Pada 19 Agustus 2026, Bitcoin naik lebih dari 7% dan menyentuh sekitar US$69.749 setelah Departemen Keuangan AS menaikkan batas buyback obligasi jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi. Ethereum kembali menembus US$2.000, sementara Solana, XRP, dan Zcash ikut menguat lebih dari 6%,...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What happened during the cryptocurrency market’s sharpest single-day rally since March on Wednesday, August 19—including the U.S. Treasury’s. Article summary: The August 19, 2026 move was a macro-driven risk-on rally that turned into an unusually large short squeeze: Treasury’s long-end buyback expansion pushed yields lower, Bitcoin surged toward $70,000, and forced short cove. Topic tags: general, general web, government, news, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermar
Rally kripto pada 19 Agustus 2026 ternyata tidak bermula dari dalam pasar kripto, melainkan dari pasar obligasi AS. Departemen Keuangan AS mengumumkan akan setidaknya menggandakan ukuran maksimum buyback untuk sejumlah obligasi jangka panjang—dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi—mulai 9 September hingga 4 November.
Bitcoin kemudian melonjak lebih dari 7% dalam perdagangan harian dan sempat mendekati US$70.000. Ethereum kembali berada di atas US$2.000. Kenaikan awal mencerminkan turunnya imbal hasil obligasi jangka panjang dan pergeseran dana ke aset berisiko. Setelah itu, gerakan tersebut diperbesar oleh mekanisme pasar yang lebih teknis: trader yang bertaruh harga akan turun dipaksa menutup posisi mereka ketika harga justru naik.
Hasilnya adalah rally kripto yang tajam dan luas. Namun, lonjakan satu hari ini belum cukup untuk membuktikan bahwa tren bullish baru telah dimulai.
Kebijakan tersebut berlaku untuk operasi buyback yang ditujukan mendukung likuiditas surat berharga kupon nominal berjangka panjang, khususnya sektor jatuh tempo 10–20 tahun dan 20–30 tahun. Batas maksimum setiap operasi dinaikkan dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar. Perubahan ini berlaku mulai 9 September hingga akhir kuartal refunding pada 4 November.
Treasury menyebut program itu sebagai langkah untuk mendukung likuiditas pasar obligasi pemerintah berjangka panjang, bukan perubahan kebijakan moneter. Reuters memperkirakan operasi yang lebih besar tersebut dapat menambah sedikitnya US$14 miliar pembelian selama kuartal berjalan, meski angka itu tetap kecil dibandingkan keseluruhan pasar Treasury.
Meski skalanya terbatas, pengumuman itu penting karena obligasi berdurasi panjang sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga dan kondisi likuiditas. Ketika harga obligasi naik dan imbal hasil tenor panjang turun, investor menilai kondisi tersebut mendukung aset lain yang juga sensitif terhadap durasi dan risiko. Laporan pada saat itu mencatat kenaikan di Treasury, saham, logam mulia, dan mata uang kripto.
Bitcoin menyentuh sekitar US$69.749 dalam perdagangan harian—level tertinggi sejak awal Juni dan, menurut sejumlah laporan pada saat itu, kenaikan satu hari terbesarnya sejak Maret.
Ethereum kembali menembus US$2.000 dan dilaporkan sempat diperdagangkan di sekitar atau di atas US$2.100. Solana, XRP, dan Zcash juga naik lebih dari 6% dalam sejumlah snapshot pasar, menunjukkan bahwa rally tidak hanya terjadi pada Bitcoin.
Lebarnya kenaikan ini memperkuat pandangan bahwa pasar sedang berada dalam mode risk-on. Namun, angka harga dan persentase dapat berbeda bergantung pada bursa, periode pengukuran, dan penyedia data. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai snapshot pada waktu tertentu, bukan harga yang sepenuhnya seragam di semua platform.
Kenaikan awal Bitcoin terjadi ketika pasar dipenuhi posisi derivatif yang bertaruh pada penurunan harga. Saat harga melewati level tertentu dan posisi short berleverage tidak lagi mampu memenuhi persyaratan margin, bursa menutup posisi tersebut secara paksa. Penutupan ini menghasilkan pembelian otomatis yang semakin mendorong harga naik.
Laporan yang mengutip data CoinGlass menempatkan total likuidasi kripto dalam 24 jam di sekitar US$3 miliar. Sekitar US$2,74 miliar di antaranya berasal dari posisi short, dengan lebih dari 170.000 trader terdampak. Snapshot lain menghasilkan angka yang sedikit berbeda, karena total likuidasi bergantung pada periode pengukuran dan platform yang dihitung.
