Kasus Hengli Mengungkap Batas Sanksi AS terhadap Perdagangan Minyak Iran
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar. Kilang Hengli di Dalian memiliki kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya salah satu kilang China terbesa...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar.
Kilang Hengli di Dalian memiliki kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya salah satu kilang China terbesar yang menjadi sasaran sanksi AS.
Bukti yang tersedia mendukung peran luas kilang independen China dan armada bayangan, tetapi belum memverifikasi secara spesifik pengiriman Seeker 8 atau menghitung total pembelian minyak Iran oleh Hengli.
What did the Wall Street Journal investigation reveal about Hengli Group’s role in financing Iran’s sanctioned oil trade—including its scaleHengli’s Dalian refinery became a major target of the U.S. campaign against Iran’s oil trade.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did the Wall Street Journal investigation reveal about Hengli Group’s role in financing Iran’s sanctioned oil trade—including its scale. Article summary: The investigation’s central finding is that Hengli Group became a major alleged financial conduit for Iran’s sanctioned crude exports through its Dalian refining business—an accusation Hengli denies. It illustrates how C. Topic tags: general, news, government, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
openai.com
Kasus Hengli sebaiknya dipahami sebagai tuduhan terhadap satu pembeli besar dalam sistem perdagangan yang jauh lebih luas—bukan bukti bahwa seluruh Hengli Group membiayai perdagangan minyak Iran.
Pada 24 April 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co. Pemerintah AS menuduh perusahaan itu membeli minyak bumi Iran senilai miliaran dolar. Hengli membantah pernah berbisnis dengan Iran dan mengatakan para pemasoknya telah menjamin bahwa minyak mentah yang dibeli bukan berasal dari Iran.
Peristiwa ini memperlihatkan jangkauan sekaligus keterbatasan strategi sanksi Washington. Sanksi dapat menaikkan biaya, mengganggu operasi, dan menekan perusahaan tertentu. Namun, dampaknya lebih sulit menjadi penentu ketika kilang independen China, jaringan pelayaran yang sulit dilacak, serta jalur pembayaran di luar dolar masih menyediakan pembeli dan rute transaksi bagi minyak Iran.
Tuduhan Amerika Serikat terhadap Hengli
Kilang Hengli di Dalian merupakan fasilitas industri besar dengan kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari. Reuters menyebutnya sebagai kilang China terbesar yang secara khusus menjadi sasaran sanksi AS pada saat itu.
Dalam penetapannya, Departemen Keuangan AS mengategorikan Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery sebagai kilang independen China, yang kerap disebut kilang “teapot”. Washington menuduh Hengli sebagai salah satu pelanggan terbesar Iran untuk minyak mentah dan produk minyak lainnya. Departemen Keuangan AS mengatakan Hengli telah membeli minyak bumi Iran senilai miliaran dolar dan menerima kargo dari kapal-kapal armada bayangan yang telah dikenai sanksi setidaknya sejak 2023.
Namun, semua itu merupakan tuduhan pemerintah AS, bukan temuan yang diterima tanpa bantahan. Perusahaan induk Hengli menolak tuduhan tersebut, menyatakan tidak pernah berdagang dengan Iran, dan mengatakan akan berupaya mencabut sanksi itu.
Mengapa kilang “teapot” China penting?
Istilah “teapot” lazim digunakan untuk menyebut kilang minyak independen di China. Berbeda dari perusahaan minyak terbesar yang terhubung dengan negara, bisnis yang dikelola secara swasta ini dapat menjadi pembeli penting minyak mentah bersanksi yang dijual dengan harga diskon.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kilang independen China membeli hampir seluruh minyak yang diekspor Iran. Karena itu, kilang-kilang tersebut menjadi sumber pendapatan penting bagi Teheran.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Kasus Hengli Mengungkap Batas Sanksi AS terhadap Perdagangan Minyak Iran"?
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar. Kilang Hengli di Dalian memiliki kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya salah satu kilang China terbesar yang menjadi sasaran sanksi AS.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Bukti yang tersedia mendukung peran luas kilang independen China dan armada bayangan, tetapi belum memverifikasi secara spesifik pengiriman Seeker 8 atau menghitung total pembelian minyak Iran oleh Hengli.
