Dalam kondisi seperti ini, kilang, perusahaan perdagangan, dan investor cenderung membeli minyak untuk pengiriman dekat sebagai perlindungan pasokan. Langkah tersebut menaikkan harga kontrak jangka pendek, meski belum ada kepastian bahwa skenario terburuk benar-benar akan terjadi.
Serangan drone Ukraina yang mengganggu ekspor minyak mentah Rusia dari Novorossiysk menambah dimensi baru pada risiko pasokan. Gangguan yang terjadi bersamaan di Teluk dan Rusia dapat memperketat pasar minyak yang diangkut melalui laut, terutama bagi pembeli Eropa yang lebih bergantung pada pasokan berbasis harga Brent.
Dengan demikian, pasar tidak hanya mengkhawatirkan satu jalur pelayaran. Perhatian juga tertuju pada kemungkinan beberapa pusat ekspor utama mengalami gangguan pada waktu yang hampir bersamaan.
Namun, data fundamental menunjukkan bahwa pasar minyak AS belum mengalami kelangkaan akut. Persediaan minyak mentah komersial AS melonjak 17,4 juta barel, berlawanan dengan perkiraan penurunan. Kenaikan besar tersebut menjadi sinyal adanya pelemahan fisik jangka pendek dan membantu menekan harga setelah reli sebelumnya.
Prospek permintaan global juga membatasi ruang kenaikan. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak 2026 untuk keempat kalinya berturut-turut menjadi 580.000 barel per hari. Sementara itu, IEA memperkirakan konsumsi minyak dunia dapat menyusut 1,6 juta barel per hari tahun ini karena harga bahan bakar yang tinggi dan konflik melemahkan aktivitas ekonomi.
Artinya, harga yang lebih tinggi berpotensi memicu penghancuran permintaan: konsumen dan industri mengurangi penggunaan bahan bakar, sementara pertumbuhan ekonomi ikut melambat. Efek tersebut dapat mengimbangi sebagian guncangan pasokan.
Pada akhirnya, harga minyak dipengaruhi dua arah yang berlawanan. Di satu sisi, risiko geopolitik meningkatkan premi atas minyak yang melewati jalur pelayaran dan pusat ekspor rentan. Di sisi lain, lonjakan persediaan AS serta proyeksi konsumsi yang lebih rendah menunjukkan bahwa harga tinggi mulai menekan permintaan.
Hasilnya adalah kenaikan mingguan yang tajam, tetapi bukan lonjakan tanpa kendali. Pasar membayar lebih mahal untuk keamanan pasokan, sambil tetap mengantisipasi bahwa permintaan yang melemah dapat membatasi reli berikutnya.