Ekspansi Militer Israel di Suriah Selatan: Serangan Darat, Retorika Perang, dan Sinyal Pengekangan AS
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa... Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan lantang menyebut perang dengan Suriah sebagai 'ke...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa...
Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan lantang menyebut perang dengan Suriah sebagai 'kepastian mutlak', menggambarkan Suriah sebagai 'Gaza versi steroid' dan menuding Ankara serta Damaskus sebagai ancaman baru.
Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung, kini mulai menahan laju militer Israel di Suriah: meminta penarikan pasukan hingga memveto permintaan serangan Israel untuk pertama kalinya pada Agustus 2026.
What recent Israeli military operations in southern Syria have occurred, including ground incursions and airstrikes near Daraa and Quneitra,Israeli military presence in southern Syria has expanded significantly since the fall of the Assad regime in December 2024.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What recent Israeli military operations in southern Syria have occurred, including ground incursions and airstrikes near Daraa and Quneitra,. Article summary: Here is a concise breakdown of the three developments you asked about.. Topic tags: general, general web, user generated, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual eviden
openai.com
Dalam beberapa bulan sejak runtuhnya rezim Assad pada Desember 2024, Israel secara dramatis meningkatkan operasi militernya di Suriah selatan. Serangan darat, pendirian pos-pos militer, dan penahanan warga sipil menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terjadi. Di saat yang sama, seorang menteri senior Israel secara terbuka menyatakan bahwa perang dengan Suriah tidak terhindarkan, sementara Amerika Serikat mulai bergerak untuk mengekang kebebasan militer Israel di negara tersebut.
Serangan Darat Israel di Suriah Selatan
Aktivitas militer Israel yang paling intens terkonsentrasi di provinsi Daraa dan Quneitra di Suriah selatan, yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Pendudukan zona demiliterisasi: Israel memindahkan pasukannya ke zona penyangga yang diawasi PBB, mendirikan sembilan pos militer yang membentang dari Gunung Hermon, melalui kota Quneitra, hingga bagian barat Daraa .
Eskalasi Juni 2026: Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mencatat ratusan operasi Israel di Suriah selatan pada paruh pertama 2026, dengan puncak 78 operasi pada Mei 2026 .
Puncak dalam satu hari: Pada 19 Juli 2026, pasukan Israel melakukan tujuh serangan darat dan dua serangan di Daraa dan Quneitra dalam 24 jam, disertai penerbangan pesawat nirawak dan helikopter yang intensif .
Penggerebekan berulang: Pada 25 Juli 2026, pasukan Israel melakukan enam serangan darat ke Daraa dan Quneitra, termasuk penggerebekan rumah, pendirian pos pemeriksaan sementara, dan interogasi warga sipil . Serangan serupa pada 5, 13, dan 14 Agustus 2026 melibatkan desa Mariya, area Wadi al-Raqad, dan lokasi-lokasi lainnya .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Ekspansi Militer Israel di Suriah Selatan: Serangan Darat, Retorika Perang, dan Sinyal Pengekangan AS"?
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa...
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa... Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan lantang menyebut perang dengan Suriah sebagai 'kepastian mutlak', menggambarkan Suriah sebagai 'Gaza versi steroid' dan menuding Ankara serta Damaskus sebagai ancaman baru.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung, kini mulai menahan laju militer Israel di Suriah: meminta penarikan pasukan hingga memveto permintaan serangan Israel untuk pertama kalinya pada Agustus 2026.
Ekspansi Militer Israel di Suriah Selatan: Serangan Darat, Retorika Perang, dan Sinyal Pengekangan AS
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa... Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan lantang menyebut perang dengan Suriah sebagai 'ke...
Diterbitkan olehDiedit dengan DeepSeek-V4-FlashGambar dibuat dengan GPT Image 1.5
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa...
Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan lantang menyebut perang dengan Suriah sebagai 'kepastian mutlak', menggambarkan Suriah sebagai 'Gaza versi steroid' dan menuding Ankara serta Damaskus sebagai ancaman baru.
Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung, kini mulai menahan laju militer Israel di Suriah: meminta penarikan pasukan hingga memveto permintaan serangan Israel untuk pertama kalinya pada Agustus 2026.
What recent Israeli military operations in southern Syria have occurred, including ground incursions and airstrikes near Daraa and Quneitra,Israeli military presence in southern Syria has expanded significantly since the fall of the Assad regime in December 2024.
AI Perintah
Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What recent Israeli military operations in southern Syria have occurred, including ground incursions and airstrikes near Daraa and Quneitra,. Article summary: Here is a concise breakdown of the three developments you asked about.. Topic tags: general, general web, user generated, government, news. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, watermarks, charts with fake numbers, clickbait thumbnails, icons, and tiny thumbnail layouts. Make it useful as an illustrative visual, not as factual eviden
openai.com
Dalam beberapa bulan sejak runtuhnya rezim Assad pada Desember 2024, Israel secara dramatis meningkatkan operasi militernya di Suriah selatan. Serangan darat, pendirian pos-pos militer, dan penahanan warga sipil menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terjadi. Di saat yang sama, seorang menteri senior Israel secara terbuka menyatakan bahwa perang dengan Suriah tidak terhindarkan, sementara Amerika Serikat mulai bergerak untuk mengekang kebebasan militer Israel di negara tersebut.
Serangan Darat Israel di Suriah Selatan
Aktivitas militer Israel yang paling intens terkonsentrasi di provinsi Daraa dan Quneitra di Suriah selatan, yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Pendudukan zona demiliterisasi: Israel memindahkan pasukannya ke zona penyangga yang diawasi PBB, mendirikan sembilan pos militer yang membentang dari Gunung Hermon, melalui kota Quneitra, hingga bagian barat Daraa .
Eskalasi Juni 2026: Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mencatat ratusan operasi Israel di Suriah selatan pada paruh pertama 2026, dengan puncak 78 operasi pada Mei 2026 .
Puncak dalam satu hari: Pada 19 Juli 2026, pasukan Israel melakukan tujuh serangan darat dan dua serangan di Daraa dan Quneitra dalam 24 jam, disertai penerbangan pesawat nirawak dan helikopter yang intensif .
Penggerebekan berulang: Pada 25 Juli 2026, pasukan Israel melakukan enam serangan darat ke Daraa dan Quneitra, termasuk penggerebekan rumah, pendirian pos pemeriksaan sementara, dan interogasi warga sipil . Serangan serupa pada 5, 13, dan 14 Agustus 2026 melibatkan desa Mariya, area Wadi al-Raqad, dan lokasi-lokasi lainnya .
Studio Global AI
Lanjutkan penelitian Anda
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Apa jawaban singkat untuk "Ekspansi Militer Israel di Suriah Selatan: Serangan Darat, Retorika Perang, dan Sinyal Pengekangan AS"?
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa...
Apa poin penting yang harus divalidasi terlebih dahulu?
Sejak Desember 2024, Israel telah melakukan ratusan serangan darat ke Suriah selatan, mendirikan sembilan pos militer di zona demiliterisasi yang diawasi PBB, dan hampir setiap hari merazia rumah rumah warga di Daraa... Menteri Diaspora Israel, Amichai Chikli, dengan lantang menyebut perang dengan Suriah sebagai 'kepastian mutlak', menggambarkan Suriah sebagai 'Gaza versi steroid' dan menuding Ankara serta Damaskus sebagai ancaman baru.
Apa yang harus saya lakukan selanjutnya dalam latihan?
Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung, kini mulai menahan laju militer Israel di Suriah: meminta penarikan pasukan hingga memveto permintaan serangan Israel untuk pertama kalinya pada Agustus 2026.
Pendirian pos pemeriksaan: Pada 2 Agustus 2026, pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan sementara di sepanjang jalan Al-Hiran–Al-Rafid di Quneitra selatan, menghentikan dan menggeledah warga sipil .