Kasus Hengli Mengungkap Batas Sanksi AS terhadap Perdagangan Minyak Iran
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar. Kilang Hengli di Dalian memiliki kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya salah satu kilang China terbesa...
Diterbitkan olehDiedit dengan GPT-5.6 LunaGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar.
Kilang Hengli di Dalian memiliki kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya salah satu kilang China terbesar yang menjadi sasaran sanksi AS.
Bukti yang tersedia mendukung peran luas kilang independen China dan armada bayangan, tetapi belum memverifikasi secara spesifik pengiriman Seeker 8 atau menghitung total pembelian minyak Iran oleh Hengli.
What did the Wall Street Journal investigation reveal about Hengli Group’s role in financing Iran’s sanctioned oil trade—including its scaleHengli’s Dalian refinery became a major target of the U.S. campaign against Iran’s oil trade.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What did the Wall Street Journal investigation reveal about Hengli Group’s role in financing Iran’s sanctioned oil trade—including its scale. Article summary: The investigation’s central finding is that Hengli Group became a major alleged financial conduit for Iran’s sanctioned crude exports through its Dalian refining business—an accusation Hengli denies. It illustrates how C. Topic tags: general, news, government, general web. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with
openai.com
Kasus Hengli sebaiknya dipahami sebagai tuduhan terhadap satu pembeli besar dalam sistem perdagangan yang jauh lebih luas—bukan bukti bahwa seluruh Hengli Group membiayai perdagangan minyak Iran.
Pada 24 April 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co. Pemerintah AS menuduh perusahaan itu membeli minyak bumi Iran senilai miliaran dolar. Hengli membantah pernah berbisnis dengan Iran dan mengatakan para pemasoknya telah menjamin bahwa minyak mentah yang dibeli bukan berasal dari Iran.
Peristiwa ini memperlihatkan jangkauan sekaligus keterbatasan strategi sanksi Washington. Sanksi dapat menaikkan biaya, mengganggu operasi, dan menekan perusahaan tertentu. Namun, dampaknya lebih sulit menjadi penentu ketika kilang independen China, jaringan pelayaran yang sulit dilacak, serta jalur pembayaran di luar dolar masih menyediakan pembeli dan rute transaksi bagi minyak Iran.
Tuduhan Amerika Serikat terhadap Hengli
Kilang Hengli di Dalian merupakan fasilitas industri besar dengan kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari. Reuters menyebutnya sebagai kilang China terbesar yang secara khusus menjadi sasaran sanksi AS pada saat itu.
Dalam penetapannya, Departemen Keuangan AS mengategorikan Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery sebagai kilang independen China, yang kerap disebut kilang “teapot”. Washington menuduh Hengli sebagai salah satu pelanggan terbesar Iran untuk minyak mentah dan produk minyak lainnya. Departemen Keuangan AS mengatakan Hengli telah membeli minyak bumi Iran senilai miliaran dolar dan menerima kargo dari kapal-kapal armada bayangan yang telah dikenai sanksi setidaknya sejak 2023.
Namun, semua itu merupakan tuduhan pemerintah AS, bukan temuan yang diterima tanpa bantahan. Perusahaan induk Hengli menolak tuduhan tersebut, menyatakan tidak pernah berdagang dengan Iran, dan mengatakan akan berupaya mencabut sanksi itu.
Mengapa kilang “teapot” China penting?
Istilah “teapot” lazim digunakan untuk menyebut kilang minyak independen di China. Berbeda dari perusahaan minyak terbesar yang terhubung dengan negara, bisnis yang dikelola secara swasta ini dapat menjadi pembeli penting minyak mentah bersanksi yang dijual dengan harga diskon.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa kilang independen China membeli hampir seluruh minyak yang diekspor Iran. Karena itu, kilang-kilang tersebut menjadi sumber pendapatan penting bagi Teheran.
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Kasus Hengli Mengungkap Batas Sanksi AS terhadap Perdagangan Minyak Iran"?
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar.
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Pada 24 April 2026, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery karena dituduh membeli minyak dan produk minyak Iran senilai miliaran dolar. Kilang Hengli di Dalian memiliki kapasitas pengolahan 400.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya salah satu kilang China terbesar yang menjadi sasaran sanksi AS.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Bukti yang tersedia mendukung peran luas kilang independen China dan armada bayangan, tetapi belum memverifikasi secara spesifik pengiriman Seeker 8 atau menghitung total pembelian minyak Iran oleh Hengli.
