Jakarta, Studio Global — Kebijakan Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat yang melarang impor robot humanoid, robot berkaki empat (quadruped), dan power inverter buatan China menuai kritik tajam. Dalam opini di South China Morning Post (SCMP), pengamat Thomas O. Falk berpendapat bahwa langkah ini justru tidak menguntungkan industri robotik dalam negeri AS
.
Larangan yang ditandatangani Ketua FCC Brendan Carr ini didasari alasan keamanan siber dan rantai pasok. Produk-produk tersebut masuk dalam 'Covered List' FCC, sebuah daftar hitam yang melarang perangkat baru dari China untuk mendapatkan sertifikasi yang diperlukan agar bisa dijual di AS ![]()
.
Berikut tiga argumen utama Falk
:
1. Dominasi Pasar China yang Tak Terbantahkan
Falk mengingatkan bahwa produsen China sudah menguasai sekitar 85% pasar robot humanoid global. Tidak ada industri robotik AS yang mapan untuk dilindungi; yang ada hanyalah industri yang masih sangat baru dan tengah dibesarkan di balik tembok proteksi. Falk menilai bahwa menghalangi kompetisi justru menunjukkan kelemahan, bukan kekuatan.
2. Pengecualian Pemerintah yang Kontradiktif
Kebijakan ini memberikan pengecualian bagi pemerintah federal AS. Pemerintah masih bisa membeli perangkat yang sama yang dianggap terlalu berbahaya bagi warga biasa. Falk menyebutnya sebagai "less a threat assessment than a tariff in uniform" (bukan penilaian ancaman, melainkan tarif yang menyamar). Jika perangkat itu benar-benar risiko keamanan siber, seharusnya berisiko juga jika digunakan pemerintah.