Sony mengumumkan rencana penghentian produksi cakram pada Juli 2026. Karena itu, kemunculan model digital-only dalam iklan terbaru dianggap oleh sebagian pemain sebagai pengingat bahwa pilihan membeli gim fisik akan semakin menyempit. Kampanye tersebut kemudian kembali memancing komentar negatif di media sosial dan kanal resmi PlayStation.
Sejumlah laporan juga menyebut bahwa versi iklan yang lebih awal menampilkan konsol dengan pemutar cakram, lalu versi itu diganti. Namun, berdasarkan sumber yang tersedia, belum ada bukti tepercaya yang cukup untuk memastikan bahwa versi tersebut memang pernah menjadi versi resmi sebelumnya, mengapa perubahan dilakukan, atau apakah keputusan itu secara langsung berkaitan dengan rencana Sony menghapus cakram.
Menurut Reuters, pembelian digital menyumbang sekitar 80 persen penjualan gim penuh Sony pada tahun fiskal 2025. Angka itu menjadi dasar komersial bagi perusahaan untuk melanjutkan peralihan ke digital.
Dari sudut pandang bisnis, distribusi digital dapat mengurangi biaya produksi cakram, pencetakan kemasan, penyimpanan stok, logistik, distribusi, serta biaya yang berkaitan dengan peritel. Penjualan langsung melalui PlayStation Store juga memberi Sony kendali lebih besar atas harga, promosi, dan margin.
Analis Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, menilai penghapusan cakram pada akhirnya merupakan transisi yang sulit dihindari. Ia juga memperingatkan bahwa konsol PS6 seharga sekitar 1.000 dolar AS akan sangat membatasi ukuran pasar. Dalam skenario itu, pendapatan digital yang lebih tinggi secara teori dapat membantu Sony menekan harga perangkat atau menutup sebagian biaya pengembangan.
Meski begitu, klaim mengenai PS6 seharga 1.000 dolar AS, biaya produksi yang terdorong oleh kecerdasan buatan, serta kelangkaan memori masih berupa perkiraan dan hipotesis. Sony belum mengumumkan spesifikasi maupun harga PS6.
Kritik utama tidak hanya berkaitan dengan keberadaan cakram sebagai benda koleksi. Pemain juga mempertahankan fungsi ekonomi dan praktis yang menyertainya, seperti:
Kelompok penentang juga berpendapat bahwa jika satu-satunya jalur pembelian adalah PlayStation Store, Sony akan memiliki posisi lebih kuat dalam menentukan harga. Dalam pandangan ini, pembelian gim digital tidak selalu sama dengan kepemilikan permanen karena akses dapat bergantung pada lisensi, akun, dan ketersediaan layanan.
Kekhawatiran tersebut ikut mendorong petisi, seruan boikot, serta gugatan konsumen yang didukung kelompok preservasi. Salah satu tindakan hukum yang dilaporkan menuduh kebijakan tersebut memperkuat monopoli Sony atas penjualan gim digital di PlayStation.
Angka bahwa gim di PlayStation Store “sekitar 47 persen lebih mahal” daripada versi fisik belum cukup kuat untuk diperlakukan sebagai kesimpulan umum dari sumber yang ditinjau. Selisih harga dapat berubah menurut negara, judul, periode diskon, edisi gim, dan toko yang dibandingkan.
Namun, inti kekhawatiran para pengkritik tetap jelas: ketika pilihan fisik yang lebih murah menghilang, konsumen mungkin memiliki lebih sedikit alternatif untuk mendapatkan harga terbaik. Di sisi lain, Sony berargumen bahwa pergeseran digital mengikuti pola pembelian mayoritas pemain.
Menariknya, perkembangan Marvel’s Wolverine tidak sepenuhnya mendukung gambaran tentang peluncuran digital-only dalam waktu dekat. Insomniac Games menyatakan bahwa gim tersebut akan dapat dimainkan secara penuh dari cakram PS5, meski pemain tetap disarankan mengunduh pembaruan pada hari peluncuran.
Artinya, Wolverine lebih tepat dipandang sebagai salah satu rilisan fisik besar pada masa akhir era cakram—bukan sebagai bukti bahwa pemasarannya telah diubah menjadi eksklusif digital.
Sony mengakui bahwa keputusan tersebut menuai kritik, tetapi menyatakan akan melanjutkannya secara “hati-hati”. Penjelasan perusahaan tetap berpusat pada digitalisasi konten secara luas dan perubahan perilaku konsumen.
Sejumlah laporan menyebut Sony tidak berencana membalikkan keputusan tersebut, sementara gugatan dan kampanye penolakan masih bergulir. Dengan posisi ini, iklan “It Happens on PS5” tidak terlihat sebagai langkah mundur, melainkan sebagai cara Sony menjaga antusiasme terhadap jajaran gim besar sambil secara perlahan menormalisasi masa depan digital PlayStation.
Masuknya GTA VI ke dalam iklan menegaskan bahwa PlayStation masih aktif mempromosikan gim Rockstar tersebut. Namun, kemunculan GTA VI dalam iklan Sony saja belum cukup untuk membuktikan cakupan kerja sama komersial tertentu.
Sumber yang tersedia juga belum memberikan bukti tepercaya mengenai klaim intervensi Domino’s, acara “Extended Look” Netflix pada 27 Agustus, atau perbandingan spesifik dengan penjualan gim fisik Nintendo. Klaim-klaim tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi tanpa pengumuman resmi atau laporan kredibel.
Kesimpulannya, iklan baru Sony memang memperkuat pesan bahwa PlayStation sedang bergerak menuju ekosistem digital-first. Tetapi, gambar PS5 Digital Edition adalah sinyal branding yang konsisten dengan kebijakan 2028—bukan bukti bahwa semua perangkat berkemampuan cakram akan langsung dihentikan. Perdebatan sesungguhnya tetap berada pada pertanyaan yang lebih besar: apakah kenyamanan unduhan dan efisiensi bisnis sepadan dengan hilangnya pilihan, persaingan harga, serta kepemilikan gim dalam bentuk fisik.