Pentingnya Hengli bukan hanya terletak pada kapasitas kilang Dalian. Dugaan pembeliannya menghubungkan sebuah fasilitas pengolahan berskala besar dengan ekosistem yang sudah terbentuk: minyak mentah Iran dijual kepada pembeli China yang bersedia, sementara perusahaan dan kapal yang terlibat menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
Langkah Departemen Keuangan AS juga diarahkan pada ekosistem tersebut, bukan hanya pada satu kilang. Dalam pengumumannya, Washington mengatakan kilang independen China terus memainkan peran penting dalam menopang perekonomian minyak Iran dan menyebut Hengli sebagai salah satu pelanggan terbesar Iran.
Cara kerja armada bayangan
Perdagangan ini bergantung pada model armada bayangan—jaringan pengiriman yang dirancang untuk menyulitkan pelacakan asal kargo. Laporan mengenai jaringan tersebut menyebut penggunaan kapal tua atau dengan kepemilikan yang tidak transparan, pemindahan muatan antarkapal di laut, serta upaya menyamarkan identitas kapal dan asal minyak.
Dalam salah satu laporan Journal, wartawan menyaksikan kapal tanker Catalina 7—yang telah dikenai sanksi AS karena mengangkut minyak mentah Iran—memindahkan minyak melalui selang besar ke kapal lain. Nama kapal penerima ditutupi cat hitam.
Pola ini menciptakan sejumlah lapisan antara produsen dan kilang tujuan. Kargo dapat dipindahkan di tengah laut, data pelacakan bisa tidak lengkap atau tidak dapat diandalkan, dan minyak dapat diberi label baru sebelum tiba di pembeli. Sanksi terhadap kapal atau perusahaan tertentu bisa mengeluarkan sebagian pelaku dari sistem, tetapi belum tentu menghapus kapasitas pengiriman yang menopang perdagangan tersebut.
Adapun pengiriman Seeker 8 yang disebut dalam permintaan awal perlu diperlakukan secara hati-hati. Bukti yang tersedia tidak menetapkan tanggal, volume kargo, rute, atau hubungan terverifikasi antara pengiriman itu dan Hengli. Karena itu, episode tersebut tidak dapat disajikan sebagai bagian investigasi yang telah dikonfirmasi.
Dampak sanksi dan respons Hengli
Sanksi April 2026 dikenakan terhadap anak usaha pengolahan Hengli di Dalian, bukan terhadap seluruh bisnis yang dijalankan Hengli Group. Laporan awal menyebut bisnis Hengli lainnya tidak ikut dikenai sanksi.
Meski demikian, keputusan tersebut menimbulkan tekanan komersial langsung. Reuters melaporkan bahwa sanksi memaksa unit perdagangan Hengli di Singapura untuk tutup. Reuters juga menyebut perusahaan mulai mengalihkan sumber minyak mentahnya ke pemasok alternatif—sebuah langkah yang menunjukkan penyesuaian rantai pasokan, bukan berhentinya seluruh operasi grup.
Perbedaan ini penting. Sanksi dapat membatasi akses entitas yang ditetapkan terhadap perbankan, asuransi, hubungan dagang, dan layanan internasional. Sanksi juga dapat membuat rantai pasokan kilang menjadi lebih mahal dan rumit.
Namun, perubahan pemasok tidak membuktikan bahwa minyak Iran telah hilang dari pasar. Selama masih ada pembeli dan perantara lain, perdagangan tersebut tetap dapat berlanjut melalui jalur berbeda.
Penolakan Beijing dan peran yuan
Beijing menentang sanksi sepihak Amerika Serikat dan mendorong penggunaan yuan yang lebih luas dalam perdagangan minyak serta transaksi internasional lainnya. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Hengli mengatakan pembelian minyaknya di masa depan akan diselesaikan dalam yuan, bukan dolar AS—mata uang yang mendominasi pasar minyak global.
Perkembangan ini penting karena sebagian besar daya tekan Washington berasal dari sistem keuangan global yang berpusat pada dolar. Jika transaksi dilakukan melalui mitra China dan dibayar dalam yuan, kemampuan Amerika Serikat untuk memblokir setiap pembayaran atau mencegah setiap pelaku hanya melalui akses ke sistem kliring dolar dapat berkurang.
