Level harga terealisasi dari Bitfinex memberikan kerangka paling jelas untuk membaca kemungkinan pergerakan berikutnya:
Selama Bitcoin bertahan di atas $63.200, pasar masih berada dalam fase konsolidasi yang relatif konstruktif. Penurunan di bawah level tersebut tidak otomatis membatalkan tesis bahwa bear market sudah mendekati tahap akhir, tetapi meningkatkan risiko penurunan menuju $57.803 dan zona valuasi yang lebih rendah.
Sebaliknya, penerimaan harga yang berkelanjutan di atas $67.176—disertai peningkatan volume spot—akan menjadi bukti yang lebih kuat bahwa permintaan mulai kembali. Bitfinex menilai level tersebut penting karena menandai titik ketika holder jangka pendek kembali mencatat keuntungan secara agregat.
Pasar Bitcoin kini menjadi sangat sepi. Volume bursa spot turun mendekati level yang terakhir terlihat pada awal 2019, sedangkan kecepatan transfer Bitcoin berada di titik terendah dalam tujuh tahun, yang menunjukkan berkurangnya aktivitas on-chain. Open interest CME juga turun di bawah $6 miliar, sementara volume spot 30 hari dilaporkan hanya 62,4% dari rata-rata tahunannya.
Kompresi seperti ini memang dapat mendahului pergerakan besar. Namun, indikator tersebut tidak dapat menentukan apakah pergerakan berikutnya akan naik atau turun. Gambaran Bitfinex mengenai rentang harga yang sempit dan aktivitas perdagangan yang tipis memperkuat dugaan bahwa baik pembeli maupun penjual belum memiliki keyakinan cukup untuk memaksa breakout yang tegas.
Perbedaan ini penting ketika kondisi saat ini dibandingkan dengan periode volume dan volatilitas rendah sebelum reli Bitcoin pada 2023. Kemiripan struktur pasarnya memang ada: kedua periode ditandai volatilitas yang terkompresi dan partisipasi yang lemah. Namun, kemiripan tersebut bukan bukti bahwa hasil akhirnya akan sama.
Inflasi Amerika Serikat yang lebih lunak dan kinerja pasar saham yang kuat menciptakan latar belakang yang mendukung. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjamin bahwa modal akan mengalir ke Bitcoin. Pasar kripto tetap membutuhkan likuiditas tambahan, selera risiko yang pulih, dan permintaan aktif untuk eksposur spot.
Perputaran spot yang lemah, arus keluar bersih ETF Bitcoin, dan likuiditas stablecoin yang terbatas dapat mengimbangi sinyal makro yang positif. Dalam situasi seperti ini, rekor harga saham hanya menunjukkan bahwa investor masih bersedia mengambil risiko secara umum—bukan bahwa mereka siap menambah alokasi ke Bitcoin.
Pelajaran praktisnya adalah memantau likuiditas kripto yang benar-benar masuk ke pasar, bukan hanya mengandalkan sentimen makro. Kondisi yang lebih sehat akan terlihat melalui peningkatan volume spot, pertumbuhan pasokan stablecoin, serta kembalinya arus masuk bersih ETF Bitcoin secara berkelanjutan.
Proses pembentukan dasar yang lebih meyakinkan kemungkinan membutuhkan beberapa indikator membaik secara bersamaan:
Tidak ada satu indikator yang harus sempurna. Konfirmasi yang lebih kuat akan muncul ketika harga, volume, likuiditas, dan perilaku holder bergerak searah.
Seller Exhaustion Constant dari Glassnode turun di bawah 0,02, yang menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Namun, titik terendah Bitcoin sebelumnya yang terbentuk secara tegas dilaporkan mencatat angka di bawah 0,01. Artinya, level saat ini menunjukkan penjual hampir kehabisan tenaga, tetapi belum tentu menandakan kapitulasi penuh.
Bukti lain juga masih beragam. Saldo holder jangka panjang terus menurun, sementara sekitar 19.200 BTC baru-baru ini dipindahkan dari holder jangka pendek ke bursa sehingga menciptakan potensi kelebihan pasokan. Tidak adanya sinyal “biru tua” yang definitif dalam kerangka heatmap siklus Bitcoin juga menjadi alasan untuk tidak terburu-buru menyatakan bahwa titik terendah final telah tercapai.
Catatan tersebut tidak membatalkan sinyal kapitulasi dari VanEck. Sebaliknya, hal itu menjelaskan mengapa sinyal tersebut sebaiknya ditafsirkan sebagai bukti bahwa bear market mungkin sudah matang, bukan sebagai alat penentu waktu yang andal.
Bitcoin memperlihatkan sejumlah karakteristik yang sering muncul pada tahap akhir bear market: indikator kapitulasi mulai aktif, volatilitas terkompresi, aktivitas perdagangan melemah, dan kelelahan penjual mulai terbentuk. Kerangka VanEck menunjukkan kemungkinan terbentuknya dasar dalam satu hingga tiga bulan ke depan, tetapi riwayat pengujiannya masih terbatas.
Untuk saat ini, $63.200 menjadi dukungan utama dalam jangka pendek, sedangkan $67.176 adalah level yang akan membuat pemulihan terlihat lebih meyakinkan. Jika dukungan tersebut gagal dipertahankan, Bitcoin berisiko menguji kembali $57.803, dengan $52.699 sebagai referensi dasar harga terealisasi yang lebih dalam.
Kesimpulan yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah: bear market memasuki tahap akhir, akumulasi mungkin dimulai, tetapi titik terendah belum terkonfirmasi. Sinyal berkelanjutan berikutnya kemungkinan lebih bergantung pada kembalinya likuiditas—melalui aktivitas spot yang lebih kuat, pertumbuhan pasokan stablecoin, dan arus masuk bersih ETF yang konsisten—daripada volatilitas rendah semata.