Namun, laporan yang tersedia tidak membuktikan bahwa setiap komponen yang ditemukan dalam senjata Rusia dijual secara sadar untuk keperluan militer oleh produsen asalnya. Masalah yang disoroti adalah jaringan distribusi, perusahaan perantara, dan rute ekspor ulang di antara produsen awal dan pengguna akhir.
Argumen Zelenskyy sederhana: setiap jalur pasokan yang masih terbuka dapat membantu Rusia mempertahankan kemampuan militernya dan melanjutkan serangan. Karena itu, ia meminta mitra menargetkan bukan hanya perusahaan pertahanan Rusia, tetapi juga individu dan badan hukum yang membantu produksi rudal balistik, menyediakan peluncur, atau memasok komponen yang dibutuhkan.
Menutup celah berarti membuat sanksi yang ada lebih sulit dihindari. Fokus praktisnya mencakup:
Pendekatan ini menempatkan pengawasan rantai pasok sebagai pelengkap bagi penambahan nama baru ke daftar sanksi.
Zelenskyy mengatakan Ukraina telah berkoordinasi dengan badan intelijen, Kementerian Luar Negeri, dan layanan khusus. Koordinasi itu ditujukan untuk menjawab dua hal: kapan Kyiv dapat mengharapkan keputusan sanksi baru dari mitra tertentu, dan titik tekanan mana yang paling efektif untuk mengurangi kemampuan militer aktif Rusia.
Gambaran tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih terarah, bukan sekadar permintaan untuk menambah nama secara massal ke daftar sanksi. Ukraina mengumpulkan informasi mengenai jalur pengadaan dan perusahaan prioritas, lalu menyampaikan usulan kepada mitra yang dapat mengganggu jaringan tersebut. Pada awal Agustus, Zelenskyy juga memerintahkan penyusunan rencana operasi sanksi khusus yang menargetkan sektor dan perusahaan tertentu dalam kompleks industri militer Rusia.
Meski demikian, laporan yang tersedia tidak memuat jadwal publik dan terperinci mengenai keputusan sanksi dari masing-masing mitra. Jadi, koordinasi yang disebut Zelenskyy merupakan upaya menyelaraskan informasi intelijen, diplomasi, dan prioritas penegakan—bukan pengumuman bahwa seluruh langkah yang diharapkan telah disetujui.
Seruan Zelenskyy disampaikan bersamaan dengan kabar bahwa kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, berencana mengusulkan daftar sanksi yang disebutnya sebagai yang paling luas sejak dimulainya invasi skala penuh. Jika disetujui, paket tersebut akan meningkatkan jumlah individu, perusahaan, dan organisasi Rusia yang dikenai sanksi sekitar sepertiga.
Sumber diplomatik UE yang dikutip Reuters mengatakan usulan itu dapat mencakup sekitar 1.600 individu dan entitas, yang sebagian besar terkait dengan kompleks industri militer Rusia. Angka tersebut masih menggambarkan paket yang diusulkan, bukan daftar final. Kallas belum merinci seluruh target maupun waktu penerapannya.
Paket baru itu akan melanjutkan langkah UE pada Juli. Paket sanksi ke-21 UE menambahkan 218 daftar baru—48 individu dan 170 entitas. Pihak-pihak yang masuk daftar dapat dikenai pembekuan aset serta larangan menyediakan dana atau sumber daya ekonomi. Individu yang ditargetkan juga menghadapi larangan bepergian.
Paket Juli turut menyasar bagian dari sistem keuangan Rusia, termasuk bank dan jaringan mata uang kripto.
Rangkaian pengumuman ini memperlihatkan perbedaan antara mengumumkan sanksi dan membuatnya efektif. Penambahan target dapat meningkatkan tekanan hukum dan keuangan, tetapi akses Rusia terhadap komponen buatan luar negeri menunjukkan bahwa penegakan lintas batas dan pengawasan terhadap perantara tetap menjadi persoalan utama.
Zelenskyy meminta mitra G7 dan UE menghubungkan kebijakan sanksi dengan rantai pasok fisik yang menopang produksi rudal dan senjata Rusia. Paket musim gugur UE berpotensi memperluas jumlah entitas yang ditargetkan, sementara koordinasi berbasis intelijen yang dilakukan Kyiv diharapkan membantu menemukan rute dan aktor yang harus dijangkau oleh pembatasan tersebut.