Namun, sikap China tidak membuat setiap transaksi minyak Iran otomatis sah menurut aturan AS. Pembayaran dalam yuan juga tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu kargo berasal dari Iran. Meski demikian, penggunaan yuan dapat mengurangi efektivitas strategi sanksi yang mengandalkan isolasi Iran dari jalur keuangan dan perdagangan utama.
Apa yang ditunjukkan kasus Hengli?
Kasus ini mendukung tiga kesimpulan utama:
Sanksi dapat menargetkan simpul besar tanpa membongkar seluruh jaringan. Kilang Hengli diduga merupakan salah satu pembeli besar, tetapi pasar yang lebih luas mencakup kilang “teapot”, kapal, dan perantara lain.
Penyamaran meningkatkan beban penegakan sanksi. Pemindahan muatan antarkapal, identitas kapal yang disembunyikan, dan kepemilikan yang tidak transparan membuat asal kargo serta identitas pembeli akhir lebih sulit dibuktikan.
Sistem pembayaran alternatif dapat mengurangi tekanan finansial. Penggunaan yuan yang lebih besar memberi Iran dan mitra dagangnya cara untuk mengurangi ketergantungan pada sistem berbasis dolar.
Bahan yang tersedia belum menetapkan secara pasti porsi Hengli terhadap total ekspor minyak Iran, volume minyak Iran yang terverifikasi masuk ke Dalian, rincian pengiriman Seeker 8, maupun dampak perubahan permintaan minyak global terhadap pendapatan ekspor Iran di masa depan. Data tersebut memerlukan laporan investigasi lengkap serta catatan pelayaran, kepabeanan, dan keuangan yang mendasarinya.
Kesimpulan yang paling kuat dan dapat dipertanggungjawabkan lebih terbatas: tindakan Amerika Serikat mengungkap seorang pembeli besar yang dituduh terkait minyak Iran dan menimbulkan biaya nyata bagi Hengli. Namun, sanksi itu belum menghapus permintaan China serta sistem logistik yang lebih luas—sistem yang selama ini memungkinkan minyak Iran tetap mencapai pasar.
wsj.comChina's 'Teapot' Refiners, Targeted by U.S., Offer Financial ...
Pentingnya Hengli bukan hanya terletak pada kapasitas kilang Dalian. Dugaan pembeliannya menghubungkan sebuah fasilitas pengolahan berskala besar dengan ekosistem yang sudah terbentuk: minyak mentah Iran dijual kepada pembeli China yang bersedia, sementara perusahaan dan kapal yang terlibat menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
Langkah Departemen Keuangan AS juga diarahkan pada ekosistem tersebut, bukan hanya pada satu kilang. Dalam pengumumannya, Washington mengatakan kilang independen China terus memainkan peran penting dalam menopang perekonomian minyak Iran dan menyebut Hengli sebagai salah satu pelanggan terbesar Iran.
Cara kerja armada bayangan
Perdagangan ini bergantung pada model armada bayangan—jaringan pengiriman yang dirancang untuk menyulitkan pelacakan asal kargo. Laporan mengenai jaringan tersebut menyebut penggunaan kapal tua atau dengan kepemilikan yang tidak transparan, pemindahan muatan antarkapal di laut, serta upaya menyamarkan identitas kapal dan asal minyak.
Dalam salah satu laporan Journal, wartawan menyaksikan kapal tanker Catalina 7—yang telah dikenai sanksi AS karena mengangkut minyak mentah Iran—memindahkan minyak melalui selang besar ke kapal lain. Nama kapal penerima ditutupi cat hitam.
Pola ini menciptakan sejumlah lapisan antara produsen dan kilang tujuan. Kargo dapat dipindahkan di tengah laut, data pelacakan bisa tidak lengkap atau tidak dapat diandalkan, dan minyak dapat diberi label baru sebelum tiba di pembeli. Sanksi terhadap kapal atau perusahaan tertentu bisa mengeluarkan sebagian pelaku dari sistem, tetapi belum tentu menghapus kapasitas pengiriman yang menopang perdagangan tersebut.
Adapun pengiriman Seeker 8 yang disebut dalam permintaan awal perlu diperlakukan secara hati-hati. Bukti yang tersedia tidak menetapkan tanggal, volume kargo, rute, atau hubungan terverifikasi antara pengiriman itu dan Hengli. Karena itu, episode tersebut tidak dapat disajikan sebagai bagian investigasi yang telah dikonfirmasi.
