| Total pendapatan | 31,33 miliar yuan | Turun 4% |
| Konsensus pendapatan analis | 31,96 miliar yuan | Meleset sekitar 630 juta yuan |
| Laba bersih | 2,32 miliar yuan | Turun 68% |
| Pendapatan layanan pemasaran online | 13,1 miliar yuan | Turun 19% |
| Pendapatan operasi terkait AI | 12,5 miliar yuan | Naik 25% |
Angka-angka tersebut memperlihatkan jarak yang semakin lebar antara bisnis AI Baidu yang lebih baru dan mesin pendapatan lamanya, yaitu iklan. Pertumbuhan AI membantu mengurangi dampak penurunan, tetapi belum mampu sepenuhnya menutup pendapatan yang hilang dari layanan pemasaran online.
Pendapatan layanan pemasaran online turun 19% secara tahunan menjadi 13,1 miliar yuan. Menurut Reuters, tekanan ini dipicu oleh sikap pengiklan yang lebih berhati-hati serta kondisi makroekonomi China yang masih lemah.
Penurunan tersebut cukup besar untuk mengimbangi ekspansi operasi cloud yang berkaitan dengan AI. Faktor ini juga membantu menjelaskan mengapa total pendapatan Baidu berada di bawah konsensus 31,96 miliar yuan, meski permintaan terhadap layanan terkait AI terus meningkat.
Pendapatan dari operasi terkait AI naik 25% secara tahunan menjadi 12,5 miliar yuan pada kuartal kedua. Pertumbuhan ini menjadi penyangga penting di tengah kemerosotan iklan, tetapi belum cukup untuk mendorong total pendapatan kembali tumbuh.
Laporan kuartal II yang tersedia mengonfirmasi bahwa AI Cloud Infrastructure terus menunjukkan momentum yang kuat. Baidu juga menyatakan bahwa portofolio AI Applications terus berkembang, dengan kemampuan yang lebih luas dan use case yang semakin beragam. Namun, sumber yang tersedia tidak memberikan angka pendapatan atau pertumbuhan kuartal II secara rinci untuk AI Cloud Infrastructure, AI Applications, maupun AI-native Marketing Services. Karena itu, angka spesifik untuk masing-masing subsegmen tersebut tidak dapat disampaikan secara andal di sini.
Hasil kuartal I 2026 memberikan konteks penting bagi perubahan yang terlihat pada kuartal kedua. Pendapatan bisnis inti berbasis AI mencapai 13,6 miliar yuan, naik 49% secara tahunan dan setara dengan 52% dari pendapatan bisnis umum Baidu sebesar 26,0 miliar yuan. Ini merupakan kuartal pertama ketika operasi berbasis AI menyumbang lebih dari separuh pendapatan bisnis umum perusahaan.
Rinciannya pada kuartal pertama adalah sebagai berikut:
Data ini menjelaskan mengapa Baidu semakin menekankan AI ketika bisnis iklannya masih menghadapi tekanan. Perusahaan sedang membangun basis pendapatan AI yang lebih besar, tetapi hasil kuartal II menunjukkan bahwa basis tersebut belum sepenuhnya mampu menggantikan pelemahan bisnis lamanya.
Robin Li menggambarkan dua tren yang berlawanan—tekanan pada pemasaran online dan momentum pada operasi berbasis AI—sebagai bukti bahwa Baidu sedang beralih dari perusahaan yang berpusat pada internet menjadi perusahaan yang mengutamakan AI.
Perubahan strategi ini berlangsung ketika persaingan di sektor teknologi China semakin ketat. Dengan demikian, kesimpulan finansial dari kuartal ini bersifat campuran: AI semakin penting bagi bisnis Baidu, tetapi perusahaan masih sangat terpapar kondisi belanja iklan selama proses transisi tersebut berlangsung.
Hasil Baidu pada kuartal II 2026 memperlihatkan pertukaran yang jelas. Pendapatan turun 4% menjadi 31,33 miliar yuan dan laba bersih merosot 68%. Pendapatan juga meleset sekitar 630 juta yuan dari konsensus analis. Di sisi lain, pendapatan layanan pemasaran online turun 19%, sementara operasi terkait AI tumbuh 25% menjadi 12,5 miliar yuan.
