Biro Investigasi Taiwan membuka perkara terhadap 17 perusahaan China yang diduga merekrut pekerja teknologi tinggi Taiwan secara ilegal, terutama di bidang semikonduktor, desain IC, baterai, dan kecerdasan buatan. Operasi terkoordinasi berlangsung pada 13 Juli hingga 4 Agustus 2026 di bawah arahan jaksa dari enam yu...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did Taiwan’s government announce about its investigation into 17 Chinese companies suspected of illegally poaching Taiwanese chip and o. Article summary: Taiwan’s Investigation Bureau said it had opened cases against 17 Chinese companies suspected of illegally recruiting Taiwanese high tech workers, calling the activity a threat to the talent base behind Taiwan’s AI, semi. Topic tags: general web, ai, workflow, security, design. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts
Pemerintah Taiwan menyatakan telah membuka perkara terhadap 17 perusahaan China yang diduga merekrut talenta teknologi tinggi Taiwan secara ilegal. Biro Investigasi di bawah Kementerian Kehakiman Taiwan menilai praktik tersebut dapat mengancam basis talenta yang menopang keunggulan Taiwan dalam kecerdasan buatan (AI), manufaktur semikonduktor, dan desain sirkuit terpadu (IC).
Yang dipersoalkan bukan semata-mata kegiatan merekrut karyawan. Menurut penyidik Taiwan, perusahaan-perusahaan itu diduga menyembunyikan kepemilikan atau sumber pendanaan China, lalu menjalankan kegiatan usaha dan perekrutan di Taiwan tanpa izin yang diwajibkan.
Biro Investigasi mengatakan operasi tersebut mulai direncanakan pada April 2026. Dengan arahan jaksa dari enam yurisdiksi, penggeledahan terkoordinasi kemudian dilakukan pada 13 Juli hingga 4 Agustus.
Dalam operasi itu:
Penyelidikan mencakup sejumlah sektor teknologi tinggi, antara lain semikonduktor, desain IC, chip layar, material komposit, baterai, serta teknologi yang berkaitan dengan AI.
Biro Investigasi Taiwan menyebut 17 perusahaan dalam pengumumannya. Beberapa nama yang diidentifikasi antara lain Actions Technology, Juequan Optoelectronics (Shanghai), Nationalchip Microelectronics, Jiangsu Aosheng Composite Materials, Guangdong Cellwise Microelectronics, ACM Research (Shanghai), dan Zhuhai CosMX Battery.
Sejumlah perusahaan tersebut tercatat sebagai perusahaan publik di China, termasuk Nationalchip, Cellwise, ACM Research (Shanghai), dan CosMX Battery.
Menurut otoritas Taiwan, perusahaan-perusahaan China kerap berusaha menghindari pengawasan dengan beberapa cara, seperti:
Dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum merupakan putusan bersalah terhadap perusahaan-perusahaan yang disebutkan.
Bukti yang tersedia tidak mendokumentasikan secara memadai tanggapan substantif dari masing-masing 17 perusahaan. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah perusahaan-perusahaan tersebut telah mengakui, membantah, atau memberikan tanggapan lain secara individual terhadap dugaan tersebut.
Tidak. Biro Investigasi Taiwan mengatakan telah membentuk satuan tugas khusus pada akhir 2020 untuk menangani dugaan perekrutan ilegal dan kegiatan usaha perusahaan China. Sejak itu, biro tersebut telah menangani lebih dari 100 perkara terkait.
Pada Mei 2022, otoritas Taiwan juga menggeledah 10 perusahaan China atau pusat penelitian dan pengembangan mereka dalam penyelidikan terpisah mengenai dugaan perekrutan ilegal insinyur chip. Saat itu, hampir 70 orang dipanggil untuk dimintai keterangan.
Kasus tersebut berlangsung di tengah persaingan politik dan ekonomi yang lebih luas di Selat Taiwan. Taiwan memandang kemandirian teknologi serta kepemimpinannya dalam industri chip sebagai isu keamanan nasional, sementara Beijing berupaya memperkuat kemampuan teknologinya dan tetap mengklaim kedaulatan atas Taiwan.
Karena itu, Taiwan memperketat pengawasan terhadap investasi dan kegiatan bisnis China di sektor-sektor semikonduktor yang sensitif. Jika benar perusahaan menggunakan kepemilikan terselubung dan kantor tanpa izin untuk merekrut insinyur, praktik itu dinilai penting karena diduga dirancang untuk menghindari pembatasan tersebut.
Namun, pengumuman pemerintah Taiwan baru menjelaskan adanya penyelidikan dan dugaan pelanggaran. Pengumuman itu belum membuktikan kesalahan hukum dari 17 perusahaan yang disebut.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Biro Investigasi Taiwan membuka perkara terhadap 17 perusahaan China yang diduga merekrut pekerja teknologi tinggi Taiwan secara ilegal, terutama di bidang semikonduktor, desain IC, baterai, dan kecerdasan buatan.
Biro Investigasi Taiwan membuka perkara terhadap 17 perusahaan China yang diduga merekrut pekerja teknologi tinggi Taiwan secara ilegal, terutama di bidang semikonduktor, desain IC, baterai, dan kecerdasan buatan. Operasi terkoordinasi berlangsung pada 13 Juli hingga 4 Agustus 2026 di bawah arahan jaksa dari enam yurisdiksi.
Sembilan kantor lapangan mengerahkan lebih dari 330 agen untuk menggeledah 64 lokasi dan meminta keterangan dari 114 orang.