Dampak sanksi dan respons Hengli
Sanksi April 2026 dikenakan terhadap anak usaha pengolahan Hengli di Dalian, bukan terhadap seluruh bisnis yang dijalankan Hengli Group. Laporan awal menyebut bisnis Hengli lainnya tidak ikut dikenai sanksi.
Meski demikian, keputusan tersebut menimbulkan tekanan komersial langsung. Reuters melaporkan bahwa sanksi memaksa unit perdagangan Hengli di Singapura untuk tutup. Reuters juga menyebut perusahaan mulai mengalihkan sumber minyak mentahnya ke pemasok alternatif—sebuah langkah yang menunjukkan penyesuaian rantai pasokan, bukan berhentinya seluruh operasi grup.
Perbedaan ini penting. Sanksi dapat membatasi akses entitas yang ditetapkan terhadap perbankan, asuransi, hubungan dagang, dan layanan internasional. Sanksi juga dapat membuat rantai pasokan kilang menjadi lebih mahal dan rumit.
Namun, perubahan pemasok tidak membuktikan bahwa minyak Iran telah hilang dari pasar. Selama masih ada pembeli dan perantara lain, perdagangan tersebut tetap dapat berlanjut melalui jalur berbeda.
Penolakan Beijing dan peran yuan
Beijing menentang sanksi sepihak Amerika Serikat dan mendorong penggunaan yuan yang lebih luas dalam perdagangan minyak serta transaksi internasional lainnya. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Hengli mengatakan pembelian minyaknya di masa depan akan diselesaikan dalam yuan, bukan dolar AS—mata uang yang mendominasi pasar minyak global.
Perkembangan ini penting karena sebagian besar daya tekan Washington berasal dari sistem keuangan global yang berpusat pada dolar. Jika transaksi dilakukan melalui mitra China dan dibayar dalam yuan, kemampuan Amerika Serikat untuk memblokir setiap pembayaran atau mencegah setiap pelaku hanya melalui akses ke sistem kliring dolar dapat berkurang.
Namun, sikap China tidak membuat setiap transaksi minyak Iran otomatis sah menurut aturan AS. Pembayaran dalam yuan juga tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu kargo berasal dari Iran. Meski demikian, penggunaan yuan dapat mengurangi efektivitas strategi sanksi yang mengandalkan isolasi Iran dari jalur keuangan dan perdagangan utama.
Apa yang ditunjukkan kasus Hengli?
Kasus ini mendukung tiga kesimpulan utama:
Sanksi dapat menargetkan simpul besar tanpa membongkar seluruh jaringan. Kilang Hengli diduga merupakan salah satu pembeli besar, tetapi pasar yang lebih luas mencakup kilang “teapot”, kapal, dan perantara lain.
Penyamaran meningkatkan beban penegakan sanksi. Pemindahan muatan antarkapal, identitas kapal yang disembunyikan, dan kepemilikan yang tidak transparan membuat asal kargo serta identitas pembeli akhir lebih sulit dibuktikan.
Sistem pembayaran alternatif dapat mengurangi tekanan finansial. Penggunaan yuan yang lebih besar memberi Iran dan mitra dagangnya cara untuk mengurangi ketergantungan pada sistem berbasis dolar.
Bahan yang tersedia belum menetapkan secara pasti porsi Hengli terhadap total ekspor minyak Iran, volume minyak Iran yang terverifikasi masuk ke Dalian, rincian pengiriman Seeker 8, maupun dampak perubahan permintaan minyak global terhadap pendapatan ekspor Iran di masa depan. Data tersebut memerlukan laporan investigasi lengkap serta catatan pelayaran, kepabeanan, dan keuangan yang mendasarinya.
Kesimpulan yang paling kuat dan dapat dipertanggungjawabkan lebih terbatas: tindakan Amerika Serikat mengungkap seorang pembeli besar yang dituduh terkait minyak Iran dan menimbulkan biaya nyata bagi Hengli. Namun, sanksi itu belum menghapus permintaan China serta sistem logistik yang lebih luas—sistem yang selama ini memungkinkan minyak Iran tetap mencapai pasar.
wsj.comChina's 'Teapot' Refiners, Targeted by U.S., Offer Financial ...