Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional langsung bereaksi. Pada 8 Agustus, mereka melancarkan serangan balik dengan drone dan artileri yang menyasar posisi-posisi Houthi di sejumlah provinsi, termasuk Hajjah, Hodeidah, Al-Bayda, dan Al-Jawf, demikian pernyataan militer Yaman .
Pertempuran terus berlanjut hingga pertengahan Agustus. Serangan drone Houthi menghantam wilayah kekuasaan pemerintah di Aden, Mocha, dan Shabwa, menewaskan sedikitnya dua tentara pada 11 Agustus . Bentrokan pada malam 13 Agustus kembali menewaskan satu tentara pemerintah dan melukai kritis satu lainnya di wilayah tengah dan selatan Yaman . Utusan Khusus PBB pun memperingatkan bahwa Yaman kini menghadapi risiko terbesar untuk kembali ke perang saudara skala penuh sejak gencatan senjata April 2022 .
Houthi secara sistematis menargetkan Pelabuhan Mocha yang sangat strategis di pesisir Laut Merah. Pada 9 Agustus, gelombang serangan rudal dan drone menewaskan sedikitnya 11 orang dan juga menyasar kilang minyak milik Saudi Aramco di Jazan, Arab Saudi .
Sepanjang periode 9-15 Agustus, Houthi menghantam Mocha dengan lebih dari 25 rudal. Total korban jiwa mencapai sedikitnya tujuh orang, sementara kerugian material langsung diperkirakan mencapai USD 16 juta . Direktur pelabuhan, Abdulmalik al-Sharabi, pada 15 Agustus mengumumkan penghentian seluruh operasi komersial dan maritim .
Serangan rudal balistik tambahan pada 14 Agustus menewaskan sedikitnya empat warga sipil , dan enam lainnya pada 15 Agustus , menunjukkan betapa brutalnya kampanye ini.
Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden, Rashad al-Alimi, mengambil sikap yang semakin tidak kenal kompromi. Pada 21 Juli, ia menyatakan "waktunya telah tiba untuk mengakhiri penderitaan yang disebabkan oleh milisi teroris Houthi" dan menyerukan rakyat Yaman untuk bersatu di belakang negara serta mendukung angkatan bersenjata .
Dalam pertemuan dengan para duta besar di Riyadh pada 11 Agustus, al-Alimi menegaskan bahwa serangan Houthi "tidak akan dibiarkan tanpa jawaban". Ia mendesak komunitas internasional untuk bersikap tegas, dengan argumen bahwa perdamaian tidak akan tercapai selama Houthi masih dipersenjatai .
Puncaknya, pada 13 Agustus, al-Alimi secara eksplisit menolak gencatan senjata baru. "Kami tidak menginginkan gencatan senjata baru yang hanya mengulangi pengalaman pahit sebelumnya," tegasnya . Pada 15 Agustus, ia mendesak Houthi untuk meletakkan senjata dan beralih menjadi partai politik. Pemerintah, katanya, menginginkan "perdamaian permanen, bukan gencatan senjata sementara lagi" dan mendambakan penyelesaian yang berlandaskan monopoli senjata oleh negara .
Pada 20 Juli, Houthi mendeklarasikan "blokade maritim total" dan "embargo angkatan laut" terhadap Arab Saudi. Mereka mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb untuk semua pelayaran yang terkait dengan Saudi sebagai balasan atas blokade koalisi pimpinan Saudi terhadap pelabuhan yang dikuasai Houthi . Koalisi pimpinan Saudi menyebut langkah ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan tindakan pembajakan laut .
Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) pada 22 Juli memperingatkan bahwa militan Houthi telah mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb dan siap menyerang kapal-kapal di Laut Merah bagian selatan .
Pada 6 Agustus, Houthi mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker Saudi dengan rudal. Data pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb mengalami penurunan signifikan . Dua hari kemudian, pada 9 Agustus, Houthi menyerang kilang minyak Saudi Aramco di Jazan di pesisir Laut Merah Arab Saudi. Ini adalah serangan lintas batas langsung ke infrastruktur energi vital Saudi .
Banyak analis memperingatkan bahwa ancaman Houthi untuk memblokade Arab Saudi dan menargetkan pelayaran melalui Bab al-Mandeb—salah satu titik tersumbat maritim paling kritis di dunia—berpotensi memperluas konflik regional dan semakin mengganggu pasokan minyak global serta perdagangan internasional .
