Kecelakaan itu langsung mengakhiri perjuangannya di Tour de France. Namun, dampak yang lebih panjang adalah tertundanya dimulainya kembali program latihan. Akibatnya, Vingegaard tidak memiliki cukup waktu untuk membangun kondisi yang dibutuhkan demi mengejar target besar lain pada sisa musim 2026.
Keputusan mengakhiri musim datang setelah paruh pertama tahun yang sangat padat sekaligus sukses. Sebelum Tour de France, Vingegaard menjuarai Paris–Nice dan Giro d’Italia. Kemenangan di Giro juga melengkapi koleksi kariernya di tiga Grand Tour—Giro d’Italia, Tour de France, dan Vuelta a España.
Di Tour de France, ia masih menempati posisi kedua klasemen umum ketika kecelakaan mengakhiri balapannya. Jadwal yang berat, upaya menjalani Giro–Tour secara beruntun, serta cedera pada tulang selangka membuat upaya kembali ke performa puncak dalam waktu singkat semakin tidak realistis.
Dengan mengakhiri musim lebih awal, Vingegaard dipastikan tidak tampil dalam seluruh agenda balapnya yang tersisa pada 2026, termasuk:
Kejuaraan Dunia menjadi peluang yang paling signifikan. Sebelumnya, masih ada kemungkinan ia kembali membalap pada paruh akhir tahun. Namun, pembaruan dari tim kini menutup kemungkinan tersebut.
Vingegaard mengatakan bahwa masa pemulihan memang sudah direncanakan setelah periode balapan yang panjang dan intens. Namun, cedera tulang selangka membuat awal latihan tertunda sehingga ia tidak mungkin kembali ke level terbaik tepat waktu untuk mengejar target musim yang tersisa.
Penjelasan tim sejalan dengan pernyataan tersebut. Vingegaard masih merasakan dampak patah tulang selangka dan belum bisa mempersiapkan diri secara memadai untuk target balapan baru pada 2026. Fokusnya kini adalah pemulihan dan latihan untuk membangun fondasi menuju musim 2027.
Secara praktis, keputusan ini menghapus tekanan untuk menentukan tanggal comeback. Vingegaard dapat memulihkan diri sepenuhnya, kembali ke latihan terstruktur, lalu membangun kondisi secara bertahap—alih-alih turun dalam balapan sebelum benar-benar siap.
Mantan pemenang etape Tour de France, Nicki Sørensen, mendukung keputusan tersebut. Menurutnya, Vingegaard sudah menguras “baterai”-nya setelah menjalani program yang sangat berat, terutama karena berusaha mengikuti Giro d’Italia dan Tour de France dalam satu rangkaian musim.
Pandangan itu menambahkan konteks penting di luar penjelasan resmi mengenai cedera. Persoalannya bukan hanya patah tulang selangka, melainkan juga akumulasi tuntutan fisik dan mental dari musim yang panjang dengan intensitas tinggi. Bagi Sørensen, istirahat lebih berharga daripada menetapkan target baru yang berisiko memaksa Vingegaard kembali terlalu cepat pada 2026.
Menurut pengumuman tim pada 2023, Vingegaard terikat kontrak dengan Team Jumbo-Visma—yang kini bernama Visma | Lease a Bike—hingga akhir 2027.
Laporan yang tersedia mengonfirmasi bahwa ia baru akan kembali membalap pada 2027. Namun, belum ada kalender balapan terperinci atau target spesifik untuk musim tersebut. Untuk saat ini, rencananya terbatas pada rehabilitasi, membangun kembali latihan, dan membahas sasaran 2027 setelah kondisinya siap.
Dengan demikian, keputusan mengakhiri musim 2026 paling tepat dipahami sebagai langkah untuk menjaga kesehatan sekaligus performa. Vingegaard mengorbankan sisa musim ini demi memperbesar peluang kembali dengan kekuatan penuh pada 2027.