Para astronom menemukan Oyashio, aliran bintang pertama dari gugus bola (globular cluster) yang pernah teridentifikasi di luar galaksi Bima Sakti. Aliran ini terletak di galaksi ultra difus UGC 9050 Dw1, sekitar 115 juta tahun cahaya dari Bumi, dan terdeteksi setelah meneliti ulang data arsip Teleskop Luar Angkasa H...
Jawaban penelitian

Create a landscape editorial hero image for this Studio Global article: What is the first globular cluster stellar stream ever discovered outside the Milky Way — where was it found, how was it identified, and why. Article summary: The first globular cluster stellar stream ever identified beyond the Milky Way is named **Oyashio**, and it was discovered in the ultra-diffuse galaxy **UGC 9050-Dw1**, about **115 million light-years** (35.2 Mpc) away [. Topic tags: general, education, academic, general web, user generated. Style: premium digital editorial illustration, source-backed research mood, clean composition, high detail, modern web publication hero. Use reference image context only for broad subject, composition, and topical grounding; do not copy the exact image. Avoid: logos, brand marks, copyrighted characters, real person likenesses, fake screenshots, UI text, readable text, water
Selama puluhan tahun, para astronom telah memetakan lingkaran materi gelap di sekitar Bima Sakti dengan mempelajari sisa-sisa gugus bintang yang tercabik-cabik — yang dikenal sebagai aliran bintang (stellar stream). Namun, belum pernah ada satupun aliran bintang yang terkonfirmasi di galaksi lain. Hal itu berubah pada Agustus 2026 dengan ditemukannya Oyashio, aliran bintang dari gugus bola pertama yang pernah ditemukan di luar Bima Sakti .
Terletak sekitar 115 juta tahun cahaya dari Bumi, Oyashio adalah pita bintang redup dan melengkung yang terurai dari sebuah gugus bola di galaksi ultra-difus UGC 9050-Dw1 . Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Nature ini memberikan para ilmuwan alat baru yang ampuh untuk menyelidiki materi gelap tak kasat mata yang mendominasi galaksi di seluruh alam semesta
.
Aliran ini berada di UGC 9050-Dw1, sebuah galaksi ultra-difus (UDG) — yaitu tipe galaksi katai yang sangat redup dan memiliki kecerahan permukaan rendah . UDG diyakini sangat kaya akan materi gelap, menjadikannya target ideal untuk mempelajari substansi misterius ini
.
Aliran bintang ini sangat redup sehingga survei standar pun luput mendeteksinya. Terobosan terjadi ketika tim yang dipimpin oleh mahasiswa PhD Julie Kiel Holm (Niels Bohr Institute) dan profesor asosiasi Sarah Pearson (DTU Space) menganalisis ulang gambar arsip dari Teleskop Luar Angkasa Hubble menggunakan teknik pemrosesan canggih .
Yang mereka temukan adalah struktur tipis dan melengkung yang membentang sekitar 2 kiloparsec (sekitar 6.500 tahun cahaya) dari sebuah kandidat gugus bola padat . Bentuknya yang sempit dan memanjang, serta keselarasannya dengan gugus bola yang masih utuh, mengonfirmasinya sebagai aliran bintang pasang surut — bintang-bintang yang terkoyak oleh gravitasi galaksi induknya
.
Aliran ini diberi nama Oyashio, diambil dari nama arus laut dingin di Pasifik Utara, mengikuti konvensi penamaan aliran bintang ekstragalaktik berdasarkan arus laut .
Aliran bintang ibarat jejak remah roti kosmik. Karena semua bintang dalam aliran bergerak di sepanjang orbit yang hampir sama, bentuk, lebar, dan kelengkungan aliran secara langsung mencerminkan medan gravitasi total galaksi induknya . Para astronom dapat memodelkan orbit itu untuk mengukur distribusi massa galaksi — termasuk komponen materi gelapnya yang tak terlihat.
Seperti yang dijelaskan oleh astrofisikawan dari Northwestern University, Tjitske Starkenburg, yang merupakan salah satu rekan penulis studi: "Bintang-bintang dalam aliran bintang semuanya bergerak di sepanjang orbit yang hampir sama, dan orbit itu dibentuk oleh gravitasi galaksi." Dengan memodelkan gravitasi itu, para peneliti memperkirakan massa total galaksi dan, yang terpenting, seberapa banyak dari massa itu yang merupakan materi gelap .
Oyashio hanyalah permulaan. Para astronom memperkirakan bahwa masih banyak lagi aliran bintang ekstragalaktik yang menunggu untuk ditemukan di arsip teleskop yang sudah ada maupun yang akan datang — terutama dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb dan observatorium generasi berikutnya. Setiap aliran bintang baru akan menawarkan kesempatan lain untuk 'menimbang' materi tak kasat mata yang membentuk galaksi .
"Kami telah menemukan aliran bintang dari gugus bola di galaksi lain. Ini adalah pertama kalinya aliran semacam itu diamati di luar galaksi kita sendiri, Bima Sakti, yang membuat penemuan ini sangat menarik," kata Holm .
Studio Global AI
Halaman ini berisi jawaban yang didukung sumber yang dapat Anda lanjutkan di dalam Studio Global.
Para astronom menemukan Oyashio, aliran bintang pertama dari gugus bola (globular cluster) yang pernah teridentifikasi di luar galaksi Bima Sakti.
Para astronom menemukan Oyashio, aliran bintang pertama dari gugus bola (globular cluster) yang pernah teridentifikasi di luar galaksi Bima Sakti. Aliran ini terletak di galaksi ultra difus UGC 9050 Dw1, sekitar 115 juta tahun cahaya dari Bumi, dan terdeteksi setelah meneliti ulang data arsip Teleskop Luar Angkasa Hubble.
Bentuk aliran bintang yang tipis dan melengkung secara langsung merekam medan gravitasi galaksi induknya, memungkinkan para ilmuwan untuk 'menimbang' materi gelap di galaksi lain untuk pertama kalinya.