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional langsung bereaksi. Pada 8 Agustus, mereka melancarkan serangan balik dengan drone dan artileri yang menyasar posisi-posisi Houthi di sejumlah provinsi, termasuk Hajjah, Hodeidah, Al-Bayda, dan Al-Jawf, demikian pernyataan militer Yaman .
Pertempuran terus berlanjut hingga pertengahan Agustus. Serangan drone Houthi menghantam wilayah kekuasaan pemerintah di Aden, Mocha, dan Shabwa, menewaskan sedikitnya dua tentara pada 11 Agustus . Bentrokan pada malam 13 Agustus kembali menewaskan satu tentara pemerintah dan melukai kritis satu lainnya di wilayah tengah dan selatan Yaman . Utusan Khusus PBB pun memperingatkan bahwa Yaman kini menghadapi risiko terbesar untuk kembali ke perang saudara skala penuh sejak gencatan senjata April 2022 .
Houthi secara sistematis menargetkan Pelabuhan Mocha yang sangat strategis di pesisir Laut Merah. Pada 9 Agustus, gelombang serangan rudal dan drone menewaskan sedikitnya 11 orang dan juga menyasar kilang minyak milik Saudi Aramco di Jazan, Arab Saudi .
Sepanjang periode 9-15 Agustus, Houthi menghantam Mocha dengan lebih dari 25 rudal. Total korban jiwa mencapai sedikitnya tujuh orang, sementara kerugian material langsung diperkirakan mencapai USD 16 juta . Direktur pelabuhan, Abdulmalik al-Sharabi, pada 15 Agustus mengumumkan penghentian seluruh operasi komersial dan maritim .
Serangan rudal balistik tambahan pada 14 Agustus menewaskan sedikitnya empat warga sipil , dan enam lainnya pada 15 Agustus , menunjukkan betapa brutalnya kampanye ini.
Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden, Rashad al-Alimi, mengambil sikap yang semakin tidak kenal kompromi. Pada 21 Juli, ia menyatakan "waktunya telah tiba untuk mengakhiri penderitaan yang disebabkan oleh milisi teroris Houthi" dan menyerukan rakyat Yaman untuk bersatu di belakang negara serta mendukung angkatan bersenjata .
Dalam pertemuan dengan para duta besar di Riyadh pada 11 Agustus, al-Alimi menegaskan bahwa serangan Houthi "tidak akan dibiarkan tanpa jawaban". Ia mendesak komunitas internasional untuk bersikap tegas, dengan argumen bahwa perdamaian tidak akan tercapai selama Houthi masih dipersenjatai .
Puncaknya, pada 13 Agustus, al-Alimi secara eksplisit menolak gencatan senjata baru. "Kami tidak menginginkan gencatan senjata baru yang hanya mengulangi pengalaman pahit sebelumnya," tegasnya . Pada 15 Agustus, ia mendesak Houthi untuk meletakkan senjata dan beralih menjadi partai politik. Pemerintah, katanya, menginginkan "perdamaian permanen, bukan gencatan senjata sementara lagi" dan mendambakan penyelesaian yang berlandaskan monopoli senjata oleh negara .
Pada 20 Juli, Houthi mendeklarasikan "blokade maritim total" dan "embargo angkatan laut" terhadap Arab Saudi. Mereka mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb untuk semua pelayaran yang terkait dengan Saudi sebagai balasan atas blokade koalisi pimpinan Saudi terhadap pelabuhan yang dikuasai Houthi . Koalisi pimpinan Saudi menyebut langkah ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan tindakan pembajakan laut .
Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) pada 22 Juli memperingatkan bahwa militan Houthi telah mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb dan siap menyerang kapal-kapal di Laut Merah bagian selatan .
Pada 6 Agustus, Houthi mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker Saudi dengan rudal. Data pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb mengalami penurunan signifikan . Dua hari kemudian, pada 9 Agustus, Houthi menyerang kilang minyak Saudi Aramco di Jazan di pesisir Laut Merah Arab Saudi. Ini adalah serangan lintas batas langsung ke infrastruktur energi vital Saudi .
Banyak analis memperingatkan bahwa ancaman Houthi untuk memblokade Arab Saudi dan menargetkan pelayaran melalui Bab al-Mandeb—salah satu titik tersumbat maritim paling kritis di dunia—berpotensi memperluas konflik regional dan semakin mengganggu pasokan minyak global serta perdagangan internasional .