Selama paruh pertama 2026, SOHR melaporkan 384 operasi militer Israel di Suriah selatan, termasuk serangan darat, penggerebekan, aktivitas pembersihan lahan, dan penahanan warga sipil . Laporan terpisah dari Pusat Sijil Suriah mencatat setidaknya 1.672 pelanggaran Israel di dalam wilayah Suriah antara Agustus 2025 dan Mei 2026 .
Retorika Menteri Amichai Chikli yang Makin Keras
Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, menjadi pejabat Israel yang paling vokal mengenai prospek perang yang lebih luas dengan Suriah.
Desember 2025: 'Perang tidak terhindarkan' — Setelah muncul rekaman tentara Suriah meneriakkan slogan pro-Gaza dalam parade militer yang menandai satu tahun jatuhnya Assad, Chikli memposting di X: "War is inevitable" (Perang tidak terhindarkan) . Dia mengatakan kepada media di Yerusalem bahwa rekaman itu menunjukkan munculnya "sebuah negara jihad dan tentara jihad" di Damaskus .
Juni 2026: 'Cepat atau lambat' — Dalam serangkaian wawancara radio, Chikli mengatakan Israel "akan berperang dengan Suriah cepat atau lambat," dan menambahkan bahwa Damaskus dan Ankara mewakili "masalah yang jauh lebih meresahkan daripada Iran" . Dia menggambarkan sebuah "poros kejahatan Sunni radikal" yang mencakup Suriah, Turki, Qatar, dan Pakistan .
Agustus 2026: 'Kepastian mutlak' — Chikli meningkatkan retorikanya, menyebut Suriah 'Gaza versi steroid' dan menyatakan bahwa perang dengan Suriah 'adalah kepastian mutlak' dan 'tidak bisa dihindari'. Dia mengulangi klaim ini di media sosial pada 14 Agustus 2026 .
Pernyataan Chikli digambarkan oleh media Israel sebagai prediksi publik paling keras tentang perang masa depan melawan Suriah dari seorang menteri yang sedang menjabat.
Amerika Serikat Mulai Mengekang Operasi Israel
Sementara operasi militer Israel di Suriah meluas, Amerika Serikat mengambil sikap yang semakin membatasi.
Juli 2025: Permintaan pertama AS untuk menghentikan serangan — Pemerintahan Trump meminta Israel untuk menghentikan serangan terhadap unit militer Suriah di Suriah selatan, demikian dilaporkan Axios. Israel memberi tahu pejabat Amerika bahwa mereka akan mematuhinya .
Juli 2025: Ketidaksetujuan publik AS — Departemen Luar Negeri secara terbuka mengutuk serangan udara Israel di Suriah, dengan juru bicara Tammy Bruce mengatakan AS 'tidak mendukung serangan terbaru Israel' .
Juli 2026: Trump menyuruh Netanyahu untuk menarik pasukan — Dalam sebuah panggilan telepon, Presiden Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Netanyahu bahwa Israel harus mulai menarik kembali pasukannya dari Suriah, dengan mengatakan bahwa kehadiran tentara Israel di wilayah Suriah menciptakan ketegangan dan dapat menyebabkan eskalasi .
14 Agustus 2026: Penolakan pertama terhadap permintaan Israel — Presiden Trump memblokir permintaan Israel untuk melakukan serangan di Suriah, yang digambarkan media Israel sebagai pertama kalinya AS secara tegas menolak permintaan serangan Israel, bukan hanya menundanya . Penolakan itu datang ketika Turki berusaha memperluas pengaruhnya di Suriah di bawah kerangka kerja yang disetujui AS .
'Veto' AS yang dilaporkan ini menandakan perubahan postur Washington. Media Israel melaporkan bahwa permintaan yang diblokir itu terkait dengan target-target Turki di Suriah, dan Gedung Putih telah menolak permintaan Israel untuk menyerang target-target Turki beberapa minggu sebelumnya .
