Thrive Holdings adalah perusahaan induk yang berfokus pada AI, didirikan pada tahun 2025 oleh Josh Kushner—yang juga mendirikan Thrive Capital . Modelnya mirip "private equity" untuk bisnis jasa tradisional: ia membeli perusahaan di sektor yang terfragmentasi, lalu membenahi alur kerja inti mereka dengan agen AI buatan sendiri yang dibangun di atas teknologi OpenAI
. OpenAI sendiri memegang saham di Thrive Holdings sejak Desember 2025 dan menyediakan peneliti serta sumber daya teknis khusus untuk mempercepat adopsi AI di dalam perusahaan yang diakuisisi
.
Alih-alih menjual perangkat lunak AI dengan sistem langganan, Thrive memiliki bisnis tersebut sepenuhnya dan menjalankannya sebagai jaringan terpadu . Saat ini ia mengelola dua platform utama:
Current (Akuntansi): Lebih dari 50 firma akuntansi dan lebih dari 2.000 profesional yang tersebar di lebih dari 50 entitas hukum .
Strategi ini memiliki kredibilitas berkat hasil yang terukur:
Current – TaxAI:
Shield – Help Desk AI:
Metrik yang dilaporkan—akurasi 98% pada 7.000+ SPT pajak dan percepatan help desk 36x—menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas itu nyata, bukan sekadar wacana .
Sebagian dari dana baru ini akan digunakan untuk membangun platform ketiga yang berfokus pada layanan regulasi untuk lingkungan binaan (built environment) . Divisi ini akan menyasar pekerjaan perizinan, pelacakan kepatuhan, dokumentasi inspeksi, dan sertifikasi yang diperlukan untuk menyetujui, membangun, dan memelihara aset infrastruktur fisik
.
Thrive telah mengidentifikasi aplikasi awal di sektor:
Logikanya sama seperti di akuntansi dan IT: beli perusahaan yang sudah menangani pekerjaan regulasi ini, lalu otomatisasi proses inti mereka dengan agen AI untuk memangkas waktu dan meningkatkan akurasi . Pendiri Anuj Mehndiratta dan Kareem Zaki menekankan bahwa proyek infrastruktur sering terhambat oleh kompleksitas regulasi dan teknis, dan AI dapat membantu proses manual seperti riset, pelaporan, penyusunan izin, dan pelacakan kepatuhan
.
Model Thrife Holdings mewakili kategori baru dalam penerapan AI: memiliki bisnisnya, bukan sekadar menjual lisensi perangkat lunak. Dengan menanamkan AI secara langsung ke dalam perusahaan jasa yang diakuisisi, Thrive bisa menangkap seluruh peningkatan margin dari otomatisasi, bukan sekadar menjual alat . Keterlibatan SoftBank, D1 Capital, dan Altimeter Capital menandakan bahwa investor institusi melihat pendekatan "beli dan ubah dengan AI" ini bisa diskalakan—bukan hanya di akuntansi dan IT, tetapi juga ke pasar perusahaan dan infrastruktur yang lebih luas
.
Total dana yang terkumpul sejak awal kini melampaui Rp46 triliun (US$3 miliar), memberi Thrive sumber daya untuk memperluas platform yang sudah ada sekaligus membangun divisi infrastruktur regulasi yang baru .