Likuidasi individual terbesar dilaporkan berupa posisi BTC-USD senilai sekitar US$48,8 juta di Hyperliquid. Angka ini menggambarkan cara kerja rally tersebut: ketika posisi short yang terlalu padat mulai ditutup, pembelian paksa dapat mendorong harga lebih tinggi tanpa harus didukung gelombang permintaan spot baru dalam jumlah setara.
Laporan berikutnya menyebut total likuidasi posisi short telah melampaui US$3,1 miliar dalam periode dua hari. Angka tersebut tidak boleh disamakan dengan estimasi likuidasi 24 jam sebelumnya karena keduanya menggunakan rentang waktu yang berbeda.
Token HYPE milik Hyperliquid dilaporkan naik sekitar 19% hingga menembus US$72 setelah Presiden Donald Trump menyampaikan komentar positif mengenai kemungkinan membawa platform tersebut ke Amerika Serikat secara patuh dan legal.
Komentar itu menjadi salah satu faktor terkait Washington yang disebut bersamaan dengan pengumuman Treasury, termasuk perhatian baru terhadap legislasi kripto dan sinyal dari regulator AS.
Meski demikian, waktu kemunculannya tidak membuktikan bahwa komentar tersebut sendirian menyebabkan kenaikan HYPE. Token itu juga ikut terdorong oleh rally pasar yang lebih luas dan short squeeze di pasar derivatif. Pembacaan yang paling hati-hati adalah bahwa berita politik dan regulasi memperkuat gerakan yang sejak awal sudah dipicu faktor makro.
Kenaikan tajam dalam satu hari dapat menghapus leverage bearish tanpa menciptakan permintaan spot yang berkelanjutan. Perbedaan inilah yang menjadi dasar analisis pasar yang lebih berhati-hati.
Laporan terkait Glassnode menempatkan Bitcoin masih di bawah dua ukuran cost basis penting: Short-Term Holder Cost Basis di sekitar US$68.500 dan True Market Mean di sekitar US$75.800. Dalam kerangka tersebut, pasar masih berada dalam fase kapitulasi atau “surrender” sampai Bitcoin mampu merebut kembali dan bertahan di atas level-level tersebut.
Analisis yang sama mencatat rasio profit-and-loss terealisasi 90 hari sebesar 0,75—di atas zona historis di bawah 0,5 yang kerap dikaitkan dengan kelelahan penjual. Dalam pembacaan ini, penjual belum menunjukkan tingkat kelelahan yang biasanya diperlukan untuk meningkatkan keyakinan terhadap pembalikan tren yang bertahan lama.
Sejumlah laporan juga menunjuk Coinbase Premium yang negatif sebagai indikasi lemahnya permintaan spot dari Amerika Serikat. Metrik ini berguna sebagai konteks, tetapi angka pastinya tidak terkonfirmasi secara independen dalam sumber primer yang tersedia. Karena itu, indikator tersebut sebaiknya tidak diperlakukan sebagai kesimpulan final mengenai kekuatan permintaan.
Rally 19 Agustus menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat sensitif terhadap likuiditas pasar obligasi, berita kebijakan, dan posisi leverage. Rally tersebut belum membuktikan bahwa pasar telah memasuki tren naik yang berkelanjutan.
Beberapa pengujian yang lebih berarti antara lain:
Kesimpulan paling kuat dari peristiwa ini lebih sempit daripada komentar yang paling bullish: pengumuman buyback Treasury membantu memicu repricing ke arah aset berisiko, sementara posisi short yang menumpuk membuat kenaikan tersebut jauh lebih besar. Pergerakan Bitcoin menuju US$70.000 merupakan peristiwa penting bagi teknikal dan sentimen pasar, tetapi pembuktian bahwa tren telah berbalik tetap membutuhkan kelanjutan kenaikan setelah short squeeze berakhir.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Pada 19 Agustus 2026, Bitcoin naik lebih dari 7% dan menyentuh sekitar US$69.749 setelah Departemen Keuangan AS menaikkan batas buyback obligasi jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi.
Pada 19 Agustus 2026, Bitcoin naik lebih dari 7% dan menyentuh sekitar US$69.749 setelah Departemen Keuangan AS menaikkan batas buyback obligasi jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi. Ethereum kembali menembus US$2.000, sementara Solana, XRP, dan Zcash ikut menguat lebih dari 6%, menandakan rally yang meluas di pasar kripto.
Lonjakan ini belum otomatis menjadi awal tren bullish baru. Bitcoin masih perlu bertahan di atas level cost basis pemegang jangka pendek dan menunjukkan permintaan spot yang lebih kuat.