Gambaran Strategis: Dari Zona Penyangga menuju Perang Potensial
Kombinasi antara serangan darat yang sedang berlangsung, retorika menteri, dan pengekangan AS yang semakin besar, melukiskan gambaran yang kompleks. Sejak jatuhnya Assad, Israel secara efektif memberlakukan zona penyangga yang tidak diumumkan di Suriah selatan, melakukan patroli hampir setiap hari dan mendirikan pos-pos sementara. Peringatan Chikli yang semakin meningkat—yang digambarkan media Israel sebagai prediksi perang yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh seorang menteri yang sedang menjabat—menunjukkan kesiapan yang meningkat untuk menghadapi kepemimpinan baru Suriah yang didukung oleh Turki.
Sementara itu, Amerika Serikat telah beralih dari meminta pengendalian diri menjadi memaksakannya, pertama-tama dengan meminta penarikan pasukan Israel dari Suriah, dan kemudian dengan menolak mentah-mentah permintaan serangan untuk pertama kalinya. Pergeseran ini, yang bertepatan dengan perluasan pengaruh Turki di Suriah, menunjukkan bahwa kebebasan bergerak Israel di Suriah menghadapi kendala yang lebih tajam daripada titik mana pun dalam beberapa tahun terakhir.
Intinya
Operasi militer Israel di Suriah selatan telah menjadi rutin dan intensif sejak Desember 2024, dengan ratusan serangan darat, puluhan pos militer, dan seringnya penahanan warga sipil. Pernyataan Menteri Chikli bahwa perang dengan Suriah adalah 'kepastian mutlak' menandakan sikap pemerintah yang semakin keras. Namun Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung operasi Israel, kini mulai memblokir permintaan serangan Israel dan menuntut penarikan pasukan, menandai perubahan signifikan dalam sikap regional Washington.
Pendirian pos pemeriksaan: Pada 2 Agustus 2026, pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan sementara di sepanjang jalan Al-Hiran–Al-Rafid di Quneitra selatan, menghentikan dan menggeledah warga sipil .
Selama paruh pertama 2026, SOHR melaporkan 384 operasi militer Israel di Suriah selatan, termasuk serangan darat, penggerebekan, aktivitas pembersihan lahan, dan penahanan warga sipil . Laporan terpisah dari Pusat Sijil Suriah mencatat setidaknya 1.672 pelanggaran Israel di dalam wilayah Suriah antara Agustus 2025 dan Mei 2026 .
Retorika Menteri Amichai Chikli yang Makin Keras
Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli, menjadi pejabat Israel yang paling vokal mengenai prospek perang yang lebih luas dengan Suriah.
Desember 2025: 'Perang tidak terhindarkan' — Setelah muncul rekaman tentara Suriah meneriakkan slogan pro-Gaza dalam parade militer yang menandai satu tahun jatuhnya Assad, Chikli memposting di X: "War is inevitable" (Perang tidak terhindarkan) . Dia mengatakan kepada media di Yerusalem bahwa rekaman itu menunjukkan munculnya "sebuah negara jihad dan tentara jihad" di Damaskus .
Juni 2026: 'Cepat atau lambat' — Dalam serangkaian wawancara radio, Chikli mengatakan Israel "akan berperang dengan Suriah cepat atau lambat," dan menambahkan bahwa Damaskus dan Ankara mewakili "masalah yang jauh lebih meresahkan daripada Iran" . Dia menggambarkan sebuah "poros kejahatan Sunni radikal" yang mencakup Suriah, Turki, Qatar, dan Pakistan .
Agustus 2026: 'Kepastian mutlak' — Chikli meningkatkan retorikanya, menyebut Suriah 'Gaza versi steroid' dan menyatakan bahwa perang dengan Suriah 'adalah kepastian mutlak' dan 'tidak bisa dihindari'. Dia mengulangi klaim ini di media sosial pada 14 Agustus 2026 .