Kuartal ini mendukung klaim Baidu bahwa bisnisnya sedang bergerak menuju AI. Namun, hasil tersebut juga menunjukkan tantangan transisi itu: mesin pertumbuhan baru perusahaan memang berkembang, tetapi bisnis iklan yang telah lama menjadi andalan masih menyusut lebih cepat daripada kemampuan AI untuk menggantikannya.
| Total pendapatan | 31,33 miliar yuan | Turun 4% |
| Konsensus pendapatan analis | 31,96 miliar yuan | Meleset sekitar 630 juta yuan |
| Laba bersih | 2,32 miliar yuan | Turun 68% |
| Pendapatan layanan pemasaran online | 13,1 miliar yuan | Turun 19% |
| Pendapatan operasi terkait AI | 12,5 miliar yuan | Naik 25% |
Angka-angka tersebut memperlihatkan jarak yang semakin lebar antara bisnis AI Baidu yang lebih baru dan mesin pendapatan lamanya, yaitu iklan. Pertumbuhan AI membantu mengurangi dampak penurunan, tetapi belum mampu sepenuhnya menutup pendapatan yang hilang dari layanan pemasaran online.
Pendapatan layanan pemasaran online turun 19% secara tahunan menjadi 13,1 miliar yuan. Menurut Reuters, tekanan ini dipicu oleh sikap pengiklan yang lebih berhati-hati serta kondisi makroekonomi China yang masih lemah.
Penurunan tersebut cukup besar untuk mengimbangi ekspansi operasi cloud yang berkaitan dengan AI. Faktor ini juga membantu menjelaskan mengapa total pendapatan Baidu berada di bawah konsensus 31,96 miliar yuan, meski permintaan terhadap layanan terkait AI terus meningkat.
Pendapatan dari operasi terkait AI naik 25% secara tahunan menjadi 12,5 miliar yuan pada kuartal kedua. Pertumbuhan ini menjadi penyangga penting di tengah kemerosotan iklan, tetapi belum cukup untuk mendorong total pendapatan kembali tumbuh.
Laporan kuartal II yang tersedia mengonfirmasi bahwa AI Cloud Infrastructure terus menunjukkan momentum yang kuat. Baidu juga menyatakan bahwa portofolio AI Applications terus berkembang, dengan kemampuan yang lebih luas dan use case yang semakin beragam. Namun, sumber yang tersedia tidak memberikan angka pendapatan atau pertumbuhan kuartal II secara rinci untuk AI Cloud Infrastructure, AI Applications, maupun AI-native Marketing Services. Karena itu, angka spesifik untuk masing-masing subsegmen tersebut tidak dapat disampaikan secara andal di sini.
Hasil kuartal I 2026 memberikan konteks penting bagi perubahan yang terlihat pada kuartal kedua. Pendapatan bisnis inti berbasis AI mencapai 13,6 miliar yuan, naik 49% secara tahunan dan setara dengan 52% dari pendapatan bisnis umum Baidu sebesar 26,0 miliar yuan. Ini merupakan kuartal pertama ketika operasi berbasis AI menyumbang lebih dari separuh pendapatan bisnis umum perusahaan.
Rinciannya pada kuartal pertama adalah sebagai berikut:
Data ini menjelaskan mengapa Baidu semakin menekankan AI ketika bisnis iklannya masih menghadapi tekanan. Perusahaan sedang membangun basis pendapatan AI yang lebih besar, tetapi hasil kuartal II menunjukkan bahwa basis tersebut belum sepenuhnya mampu menggantikan pelemahan bisnis lamanya.
Robin Li menggambarkan dua tren yang berlawanan—tekanan pada pemasaran online dan momentum pada operasi berbasis AI—sebagai bukti bahwa Baidu sedang beralih dari perusahaan yang berpusat pada internet menjadi perusahaan yang mengutamakan AI.
Perubahan strategi ini berlangsung ketika persaingan di sektor teknologi China semakin ketat. Dengan demikian, kesimpulan finansial dari kuartal ini bersifat campuran: AI semakin penting bagi bisnis Baidu, tetapi perusahaan masih sangat terpapar kondisi belanja iklan selama proses transisi tersebut berlangsung.
Hasil Baidu pada kuartal II 2026 memperlihatkan pertukaran yang jelas. Pendapatan turun 4% menjadi 31,33 miliar yuan dan laba bersih merosot 68%. Pendapatan juga meleset sekitar 630 juta yuan dari konsensus analis. Di sisi lain, pendapatan layanan pemasaran online turun 19%, sementara operasi terkait AI tumbuh 25% menjadi 12,5 miliar yuan.
Kuartal ini mendukung klaim Baidu bahwa bisnisnya sedang bergerak menuju AI. Namun, hasil tersebut juga menunjukkan tantangan transisi itu: mesin pertumbuhan baru perusahaan memang berkembang, tetapi bisnis iklan yang telah lama menjadi andalan masih menyusut lebih cepat daripada kemampuan AI untuk menggantikannya.