Hanya 0,2% perusahaan di zona euro yang menjual barang/jasa secara online menerima aset crypto atau stablecoin. Sebagai perbandingan, 82% penjual online menerima kartu pembayaran dan 74% menerima transfer kredit [1][2].
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: According to the ECB survey published on August 13, 2026, what share of euro area online sellers accept crypto assets, how does that compare. Article summary: Based on the ECB's survey on the use of cash by companies, published on August 13, 2026, here are the key findings that address each of your questions.. Topic tags: general web, workflow, security, regulation, ux. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnai
Bank Sentral Eropa (ECB) baru saja merilis survei terbaru tentang penggunaan uang tunai oleh perusahaan pada 13 Agustus 2026. Hasilnya? Meski crypto dan digital euro jadi perbincangan hangat, kenyataan di lapangan menunjukkan adopsi aset digital sebagai alat bayar masih sangat kecil.
Dari survei yang menjangkau 8.205 perusahaan di 21 negara zona euro ini, fakta utamanya adalah:
Angka 0,2% ini menunjukkan betapa kecilnya minat pedagang terhadap crypto, yang menyoroti hambatan seperti volatilitas harga, biaya transaksi, dan kurangnya kepercayaan.
Survei ECB memang memiliki bagian khusus yang membahas "Kriteria untuk Menerima Alat Pembayaran" (seperti biaya, kecepatan, keamanan, dan permintaan pelanggan). Namun, rincian spesifik dari bagian tersebut tidak tersedia dalam cuplikan yang dirilis .
Perlu dicatat juga beberapa keterbatasan survei terkait pengukuran crypto :
Data ini menjadi pijakan penting bagi inisiatif besar ECB lainnya: Digital Euro. Jika crypto pasar bebas nyaris tidak digunakan, ECB justru merancang mata uang digital bank sentral (CBDC) sendiri .
Pada Juli 2026, ECB telah memilih 36 penyedia jasa pembayaran (termasuk raksasa seperti Deutsche Bank, Revolut, dan Adyen) untuk berpartisipasi dalam uji coba digital euro . Uji coba ini akan berlangsung selama 12 bulan mulai paruh kedua 2027, dengan tujuan menguji fungsionalitas teknis, proses operasional, dan pengalaman pengguna
.
Digital euro berbeda dengan crypto karena merupakan uang digital yang diterbitkan dan dijamin oleh bank sentral, bukan aset yang nilainya fluktuatif. Dengan angka penerimaan crypto yang sangat rendah, ECB berharap digital euro bisa mengisi celah sebagai alat pembayaran digital yang stabil, murah, dan dapat diterima secara universal, mirip seperti kartu dan transfer bank yang sudah dominan saat ini.
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Hanya 0,2% perusahaan di zona euro yang menjual barang/jasa secara online menerima aset crypto atau stablecoin.
Hanya 0,2% perusahaan di zona euro yang menjual barang/jasa secara online menerima aset crypto atau stablecoin. Sebagai perbandingan, 82% penjual online menerima kartu pembayaran dan 74% menerima transfer kredit [1][2].
Penerimaan pembayaran mobile di toko fisik melonjak dari 36% (2024) menjadi 68% (2026) [1].