Pernyataan Chikli digambarkan oleh media Israel sebagai prediksi publik paling keras tentang perang masa depan melawan Suriah dari seorang menteri yang sedang menjabat.
Amerika Serikat Mulai Mengekang Operasi Israel
Sementara operasi militer Israel di Suriah meluas, Amerika Serikat mengambil sikap yang semakin membatasi.
Juli 2025: Permintaan pertama AS untuk menghentikan serangan — Pemerintahan Trump meminta Israel untuk menghentikan serangan terhadap unit militer Suriah di Suriah selatan, demikian dilaporkan Axios. Israel memberi tahu pejabat Amerika bahwa mereka akan mematuhinya .
Juli 2025: Ketidaksetujuan publik AS — Departemen Luar Negeri secara terbuka mengutuk serangan udara Israel di Suriah, dengan juru bicara Tammy Bruce mengatakan AS 'tidak mendukung serangan terbaru Israel' .
Juli 2026: Trump menyuruh Netanyahu untuk menarik pasukan — Dalam sebuah panggilan telepon, Presiden Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Netanyahu bahwa Israel harus mulai menarik kembali pasukannya dari Suriah, dengan mengatakan bahwa kehadiran tentara Israel di wilayah Suriah menciptakan ketegangan dan dapat menyebabkan eskalasi .
14 Agustus 2026: Penolakan pertama terhadap permintaan Israel — Presiden Trump memblokir permintaan Israel untuk melakukan serangan di Suriah, yang digambarkan media Israel sebagai pertama kalinya AS secara tegas menolak permintaan serangan Israel, bukan hanya menundanya . Penolakan itu datang ketika Turki berusaha memperluas pengaruhnya di Suriah di bawah kerangka kerja yang disetujui AS .
'Veto' AS yang dilaporkan ini menandakan perubahan postur Washington. Media Israel melaporkan bahwa permintaan yang diblokir itu terkait dengan target-target Turki di Suriah, dan Gedung Putih telah menolak permintaan Israel untuk menyerang target-target Turki beberapa minggu sebelumnya .
Gambaran Strategis: Dari Zona Penyangga menuju Perang Potensial
Kombinasi antara serangan darat yang sedang berlangsung, retorika menteri, dan pengekangan AS yang semakin besar, melukiskan gambaran yang kompleks. Sejak jatuhnya Assad, Israel secara efektif memberlakukan zona penyangga yang tidak diumumkan di Suriah selatan, melakukan patroli hampir setiap hari dan mendirikan pos-pos sementara. Peringatan Chikli yang semakin meningkat—yang digambarkan media Israel sebagai prediksi perang yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh seorang menteri yang sedang menjabat—menunjukkan kesiapan yang meningkat untuk menghadapi kepemimpinan baru Suriah yang didukung oleh Turki.
Sementara itu, Amerika Serikat telah beralih dari meminta pengendalian diri menjadi memaksakannya, pertama-tama dengan meminta penarikan pasukan Israel dari Suriah, dan kemudian dengan menolak mentah-mentah permintaan serangan untuk pertama kalinya. Pergeseran ini, yang bertepatan dengan perluasan pengaruh Turki di Suriah, menunjukkan bahwa kebebasan bergerak Israel di Suriah menghadapi kendala yang lebih tajam daripada titik mana pun dalam beberapa tahun terakhir.
Intinya
Operasi militer Israel di Suriah selatan telah menjadi rutin dan intensif sejak Desember 2024, dengan ratusan serangan darat, puluhan pos militer, dan seringnya penahanan warga sipil. Pernyataan Menteri Chikli bahwa perang dengan Suriah adalah 'kepastian mutlak' menandakan sikap pemerintah yang semakin keras. Namun Amerika Serikat, yang sebelumnya mendukung operasi Israel, kini mulai memblokir permintaan serangan Israel dan menuntut penarikan pasukan, menandai perubahan signifikan dalam sikap regional Washington.