Apple juga menyatakan bahwa pengembang pada umumnya harus mempertahankan kombinasi opsi pembayaran yang dipilih di seluruh etalase Uni Eropa selama 12 bulan. Aplikasi yang memakai pembayaran alternatif turut menghadapi persyaratan baru terkait keselamatan anak.
Epic Games menyebut skema baru itu sebagai “junk fees”, yang dalam konteks ini dapat dipahami sebagai “biaya siluman” atau pungutan tambahan yang dianggap tidak semestinya. Menurut Epic, tarif yang tampak lebih rendah tetap memungkinkan Apple mengambil komisi dari transaksi yang diselesaikan melalui tautan eksternal atau kanal pesaing, bukan melalui sistem pembayaran Apple.
CEO Epic Games Tim Sweeney berpendapat bahwa pungutan atas transaksi yang dialihkan ke luar aplikasi secara jelas dilarang oleh DMA. Ia juga menuduh Apple menambahkan larangan serta hambatan dalam pengalaman pengguna untuk mendorong pengguna—terutama anak-anak—kembali memakai pembayaran Apple.
Posisi Epic adalah bahwa jika regulator Uni Eropa menyetujui struktur tersebut, DMA akan kehilangan makna secara praktis. Pengembang memang dapat menyediakan tautan keluar, tetapi Apple tetap mempertahankan “tol” atas transaksi yang dihasilkan dari tautan itu. Ini merupakan tuduhan dan penilaian Epic Games, bukan temuan regulator yang telah ditetapkan.
Bukti yang tersedia dalam konteks ini tidak memuat pernyataan lengkap atau kutipan langsung dari BEUC—organisasi konsumen tingkat Uni Eropa—maupun Komisi Eropa. Karena itu, bahasa dan sikap mereka tidak dapat digambarkan secara lebih spesifik selain sebagai respons yang berhati-hati sebagaimana dilaporkan dalam pertanyaan.
Apple, di sisi lain, mengatakan bahwa satu set aturan baru akan menyederhanakan kerangka kerja di Uni Eropa, menurunkan sejumlah tarif, memperluas pilihan pembayaran dan promosi, serta mengganti biaya Core Technology berbasis instalasi dengan komisi transaksi 5% untuk distribusi di luar App Store.
Perdebatan di Uni Eropa ini mengingatkan pada perselisihan Epic Games dan Apple di Amerika Serikat mengenai hak Apple untuk mengenakan biaya atas transaksi yang diselesaikan melalui pihak ketiga atau tautan eksternal.
Epic juga menyebut biaya yang diusulkan Apple di AS sebagai “junk fees” dan menyatakan bahwa pengadilan tingkat bawah telah menilai biaya tersebut ilegal serta antipersaingan.
Banding Apple terkait perkara itu dijadwalkan didengar Mahkamah Agung AS pada masa sidang yang dimulai Oktober 2026. Pengadilan distrik sebelumnya menolak menunda sengketa biaya tersebut dan meminta Apple merinci biaya yang ingin dikenakan kepada pengembang.