dibagi rata antara tur putra dan putri dan dimaksudkan untuk melengkapi manfaat pensiun yang telah ada.
Kenaikan hadiah ini berlangsung di tengah tuntutan pemain agar mereka memperoleh porsi pendapatan Grand Slam yang lebih besar serta suara yang lebih kuat dalam keputusan turnamen. Kelompok pemain dilaporkan menginginkan hadiah uang Grand Slam mencapai 22 persen dari pendapatan turnamen pada 2030.
Ketegangan memuncak di French Open 2026. Sejumlah pemain terkemuka mengurangi kewajiban media mereka, termasuk meninggalkan konferensi pers setelah sekitar 15 menit, sebagai bentuk protes terhadap persoalan kompensasi dan tata kelola.
Sebagai tanggapan, Australian Open, French Open, Wimbledon, dan US Open sepakat membentuk Grand Slam Player Advisory Council. Dewan ini menjadi saluran formal agar pemain dapat menyampaikan pandangan mengenai hal-hal yang memengaruhi empat turnamen terbesar dalam tenis.
Pembentukan dewan tersebut merupakan konsesi tata kelola yang penting, tetapi kewenangannya masih terbatas. Laporan awal menyebutkan bahwa fokus utamanya kemungkinan berada pada persoalan olahraga yang berlaku lintas-Grand Slam. Isu kompensasi dapat dibawa ke forum tersebut, tetapi keputusan mengenai pembagian pendapatan tetap akan ditangani oleh masing-masing turnamen.
Respons pemain cenderung menyambut baik kenaikan hadiah dan keterwakilan yang lebih resmi, tetapi belum berarti semua tuntutan telah terpenuhi. Jannik Sinner mengatakan para pemain belum menerima penghormatan yang layak, sedangkan Aryna Sabalenka memperingatkan bahwa opsi boikot suatu saat dapat kembali dipertimbangkan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal besarnya cek untuk juara. Pemain juga menuntut sistem yang lebih jelas untuk pembagian pendapatan, perlindungan kesejahteraan, manfaat jangka panjang, serta keterlibatan dalam keputusan yang memengaruhi kalender dan penyelenggaraan turnamen.
Paket US$108 juta membuat US Open 2026 menjadi tolok ukur baru dalam kompensasi tenis. Bayaran US$140.000 untuk peserta babak utama dan program dukungan karier juga memperluas manfaat ke pemain yang tidak berada di puncak peringkat.
Namun, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah Grand Slam akan menyepakati formula pembagian pendapatan yang lebih besar dan berkelanjutan, atau hanya menaikkan hadiah secara bertahap setiap tahun? Untuk saat ini, US Open telah menawarkan lebih banyak uang dan ruang dialog, tetapi sengketa mengenai porsi pendapatan pemain masih belum benar-benar berakhir.