| Tanggal | Aksi |
|---|---|
| 7 Agustus 2026 | Binance dan Bitget memutus akses ke Aban Tether Exchange dan Shelbit—dua layanan terkait Iran yang ditetapkan OFAC AS karena membantu pencucian uang dan transfer yang terhubung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) . |
| 13 Agustus 2026 | Binance memblokir A7 Nigeria, A7 Africa, dan PilotFinance Ltd., tiga entitas yang masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa terkait Rusia . |
| 23 Agustus 2026 | Gelombang utama: Binance memblokir 11 platform, yaitu HTX (Huobi Global SA), EXMO, Rapira, Aifory Pro (Sooty Ltd.), ABCeX (Nueva Cryptologia S.A.S DE C.V.), WhiteBird, NoOnecrypto INC., Tradex (Brightum LLC), Monease Ltd, BitPapa, Exnode, dan Exnode Pay. Bitget mengikuti jadwal yang identik . |
Pemblokiran ini berasal dari dua tindakan pemerintah yang terpisah namun berjalan bersamaan:
Paket Sanksi ke-21 Uni Eropa terhadap Rusia (23 Juli 2026): Uni Eropa memasukkan 14 penyedia layanan kripto ke dalam lampiran larangan transaksi. Mereka dituduh secara signifikan menghambat upaya sanksi terhadap Rusia. Mulai 23 Agustus, warga dan perusahaan di Uni Eropa dilarang bertransaksi dengan bursa-bursa tersebut . Sebelumnya, Inggris telah memasukkan EXMO dan Huobi Global S.A. ke dalam rezim sanksi Rusia pada Mei 2026 .
Penetapan Sanksi OFAC AS (7 Agustus 2026): Kementerian Keuangan AS melalui OFAC menetapkan Shelbit (terdaftar sebagai Shelbit General Trading LLC) dan Aban Tether Exchange karena memfasilitasi penghindaran sanksi Iran, termasuk pencucian uang melalui jalur kripto yang terhubung dengan IRGC .
Warisan Hukum Binance 2023: Binance masih berada di bawah pengawasan kepatuhan yang ditunjuk AS selama lima tahun setelah penyelesaian senilai USD 4,3 miliar dengan FinCEN dan OFAC pada November 2023 atas pelanggaran sanksi sebelumnya . Pada Februari 2026, sebuah surat dari Senat AS menuduh Binance membiarkan transaksi senilai USD 1,7 miliar yang terkait Iran, yang kemudian memicu penyelidikan oleh Departemen Kehakiman AS dan regulator Dubai, VARA .
| Tanggal | Aksi |
|---|---|
| 7 Agustus 2026 | Binance dan Bitget memutus akses ke Aban Tether Exchange dan Shelbit—dua layanan terkait Iran yang ditetapkan OFAC AS karena membantu pencucian uang dan transfer yang terhubung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) . |
| 13 Agustus 2026 | Binance memblokir A7 Nigeria, A7 Africa, dan PilotFinance Ltd., tiga entitas yang masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa terkait Rusia . |
| 23 Agustus 2026 | Gelombang utama: Binance memblokir 11 platform, yaitu HTX (Huobi Global SA), EXMO, Rapira, Aifory Pro (Sooty Ltd.), ABCeX (Nueva Cryptologia S.A.S DE C.V.), WhiteBird, NoOnecrypto INC., Tradex (Brightum LLC), Monease Ltd, BitPapa, Exnode, dan Exnode Pay. Bitget mengikuti jadwal yang identik . |
Pemblokiran ini berasal dari dua tindakan pemerintah yang terpisah namun berjalan bersamaan:
Paket Sanksi ke-21 Uni Eropa terhadap Rusia (23 Juli 2026): Uni Eropa memasukkan 14 penyedia layanan kripto ke dalam lampiran larangan transaksi. Mereka dituduh secara signifikan menghambat upaya sanksi terhadap Rusia. Mulai 23 Agustus, warga dan perusahaan di Uni Eropa dilarang bertransaksi dengan bursa-bursa tersebut . Sebelumnya, Inggris telah memasukkan EXMO dan Huobi Global S.A. ke dalam rezim sanksi Rusia pada Mei 2026 .
Penetapan Sanksi OFAC AS (7 Agustus 2026): Kementerian Keuangan AS melalui OFAC menetapkan Shelbit (terdaftar sebagai Shelbit General Trading LLC) dan Aban Tether Exchange karena memfasilitasi penghindaran sanksi Iran, termasuk pencucian uang melalui jalur kripto yang terhubung dengan IRGC .
Warisan Hukum Binance 2023: Binance masih berada di bawah pengawasan kepatuhan yang ditunjuk AS selama lima tahun setelah penyelesaian senilai USD 4,3 miliar dengan FinCEN dan OFAC pada November 2023 atas pelanggaran sanksi sebelumnya . Pada Februari 2026, sebuah surat dari Senat AS menuduh Binance membiarkan transaksi senilai USD 1,7 miliar yang terkait Iran, yang kemudian memicu penyelidikan oleh Departemen Kehakiman AS dan regulator Dubai, VARA .